Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 18 Okt 2018 13:30 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Surga di Labuan Cermin dan Derawan

Indri Nurzahra
d'travelers
Foto 1 dari 5
Labuan Cermin
Labuan Cermin
detikTravel Community - Labuan Cermin dan Kepulauan Derawan adalah destinasi yang cantik banget di Kabupaten Berau. Traveler mesti datang ke Maldives Van Borneo ini.

Labuan Cermin adalah danau dua rasa yang berada di Biduk-biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kepulauan Derawan memiliki pulau-pulau yang terkenal yaitu Pulau Derawan, Pulau Kakaban, Pulau Sangalaki dan Pulau Maratua yang disebut sebagai Maldives van Borneo.

Saya dan 3 teman saya berkunjung ke Labuan Cermin dan ke Kepulauan Derawan. perjalanan udara dari Jakarta menuju Balikpapan, kemudian dilanjutkan penerbangan menuju ke Berau menggunakan pesawat kecil. Dari Bandara Kaimarau (Berau) menuju Biduk-biduk melalui perjalanan darat yang ditempuh kurang lebih selama 6 jam menggunakan mobil.

Sepanjang perjanan melewati hutan yang lebat, rimbun dengan pohon-pohon tinggi dan sesekali melewati permukiman warga yang cukup jauh jaraknya di antara satu desa dengan yang lain. Akses jalan yang masih tanah, terjal dan bergelombang pun masih kami temui. Sesampainya di Biduk-biduk rasa lelah dalam perjalan pun terbayarkan.

Di sana saya menginap di salah satu rumah warga yang berjarak kurang lebih 100 meter dari Danau Labuan Cermin, yang memiliki usaha warung kecil dekat kapal bersandar untuk angkutan menuju Labuan Cermin.

Biduk-biduk begitu asri dan indah, sore menjelang malam kala itu sesampainya kami di sana, itu yang kami rasakan. Di sana listrik hanya menyala saat pukul 18.00-06.00 WITA dan sinyal hanya ada satu operator, itu pun hanya bisa komunikasi SMS dan telpon, tidak bisa internet. Tapi kami sangat menikmatinya. Malam itu kami langsung diajak berkeliling ke sekitar tetangga dan melewati pesisir pantai dan diajak ke perkampungan sebelah.

Kami mendapatkan cerita masih ada Suku Dayak yang suka datang ke pemukiman mereka untuk mencari kebutuhan atau baju saat hari perayaan seperti Natal misalnya. Di dekat daerah Biduk-biduk ada tempat bisa melihat hiu paus tutul, tapi sayangnya kami tidak memiliki waktu untuk kesana karena lusa harus meneruskan perjalanan.

Saat pagi kami melihat sekitar rumah warga dan pinggiran pantai yang ditanami bakau. Siang harinya kami diajak oleh salah satu tetangga yang bernama Santuang berjalan agak jauh melihat lautan dan siang itu air surut, cantiknya melihat birunya laut dengan gradasi yang sangat indah, pasir seolah mengukir biota bawah laut dan jernihnya air di sini. Ikan-ikan kecil yang bergerombol menambah keistimewaan pantai yang ada di Biduk-biduk.

Setelah itu siangnya kami menuju Labuan Cermin, danau dua rasa. Selain Santuang kami ditemani oleh anak-anak pemilik rumah yaitu sang atlet kano bernama Are, 1 anak laki lainnya dan 2 anak perempuan kembarnya. Di Danau kami snorkeling berenang dan bermain air bersama. Anak kembar pemilik rumah ini ternyata sangat jago freedive. Setelah bermain air waktunya makan buah kelapa yang dipetik langsung dari pohonnya.

Malam harinya kami diajak ke Pelabuhan Sulaiman karena besok pagi kami harus segera menuju Berau untuk melanjutkan perjalanan menuju Kepulauan Derawan, yang ternyata dari sini sebenarnya bisa langsung menuju Pulau Maratua. Malam itu terlihat indah hamparan bintang di langit. Andaikan jika kami dapat melihat pelabuhan ini saat siang hari mungkin tak kalah cantik pemandangannya seperti pantai di Biduk-biduk.

Satu cerita lagi dari Berau, di sana masih berlaku sistem barter. Si ibu yang kami tempati rumahnya sering menukar hasil kebunannya dengan hasil laut para nelayan. Hasilnya kami selalu makan makanan hasil laut, rasanya berbeda segar sekali, yang paling diingat cuminya dan ikan putih, yang membuat berbeda juga karena di sana memasak dengan minyak kelapa yang diolah sendiri, jadi sangat menggugah selera makan.

Pagi itu kami melanjutkan perjalanan lewat darat selama kurang lebih 7 jam menuju Tanjung Batu (Berau), dari sana kami menuju Pulau Derawan menggunakan speed boat kecil. Sesampainya di sana kami langsung melihat sunset di pantai, tengah malamnya kami pergi ke dermaga untuk melihat lautan dan langit yang sangat terlihat cantik dengan hamparan bintang yang sangat banyak, saat itu kami melihat bintang atau meteor yang jatuh, sangat sering, itulah yang membuat perjalanan ini makin semakin berkesan.

Besok harinya kami menuju Pulau Kakaban, di sana kami melihat danau air tawar yang banyak ubur-ubur cantik berukuran besar dan kecil serta tidak menyengat. Perjalanan dilanjutkan menuju Laguna, yang untuk melihatnya kami harus meyusuri pantai dan melewati gua. Setelah itu kami menuju Gua Haji Mangku dan trip penutup hari ini menuju Pulau Sangalaki yang terkenal dengan biota bawah lautnya dan banyak manta di sana.

Di hari selanjutnya kami menuju pulau gusung atau pulau pasir Derawan yang kembali memanjakan mata kami dengan keindahan alamnya, perjalanan dilanjutkan Menuju Pulau Maratua yang punya julukan Maldives van Borneo, cantik sekali pulau ini serasa punya kolam renang yang sangat besar milik pribadi. Perjalanan ditutup dengan snorkling di sekitar Pulau Derawan tempat kami menginap, menikmati pemandangan terumbu karang dan biota bawah laut dan sesekali melihat penyu besar yang melintas. Begitulah indahnya kepulauan ini.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA