Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 11 Nov 2018 10:40 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Serasa di Eropa, Padahal di Malaysia

Ira Filanisa
d'travelers
Foto 1 dari 5
Rumah klasik di Jonker Street, Chinatown
Rumah klasik di Jonker Street, Chinatown
detikTravel Community - Melaka di Malaysia menyajikan suasana seperti di Eropa. Banyak bangunan kuno bergaya Eropa yang masih berdiri tegak di sana.

Melaka menjadi salah satu tujuan liburan favorit saya di Malaysia. Kota ini mempunyai daya tarik tersendiri dari bangunan prasejarahnya yang dibangun oleh bangsa Portugis, Belanda dan Prancis.

Hebatnya bangunan prasejarah tersebut masih sangat terawat hingga saat ini. Bahkan Melaka sering disebut dengan Eropanya Malaysia karena bangunan dan lingkungannya yang masih klasik.

Selain bangunan bernuansa Eropa, kita juga bisa lihat suasana Asia. Dekat area Jonker Street, saya dapat banyak spot foto yang instagramable banget yaitu rumah-rumah klasik arsitektur China di Chinatown. Meskipun bangunan klasik tapi nggak terkesan kuno. Karena bangunan Chinatown di Jonker Street sungguh penuh warna, unik dan berbeda.

Setelah puas berfoto di Chinatown kita akan melewati jembatan Tan Kim Seng. Tan Kim Seng ini diambil dari nama pengusaha asal Melaka yang dulu berdagang di Singapura. Nah, dari jembatan ini juga bisa lihat pemandangan yang bagus banget.

Kita akan langsung melihat Sungai Melaka yang bersih dan di tepi sungai ada pemandangan indah bangunan Portugis dan arsitektur oriental yang sangat memesona. Selain itu kita bisa lihat juga perahu wisata yang berlalu-lalang di sungai Melaka.

Tidak kalah menarik dengan Chinatown, setelah menyeberang Sungai Melaka saya menuju bangunan Portugis yaitu A Famosa. A Famosa merupakan benteng peninggalan bangsa Portugis yang dahulu pernah menguasai Melaka. Benteng tersebut masih lengkap dengan meriamnya juga lho. Bangunan benteng bersejarah ini mendorong saya untuk berfoto-foto dengan tema monumental.

Tempat paling terkenal lagi adalah bangunan Belanda yang sangat mencolok dan menarik perhatian dari seberang Chinatown. Bangunan tersebut adalah Gereja Kristus dengan warna merahnya yang khas.

Gereja ini paling terkenal di Melaka, karena merupakan salah satu gereja tertua di Malaysia. Kesan elegan klasik dapet banget nih di gereja ini. Selain itu juga ada bangunan peninggalan Portugis yang bernuansa merah yaitu bangunan Stadthyus yang terkenal akan menara jamnya.

Selain berburu foto dan menikmati arsitektur ala Eropa di Melaka, kita juga bisa mengunjungi wisata malam yang terkenal banget di Melaka yaitu pasar malam di Jonker Street. Jonker Street itu tempat berbelanja suvenir dan juga wisata kuliner khas Malaysia.

Pokoknya bermacam-macam suvenir khas Melaka bisa ditemukan di sini yang mulai aktif dari sore menjelang malam hingga pukul 11.00 malam. Saat ke Jonker Street, saya harus siap sedia untuk perlindungan tubuh. Perjalanan jauh saat traveling pasti membuat badan cepat capek dan rentan sakit.

Apalagi angin malam di Jonker Street yang bisa bikin masuk angin. Nggak enak banget kan lagi asik belanja di Jonker Street tiba-tiba masuk angin dan tidak enak badan. Tips dari saya untuk mengatasi masuk angin, saya tidak pernah lupa mengantongi Tolak Angin setiap bepergian.

Seperti saat saya ke Jonker Street, nggak lupa minum Tolak Angin dulu. Karena Tolak Angin ini cocok banget bagi yang suka jalan-jalan jauh seperti saya dan Tolak Angin juga sudah teruji khasiatnya untuk memelihara dan menjaga daya tahan tubuh kita agar selalu fit. Jadi, nggak ada lagi masuk angin gara-gara traveling ya.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED