Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 23 Mei 2018 13:48 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Bukan Pulau Padar, Ini Bukit Teletubbies di Maluku

Sarah Tildjuir
d'travelers
Foto 1 dari 5
Indah sekali ya
Indah sekali ya
detikTravel Community - Traveler mungkin sudah tahu betapa indahnya Pulau Padar di NTT. Panorama serupa ternyata juga dapat dijumpai di Maluku.

Pulau Padar jadi salah satu tujuan wisata yang harus saya kunjungi. Hanya saja, niat saya untuk ke sana belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

Untunglah penantian saya untuk foto ala-ala traveler kekinian dengan gunung tinggi dan latar laut biru bisa segera terealisasi.

Dalam rangka kegiatan launching budaya kerja kantor, saya dan teman-teman sekantor bisa berlibur sehari di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Perjalanan kami dimulai pukul 03.30 WIT. Kami lalu berkendara ke Pelabuhan Ferry Liang dan tiba jam 5 subuh. Kami memang mengejar ferry pertama hari itu.

Fyi, ferry ke Pulau Seram adanya hampir tiap jam. Jadi jangan khawatir bakal menunggu lama di pelabuhan. Lagipula kalau harus menunggu, alam sudah menyiapkan pemandangan laut yang sangat indah untuk dinikmati. Oh iya, ongkos ferry-nya tergolong murah loh. Untuk mobil Rp 185.000, motor Rp 38.000 dan orang Rp 16.500.

Pukul 05.45 WIT ferry kami akhirnya bertolak ke Pelabuhan Waipirit di Pulau Seram. Kami memilih untuk bergabung dengan penumpang lain di dek penumpang.

Laut pagi itu tenang dan memungkinkan kami untuk menikmati sunrise di tengah perjalanan. Kami juga sempat naik ke dek paling atas untuk pengambilan gambar.

Setelah sejam lebih perjalanan laut, kami akhirnya tiba. Hal pertama yang kami lakukan adalah mencari tempat makan. Untunglah salah seorang teman kami sudah lebih dulu ke Piru, Ibukota SBB, jadilah dia yang rempong nyari-nyari rumah makan yang sudah buka sepagi itu.

Untungnya dapat dan syukurnya enak! Pukul 08.30 pagi kami akhirnya bertolak dari Rumah Makan Berkat untuk melanjutkan perjalanan ke Gunung Tinggi, tempat syuting adegan pertama.

Sempat tersasar agak jauh dari lokasi seharusnya, kami akhirnya tiba di jalanan menurun yang mengarah ke Desa Loki. Tepat di depan kami terpampang pemandangan paling indah, Instagramable dan membuat perjalanan ini terasa worth it.

Yang namanya Gunung Tinggi itu sesuai namanya, adalah gunung tinggi yang ditumbuhi ilalang, hijau, kontras dengan laut di belakangnya yang biru terang.

Jalanan berkelok tampak di lembah itu. Kami segera turun dari mobil dan mengambil foto sebanyak yang kami bisa. Yah, meskipun pakaiannya seragaman begitu tapi gak apa apa lah ya. Yang penting ada foto di situ.

Sekitar dua jam berada di sana, kami sibuk melakukan syuting untuk video Budaya Kerja. Bagian yang paling epik adalah setelah syuting. Saya akhirnya main layangan untuk pertama kalinya.

Keindahan Gunung Tinggi layak untuk diperhitungkan sebagai destinasi travel kalian. Percayalah, ketika tiba di sana semua kelelahan akan terbayar dengan karya Tuhan yang begitu luar biasa.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED