Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 19 Okt 2018 22:30 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Pelestarian Pantai di Malang Ini Patut Ditiru

Majawati
d'travelers
Foto 1 dari 5
Pantai Tiga Warna, Sumbermanjing Wetan Malang
Pantai Tiga Warna, Sumbermanjing Wetan Malang
detikTravel Community - Keindahan pantai dapat kita nikmati karena pengelolaan yang baik serta kesadaran pengunjungnya. Inilah pantai di Malang yang upaya pelestariannya patut ditiru.

Bila di zaman dulu orang membawa makan di rantang dan menyajikannya di daun pisang, sekarang kebiasaan itu berubah. Makanan dan minuman kemasan menjadi pilihan praktis saat ini.

Traveler seringkali tak mau pusing dengan urusan ini. Sementara petugas kebersihan tidak bertugas membersihkan setiap saat dan jumlahnya tak sebanding dengan luapan sampah itu.

Pantai Tiga Warna di Desa Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang menerapkan aturan ketat bagi pengunjung. Ini adalah wilayah konservasi.

Ketika mengunjungi Pantai Tiga Warna, traveler akan terikat dengan berbagai aturan diberlakukan. Mulai dari reservasi sebelum kunjungan, pembatasan jumlah pengunjung per hari maksimal 100 orang. Pemeriksaan barang-barang bawaan pengunjung dengan tujuan barang yang dibawa akan dicatat dan diperiksa kembali saat meninggalkan pantai.

Terutama barang-barang yang berpotensi menjadi sampah. Selama kunjungan setiap 10 peserta akan didampingi oleh seorang local guide. Ada pembatasan untuk setiap kelompok hanya berkunjung sekitar 2 jam saja atau berkemah. Apakah sulit untuk menuju Pantai Tiga Warna sehingga perlu dipandu? Sebenarnya tidak, namun lokal guide punya peran ganda, di samping penunjuk jalan, juga sekaligus pengawas untuk menjaga ketertiban atas aturan ketat yang dibuat.

Pantai Tiga Warna termasuk dalam wilayah Clungup Mangrove Conservation (CMC). Oleh sebab itu untuk mengunjungi Pantai Tiga Warna, akan sekaligus dapat menikmati 3 pantai lainnya secara bersamaan, yaitu Pantai Clungup yang terdapat konservasi tanaman bakau, berlanjut ke Pantai Watu Pecah, Pantai Gatra dan Pantai Tiga Warna.

Dengan biaya masuk Rp 10.000 per orang, serta Rp 100.000 biaya local guide, keindahan yang disodorkan pantai ini benar-benar memukau. Kita bisa menikmati keindahan pasir putihnya nan lembut. Pengunjung yang terbatas sehingga suasana pantai tidak padat orang. Bermain ombak di tepi pantai tanpa berdesak-desakan. Memotret spot-spot cantik dengan leluasa.

Aturan ini sangat berdampak positif. Pantai-pantai ini benar-benar bebas sampah. Pengunjung diwajibkan membawa pulang sampahnya masing-masing. Bila ada yang kurang dari yang telah tercatat akan dikenakan denda. Semua aturan itu bukanlah bermaksud membebani pengunjung, tetapi sebanding dengan keindahan yang dapat dinikmati. Laksana perawan dengan kecantikannya yang lugu alami. Mengunjunginya menimbulkan rasa sayang, ingin melindunginya dari kebiasaan-kebiasaan pengunjung yang kurang bertanggung jawab.

Di sini pengunjung juga bisa mendirikan kemah. Terdapat persewaan peralatan snorkling bagi pengunjung yang berminat. Ada dua warung yang berjualan minuman dan makanan di sana. Meskipun demikian tidak ada sampah berserakan di tepi pantai. Pengunjung yang kehausan dan membeli minuman botol akan membawa pulang kembali botol kemasannya. Begitu pula bagi pengunjung yang merokok, setiap local guide membawa tabung bambu sebagai tempat putung rokok.

Local guide adalah warga setempat yang dilibatkan dalam upaya menjaga keasrian wilayah pantai ini. Selain itu mereka juga mendapat lapangan kerja sebagai guide. Kawasan ini libur setiap hari Kamis, karena waktu itu digunakan untuk membangun infrastruktur jalan setapak dengan melakukan pemasangan batako ataupun penyemenan.

Di wilayah Malang Selatan sekarang ada banyak pantai yang dibuka untuk tujuan kunjungan wisata. Oleh sebab itu mendapat julukan jelajah seribu pantai.

Alangkah bijaknya bila setiap pengunjung tidak saja mau menikmati keindahan pantai tetapi juga disertai kesadaran untuk berperan aktif ikut menjaga kebersihan, keasrian di lingkungan pantai. Cara yang termudah adalah membawa pulang kembali sampah-sampah dampak kunjungan mereka. Agar keindahan dan kebersihan pantai di wilayah Malang Selatan dapat terjaga dan dapat dinikmati oleh anak cucu kita.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED