Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 03 Nov 2017 10:23 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Ini Tempat Kelahiran Sang Pujangga, William Shakespeare

Terzi Niode
d'travelers
Foto 1 dari 5
Stratford upon Avon, kota kelahiran William Shakespeare dengan latar belakang Royal Shakespere Theater.
Stratford upon Avon, kota kelahiran William Shakespeare dengan latar belakang Royal Shakespere Theater.
detikTravel Community - Apalah arti sebuah nama. Mungkin kutipan itu yang paling kita kenal dari sang pujangga, William Shakespeare. Yuk, berkunjung ke tempat kelahirannya di Inggris.

William Shakespeare, seorang pujangga terkenal di dunia yang berasal dari Inggris lahir di Stratford upon Avon tahun 1564 dan wafat 52 tahun kemudian di tempat yang sama. Selama hidupnya, ia berkiprah di London dan menulis 154 buah soneta dserta 37 buah naskah sandiwara tentang sejarah kehidupan raja-raja, komedi, dan tragedi.

Sejak lama, saya bercita-cita melihat Stratford Upon Avon karena ingin sekali mengetahui bagaimana seorang sastrawan bisa menjadi demikian hebat dan kondang di seantero jagad. Sampai kini, 400 tahun setelah ia wafat, karya-karya Shakespeare masih dimainkan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Beberapa di antaranya adalah The Merchants of Verona, The Taming of the Shrew, King Lear, Macbeth, Othello, Antony & Cleopatra, Hamlet serta Romeo & Juliet. Kesempatan mengunjungi Stratford upon Avon saya peroleh bulan Juli lalu dengan mengendarai bus wisata bersama sekitar 40 wisatawan dari Amerika Serikat, Eropa dan Asia.

Terletak 165 km di sebelah Barat kota London, kini tempat yang hanya berpenduduk 3000 orang tersebut dikunjungi 3 juta wisatawan per tahun. Wisatawan mengunjungi berbagai tempat terkait kehidupan Shakespeare yang masih terpelihara dengan baik.

Di antaranya adalah rumah kelahiran Shakespeare di Henley Street, rumah yang dibangunnya dengan nama New Place, rumah isterinya, Anne Hathaway Cottage dan tempat pertunjukan sandiwara, Royal Shakespeare Theater.

Namun tempat paling menarik bagi saya di Stratford Upon Avon adalah King Edward School VI, sekolah yang didirikan pada tahun 1295. Inilah tempat Shakespeare mulai bersekolah tahun 1570, ketika ia berusia 7 tahun sampai usianya 14 tahun. Ketika itu jumlah murid sekitar 40 orang dengan guru lulusan Universitas Oxford.

Kini sekolah yang sudah berusia 700 tahun itu mempunyai 600 orang murid. Kami beruntung karena sekolah itu baru saja membuka pintunya untuk umum tahun yang lalu. Bangunan tempat Shakespeare bersekolah tidak terlalu besar.

Pertama masuk, kami diajak ke melihat film pendek tentang Shakespeares Schoolroom & Guildhall masa lalu dan masa kini. Kemudian pengunjung beranjak ke lantai dua dan duduk menjadi murid, di bangku-bangku jaman Shakespeare dan mendapat pelajaran Bahasa Latin dari guru yang berpakaian ala masa lalu.

Ketika Shakespeare bersekolah, jika musim panas sekolah dimulai jam 6 pagi sampai jam 5 sore. Semua pelajaran diberikan dalam Bahasa Latin, bahasa kaum intelektual Eropa ketika itu. Jika kedapatan berbahasa Inggris maka murid akan dihukum dengan sejenis sapu lidi.

Para murid juga belajar agama serta cara berbicara, mengemukakan pendapat, dan karya sastra Yunani dan Romawi. Kadang-kadang mereka melihat pementasan drama dari pemain terkenal yang datang ke gedung sekolah itu.

Sekolahnya gratis namun murid membawa lilin dan kayu bakar terutama ketika hari sudah gelap di musim dingin. Sarapan di sekolah jam 8 pagi dengan roti, keju dan apel.

Kami juga disuguhkan makanan sejenis yang cukup nikmat, sambil mencoba menulis dengan pena dan tinta. Di masa lalu kertas sulit diperoleh dan murid lebih banyak membaca dan menghafal.

Sekitar jam 11 mereka kembali ke rumah masing-masing yang jaraknya tidak jauh dan makan sup sayur kentang, kadang dengan daging atau ikan. Kembali ke sekolah, pelajaran dilanjutkan dan ditutup dengan berdoa.

Bangunan sekolah terbuat dari kayu oak yang diperoleh dari lahan sekitar, demikian juga bangku-bangkunya. Kita bisa melihat bagaimana para murid sejak ratusan tahun lalu mengukir nama mereka di meja masing-masing.

Saya merasa sangat beruntung mendapat kesempatan untuk merasakan di mana dan bagaimana Wiliam Shakespeare, menghabiskan tahun-tahun Sekolah Dasar, tempat pertamanya berteater, serta apa yang dipelajari dan termaktub dalam karya-karya besarnya.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED