Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 28 Jun 2018 14:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Salut! Wisata Sejarah di Bukittinggi Ini Bebas Sampah

Annisa Budiarti
d'travelers
Foto 1 dari 5
Tangga masuk menuju Lobang Jepang
Tangga masuk menuju Lobang Jepang
detikTravel Community -

Peninggalan penjajah masih ada di Indonesia. Jika ke Bukittinggi kunjungilah Lobang Jepang yang sarat sejarah, berbau mistis hingga bebas sampah ini.

Lobang Jepang adalah tempat bersejarah dimana dibuat dengan tujuan pertahanan di saat penjajahan Jepang di tahun 1942-1945. Pembuatan dari Lobang Jepang ini dari kerja paksa. Untuk memasuki Lobang Jepang kita akan menuruni tangga yang curam ke bawah. Dengan penerangan yang samar-samar dan lokasi yang luas kita sebagai pengunjung harus berhati-hati agar tidak tersasar di dalamnya. Lobang Jepang memiliki panjang 1.470 meter dan berada di jarak 40 meter di bawah Ngarai Sianok. Sedangkan di dalam Lobang Jepang ini terdapat 21 terowongan di dalam bunker.

Lokasi Lobang Jepang ini memang berdekatan dengan Ngarai Sianok. Tempat masuk utamanya ada di Taman Panorama Ngarai Sianok. Dari taman panorama Ngarai Sianok ini kita dapat melihat Ngarai Sianok dari posisi paling jelas. Sempatkanlah untuk sejenak memandangi Ngarai Sianok sebelum masuk ke area Lobang Jepang. Untuk memasuki Lobang Jepang sebaiknya anda beramai-ramai karena apabila sendiri anda akan berpotensi untuk nyasar dikarenakan suasana Lobang Jepang yang bentuk lorongnya mirip di semua sisi. Lobang Jepang memiliki 6 pintu masuk. Pintu utama yang dibuka saat ini yaitu di Taman Panorama Ngarai SIanok.

Lobang Jepang adalah tempat pertahanan di zaman penjajahan Jepang. Isinya ada tempat amunisi, dapur, penjara, spot pengintai sampai dengan tempat pembuangan mayat. Perasaan saya saat memasuki Lobang Jepang ini adalah kagum sekaligus merinding dengan suasana yang ada. Kenapa kagum? karena di masa lampau para pekerja paksa mampu membuat bunker serumit dan seluas ini demi sebuah pertahanan perang. Kenapa merinding? Karena saya membayangkan betapa sulitnya mereka membuat semua ini dan pasti memakan banyak korban di dalamnya. Hawa di dalam Lobang Jepang ini dingin dan saat ini sudah dilengkapi lampu dan jalannya sudah di aspal. Melihat banyaknya lorong dan belokan yang berliku-liku ini saya tidak terbayang bagaimana para pejuang tinggal dan berjuang di dalam sini saat itu.

Melihat Lobang Jepang membuat saya semakin menghargai pengorbanan para pejuang di masa lampau. Jadi sebagai generasi penerus kita harus semangat untuk melanjutkan perjuangannya. Apabila anda berkesempatan untuk mengunjungi Lobang Jepang harap dijaga dengan baik keasriannya dengan tidak mencoret-coret ataupun membuang sampah sembarangan. Karena apa yang sudah dibangun saat ini sudah bersih dan bagus. Tempat wisata Lobang Jepang dan Taman Panorama Ngarai Sianok ini bebas sampah dan masih asri.



BERITA TERKAIT
BACA JUGA