Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 12 Jan 2018 14:21 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Berziarah ke Makam Raja-Raja Mataram

Irwan Reza Pahlevi
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Sebelum masuk ke area Makam Sultan Agung
Sebelum masuk ke area Makam Sultan Agung
detikTravel Community - Selepas menunaikan Salat Jumat, traveler bisa menyempatkan waktu berziarah sekaligus berwisata religi ke Imogiri. Inilah makam raja-raja Mataram terdahulu.

Hampir dari kita semua sudah mengetahui bahwa Yogyakarta merupakan daerah yang kaya dengan beragam budaya. Salah satu hal yang berkaitan dengan budaya tersebut adalah areal pemakaman para Raja-Raja Mataram yang tepatnya berada di Desa Ginirejo, Imogiri, Bantul yaitu arah ke selatan dari Kota Yogyakarta.

Untuk menuju pemakaman Raja di Imogiri tidaklah sulit, karena banyak petunjuk arah yang bisa kita temui. Jika kita berangkat dari kota Yogyakarta, kita bisa menuju ke perempatan terminal Giwangan, lalu lurus terus ke arah selatan.

Begitu memasuki area pemakaman, aura sakral akan langsung terasa yang berasal dari aroma wangi dari dupa dan sesajen yang di bakar oleh para abdi dalem.

Hal pertama yang akan kita temui setelah memasuki gerbang pemakaman adalah deretan anak tangga yang sangat tinggi berjumlah ratusan dengan ketinggian yang hampir 45 derajat. Kebayang kan, gimana melelahkannya menapaki anak tangga ini?

Namun, setelah sampai di atas, kita akan di suguhi pemandangan alam yang mengagumkan yaitu hijaunya bukit-bukit yang berada di sekitar area pemakaman.

Ternyata tingginya anak tangga ini ada maksudnya loh, yaitu untuk membagi area pemakaman menjadi dua, yaitu sisi timur khusus untuk Raja Kesultanan Yogyakarta dan para keturunannya dan sisi barat khusus untuk Raja Kasunanan Surakarta dan para keturunannya.

Hal ini dilakukan karena pada zaman dahulu, kerajaan Mataram Islam terbagi menjadi 2, yaitu Yogyakarta dan Surakarta. Adapun Surakarta saat ini lebih dikenal dengan sebutan Solo.

Arsitektur di area pemakaman ini sangatlah menarik, banyak terdapat gapura dan bangunan khas Jawa yang terbuat dari baru bata merah. Namun karena sudah berumur ratusan tahun, maka banyak terdapat lumut di dinding - dinding bangunan tersebut.

Di puncak area pemakaman ini terdapat makam Sultan Agung yang merupakan Raja Mataram Islam, dimana dibawah kepemimpinannya Maaram menjadi kerajaan terbesar di Jawa dan Nusantara pada zamannya.

Namun, tidak sembarang orang bisa memasuki makam Sultan Agung ini, karena makam ini di keramatkan. Ada persyaratan yang harus ditaati oleh pengunjung yang ingin memasuki makam Sultan Agung ini. Antara lain, para pengunjung dilarang menggunakan alas kaki, dilarang juga membawa kamera dan memakai perhiasan dan juga diwajibkan untuk mengenakan pakaian khas Jawa.

Untuk peziarah laki-laki diharuskan mengenakan pakaian Jawa berupa blangkon, kain batik, sabuk dan beskap. Sedangkan untuk peziarah perempuan harus mengenakan kemben dan kain panjang. Para peziarah pun dilarang berbuat tidak sopan dan berkata tidak senonoh.

Banyak hal-hal yang bisa kita lakukan di pemakaman ini selain berziarah, salah satunya adalah menikmati sejuknya pepohonan besar yang ada di sekitar areal pemakaman. kita juga bisa mendapatkan informasi mengenai sejarah Mataram Islam dan juga menikmati sejuknya air 'gentong keramat' yang konon berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Bila selama ini kita hanya mengetahui sejarah kerajaan Mataram dari buku sejarah saja, tidak ada salahnya kita langsung datang ke tempat ini untuk lebih merasakan pengalaman langsung berada di tempat bersejarah ini, sehingga seolah-olah kita datang menghampiri para Raja Mataram, walaupun hanya di tempat peristirahatan terakhirnya saja.

Area pemakaman ini buka setiap hari kecuali selama bulan Ramadhan dan hari besar agama Islam. Namun jika ingin berziarah ke makam Sultan Agung yang berada di puncaknya, perhatikannya jadwal ziarahnya, yaitu: hari Senin jam 10.00-13.00, hari Jum'at jam 13.30-16.00, setiap tanggal 1 Syawal jam 10.00-13.00, setiap tanggal 8 Syawal jam 10.00-13.00 dan setiap tanggal 10 Dzulhijah jam 10.30-13.00.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED