Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 22 Jan 2018 14:56 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Hutan Wisata Pengusir Jenuh: Bukit Bangkirai

Brigida Emi Lilia
d'travelers
Foto 1 dari 5
Kantor yang juga berfungsi sebagai loket
Kantor yang juga berfungsi sebagai loket
detikTravel Community -

Suasana damai dan asri hutan Kalimantan menjadi inspirasi tempat wisata ini, Bukit Bangkirai. Hutan wisata ini teduh dan damai banget!

Kawasan wisata alam Bukit Bangkirai adalah salah satu tempat wisata di Kalimantan Timur yang sudah terkenal, dikelola oleh PT. Inhutani. Tempat ini diresmikan pada tanggal 14 Maret 1998 dan memiliki beberapa hal menarik salah satunya adalah canopy bridge.

Berlokasi di Kecamatan Samboja, kabupaten Kutai Kertanegara Kalimantan Timur, kawasan wisata alam ini sangat mudah dijangkau. Bukit Bangkirai dibangun dengan tujuan sebagai tempat wisata, penelitian biodiversity, pendidikan serta pelatihan mengenai kehutanan khususnya tentang hutan hujan tropika basah yang ada di Kalimantan.

Kawasan ini merupakan hutan alam dengan luas 510ha. Di dalamnya terdapat kurang lebih 2800 jenis flora dan fauna yang didominasi jenis pohon dipterocarpaceae khususnya shorea laevis (bangkirai), 3000 jenis jamur, 13 jenis rotan, 24 jenis anggrek termasuk anggrek hitam, 113 jenis burung dan masih banyak jenis mamalia serta serangga.

Kawasan wisata alam ini memiliki fasilitas pendukung seperti 5 unit cottage bernuansa semi modern, 1 unit guest house sebagai tempat penginapan para peneliti, 1 unit barak outbond, 1 unit meeting room, canopy bridge dengan tinggi 30m dari permukaan tanah, 5 trek adventure jungle tracking dengan jarak tempuh 2-6km, taman anggreak, camping ground, musholla dan sarana pelengkap lainnya.

Saat kami berkunjung kesana, suasana sepi karena kami datang di hari kerja. Tempat parkir yang yang luas terasa lengang. Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 km dari kota Balikpapan kamipun tiba di kawasan wisata alam Bukit Bangkirai.

Kami memutuskan untuk beristirahat sambil menikmati makan siang yang kami bawa. Selesai bersantap, kami menikmati suasana bukit Bangkirai. Dari tempat kami duduk, terlihat cottage, taman bermain dan tempat outbond di sekitarnya.

Selesai beristirahat kami pun mulai menyusuri hutan menuju canopy bridge. Trek pertama sepanjang 150m berupa jalan tanah berundak agak menanjak dengan pepohonan besar di kanan dan kiri.

Hutan ini lumayan rapat sehingga sinar matahari yang terik tidak kami rasakan , keringat yang mengalir karena jalan yang kami lalui. Sesekali kami beristirahat, menarik nafas sambil melihat pohon-pohon besar yang kami jumpai. Di beberapa tempat terdapat pohon besar yang tumbang dan melintang di jalan , tetapi bagian tengahnya sudah dipotong sehingga jalan tersebut dapat dilintasi.

Trek kedua sepanjang 300 m. masih berupa jalan tanah dengan pepohonan di kanan kiri. Suara biinatang terdengar sepanjang perjalanan, tetapi kurang tahu suara binatang apa. Setelah sekitar 30 menit berjalan kamipun sampai di lokasi canopy bridge.

Tangga kayu sudah menanti kami untuk sampai ke canopy bridge yang memiliki ketinggian 30m dari permukaan tanah.Kami duduk sebentar, memulihkan tenaga sebelum menaiki tangga kayu yang tinggi. Satu per satu kami pun naik .

Ada beberapa peraturan yang harus diikuti antara lain, tinggi anak-anak yang boleh naik adalah lebih dari 1 meter, harus memakai sepatu dan tidak boleh menggunakan sandal, hak tinggi atau tanpa alas kaki, jembatan hanya dapat dilalui maksimal 2 orang pada saat bersamaan, dilarang berlari dan melompat di atas canopy bridge dan beberapa peraturan lain yang semuanya demi keselamatan pengunjung .

Ada rasa ngeri memang saat kami melewati canopy bridge , terlebih saat melihat ke bawah. Keponakan saya sempat merasa takut, namun setelah di beri semangat akhirnya mampu juga melewati 2 canopy bridge walau dengan langkah perlahan.

Usai berfoto dan kembali beristirahat kami menuju tempat parkir. Perjalanan kembali tidak seberat perjalanan berangkat tadi, dan trek yang kami lewatipun berbeda . Senang dan puas rasanya menikmati hutan Bangkirai.

Bukit Bangkirai dibangun dengan tujuan sebagai tempat wisata , penelitian biodiversity , pendidikan serta pelatihan mengenai kehutanan khususnya tentang hutan hujan tropika basah yang ada di Kalimantan.Kawasan ini merupakan hutan alam dengan luas 510ha.Di dalamnya terdapat kurang lebih 2800 jenis flora dan fauna yang didominasi jenis pohon dipterocarpaceae khususnya shorea laevis (bangkirai ),3000 jenis jamur , 13 jenis rotan , 24 jenis anggrek termasuk anggrek hitam, 113 jenis burung dan masih banyak jenis mamalia serta serangga.

Kawasan wisata alam ini memiliki fasilitas pendukung seperti 5 unit cottage bernuansa semi modern , 1 unit guest house sebagai tempat penginapan para peneliti , 1 unit barak outbond, 1 unit meeting room , canopy bridge dengan tinggi 30m dari permukaan tanah , 5 trek adventure jungle tracking dengan jarak tempuh 2-6km , taman anggreak , camping ground , musholla dan sarana pelengkap lainnya.

Saat kami berkunjung kesana , suasana sepi karena kami datang di hari kerja.Tempat parkir yang yang luas terasa lengang . Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 km dari kota Balikpapan kamipun tiba di kawasan wisata alam Bukit Bangkirai . Kami memutuskan untuk beristirahat sambil menikmati makan siang yang kami bawa. Selesai bersantap , kami menikmati suasana bukit Bangkirai . Dari tempat kami duduk , terlihat cottage , taman bermain dan tempat outbond di sekitarnya.

Selesai beristirahat , kamipun mulai menyusuri hutan menuju canopy bridge . Trek pertama sepanjang 150m berupa jalan tanah berundak agak menanjak dengan pepohonan besar di kanan dan kiri. Hutan ini lumayan rapat sehingga sinar matahari yang terik tidak kami rasakan , keringat yang mengalir karena jalan yang kami lalui. Sesekali kami beristirahat , menarik nafas sambil melihat pohon-pohon besar yang kami jumpai. Di beberapa tempat terdapat pohon besar yang tumbang dan melintang di jalan , tetapi bagian tengahnya sudah dipotong sehingga jalan tersebut dapat dilintasi.

Trek kedua sepanjang 300 m . masih berupa jalan tanah dengan pepohonan di kanan kiri. Suara biinatang terdengar sepanjang perjalanan , tetapi kurang tahu suara binatang apa . Setelah sekitar 30 menit berjalan kamipun sampai di lokasi canopy bridge.

Tangga kayu sudah menanti kami untuk sampai ke canopy bridge yang memiliki ketinggian 30m dari permukaan tanah.Kami duduk sebentar , memulihkan tenaga sebelum menaiki tangga kayu yang tinggi . Satu per satu kamipun naik .

Ada beberapa peraturan yang harus diikuti antara lain , tinggi anak-anak yang boleh naik adalah lebih dari 1 meter , harus memakai sepatu dan tidak boleh menggunakan sandal , hak tinggi atau tanpa alas kaki , jembatan hanya dapat dilalui maksimal 2 orang pada saat bersamaan , dilarang berlari dan melompat di atas canopy bridge dan beberapa peraturan lain yang semuanya demi keselamatan pengunjung .

Ada rasa ngeri memang saat kami melewati canopy bridge , terlebih saat melihat ke bawah .....Keponakanpun sempat merasa takut , namun setelah di beri semangat akhirnya mampu juga melewati 2 canopy bridge walau dengan langkah perlahan.

Usai berfoto dan kembali beristirahat , kamipun menuju tempat parkir . Perjalanan kembali tidak seberat perjalanan berangkat tadi , dan trek yang kami lewatipun berbeda . Senang dan puas rasanya menikmati hutan Bangkirai , semoga harapan pengelola supaya kawasan wisata alam ini membuat kita semakin mencintai hutan dapat terwujud .

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED