Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 18 Okt 2018 21:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Pantai-pantai nan Cantik di Malang Selatan

Rina Natalia
d'travelers
Foto 1 dari 5
Pantai Clungup
Pantai Clungup
detikTravel Community - Menghabiskan waktu weekend di Malang Selatan, bisa dengan menikmati pantai. Banyak pantai menawan yang akan menghipnotis kamu lho!

Hari Minggu, 14 Oktober 2018 lalu, saya dan keluarga berkesempatan menuju ke Malang Selatan. Ada puluhan pantai-pantai nan cantik di sana, dan kami bisa mengunjungi empat pantai di antaranya.

Tiga pantai pertama berada di area CMC (Clungup Mangrove Conservation) yaitu Pantai Clungup, Pantai Gatra dan Pantai Tiga Warna. Sedangkan satu pantai lagi berada di area lain, yang masih sejurusan yaitu Pantai Batu Bengkung.

Untuk menuju ke pantai-pantai ini dari kota Malang kami ambil arah Turen, selanjutnya mengikuti petunjuk arah Pantai Goa Cina. Jalan raya ke sini sudah bagus, di kanan kiri jalan banyak sawah-sawah dan hutan pohon jati.

Semakin dekat menuju pantai jalanan lumayan naik turun dan berbelok-belok, sampai kemudian kami menemukan persimpangan di mana terdapat plang bertuliskan CMC-Pantai Tiga Warna. Di samping plang itu ada jalan masuk semacam gang dan mobil kami lewat di situ sampai ke area parkir. Selanjutnya untuk menuju ke dalam CMC kami harus berjalan kaki yang lumayan, sekitar 1 km.

Setelah jalan kaki kami melihat gapura bertuliskan Clungup Mangrove Conservation, di mana terdapat jembatan yang menghubungkan menuju Pos Penjagaan. Oh ya, untuk masuk ke sini sebelumnya memang harus melakukan reservasi dulu setidaknya H-7 sebelum kedatangan. Karena area konservasi jadi memang jumlah pengunjung per harinya dibatasi maksimal 200 orang saja. Tujuannya untuk menjaga kelestarian pantai.

Barang-barang yang kami bawa diperiksa dan dihitung jumlahnya, terutama yang berpotensi menimbulkan sampah seperti air mineral botol, tissue, permen, rokok, bahkan pembalut wanita dan pantyliner.

Di sini kami juga diberi info kalau nanti kami akan didampingi Tour Guide (per rombongan 10 orang didampingi 1 Tour Guide), yang akan menemui kami di Pantai Gatra. Kami meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki lagi dan sampai di area terbuka dengan tanaman mangrove nan cantik di sana.

Pantai Clungup

Dari area mangrove tadi kami lanjut jalan kaki sebentar dan kami sampai di pantai pertama, Pantai Clungup. Pantai ini sekilas mirip dengan danau, airnya jernih dan tenang tanpa ombak. Suasananya relatif sepi, hanya terlihat sekelompok orang berenang di tepi pantai.

Pantai Gatra


Sekitar 10 menit jalan kaki dari Pantai Clungup, kami sampai di pantai kedua, Pantai Gatra. Di sini pantainya mulai berombak, dengan batu-batu karang di pinggir dan tengah pantai. Suasananya lebih ramai, banyak orang berenang dan bermain kano, tenda-tenda pengunjung yang didirikan di sekitar pantai, dan juga terdapat warung kecil dan toilet umum di sini.

Seperti yang diinfokan di Pos Penjagaan, di sini tour guide yang akan membawa kami ke pantai berikutnya datang menemui kami. Saya lupa deh namanya siapa, yang jelas orangnya tidak terlalu tinggi, pakai topi lebar dengan membawa tas selempang dan semacam tabung dari bambu. Dengan ramah si mas ini menyalami kami satu-satu seraya memberikan sekilas info, termasuk tabung tadi ternyata adalah tempat untuk menaruh puntung rokok.

Pantai Tiga Warna

Dari Pantai Gatra kami melanjutkan perjalanan ke pantai ketiga, jaraknya sekitar 20 menit. Perjalanan ke pantai ini lebih berliku dibanding 2 pantai sebelumnya. Ada jalanan yang sudah dipaving atau diaspal dan ada juga yang masih tanah atau makadam, tapi permukaannya sih sebagian besar sudah rata. Kanan kiri jalan yang kami lalui berupa perkebunan, dari pohon pisang, pohon kelapa, tanaman nanas, dll.

Rombongan kami jalan terus. Dan tidak rugi walau harus lelah jalan kaki karena pantai ini sungguh cantik banget! Bisa dibilang yang tercantik dibandingkan dengan 2 pantai sebelumnya.

Sesuai dengan namanya, air pantai ini memang ada 3 warna, gradasi: putih kecoklatan, hijau tosca dan biru. Terdapat batu-batu karang juga di pinggir dan tengah pantai. Bisa dibilang Raja Ampatnya Malang deh.

Mengikuti saran dari Mas Tour Guide, bahwa spot terbaik berfoto di pantai ini adalah dari atas tebing. Jadilah sebagian dari kami menuju kesana, letaknya di sisi kiri pantai kalau dari arah kami masuk tadi. Mungkin saya yang paling merasa takut naik ke sini. Padahal saya nggak phobia ketinggian dan sebenarnya tebing ini pun nggak tinggi-tinggi amat.

Cuma yang bikin takut karena spot fotonya di atas batu-batu di ujung tebing, tanpa pembatas dan langsung pantai di bawahnya, jadi jangan sembarangan selfie-selfie juga ya! Kami bergantian difotoin oleh si Mas Tour Guide. Jepret berkali-kali, orangnya baik dan memang bisa mengarahkan pose yang pas. Dan hasilnya bagus juga, keren!

Selama lebih kurang 1 jam kami berada di pantai ini, asli, memang bikin betah dan jujur saya sendiri ingin lebih lama lagi. Namun karena rombongan kami memutuskan untuk kembali dengan naik perahu motor ke tempat awal, jadinya sebisa mungkin nggak kesorean sebelum air laut pasang.

Kami melewati tebing tempat kami foto-foto tadi, jalan kaki sedikit naik lalu belok kanan jalanan menurun sampai di jembatan kecil. Di bawah sana perahu motor untuk kami tertambat dan kami turun satu per satu dibantu oleh si Mas Tour Guide dan tukang perahu.

Perjalanan kembali dengan naik perahu motor ini memang tidak terlalu lama sekitar 10-15 menit saja. Tapi saya pribadi sangat menikmatinya. Yup, saya selalu suka naik perahu atau kapal di tengah pantai seperti ini, feel free and independent! Dan tidak lama kami sampai di semacam pelabuhan kecil sekaligus Pasar Ikan, kami semua turun di situ sekaligus berpisah dengan Mas Tour Guide.

Pantai Batu Bengkung

Kami meninggalkan area CMC ini dengan naik mobil lagi dan menuju ke pantai keempat (terakhir), Pantai Batu Bengkung. Perjalanan cukup lancar dan pantai ini memang relatif mudah dijangkau. Area parkirnya luas banget dan ramai pengunjung.

Terdapat toko dan warung yang berjejer di sepanjang kawasan pantai ini, juga toilet umum dan mushola. Kami semua turun dari mobil dan mencari tempat yang tidak terlalu panas untuk kami duduk makan siang.

Pantai ini banyak terdapat batu karang yang tinggi dan besar, beda ukuran dan bentuk dibandingkan dengan pantai-pantai di area CMC tadi. Ombaknya pun besar dan bergulung-gulung. Keren!

Terdapat tulisan juga 'Dilarang Berenang di Pantai Ini'. Pasir pantai ini berwarna kecoklatan dan agak kasar karena mengandung kerikil kecil bercampur kulit kerang. Kami menghabiskan sisa waktu di sini dengan berjalan-jalan dan foto-foto. Saya dan adik saya mampir juga di salah satu warung untuk beli Es Kelapa Muda. Kami beli 1 kelapa utuh untuk berdua, dengan harga Rp 10 ribu saja.

Menjelang sore kami menempuh perjalanan kembali ke kota Malang dan tiba di waktu menjelang Maghrib. Thank God again for His Blessings! Sepanjang perjalanan ini lancar, drivernya pun baik, tidak ada hambatan yang berarti. Menyenangkan!
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED