Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 11 Nov 2018 11:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

6 Kuliner yang Siap Goyang Lidah Wisatawan di Lombok

Ira Filanisa
d'travelers
Foto 1 dari 5
Sate Pusut
Sate Pusut
detikTravel Community - Liburan di Mataram, Lombok kurang lengkap kalau belum icip-icip kulinernya. Dari ayam Taliwang sampai Sate Rembiga, semuanya wajib dicoba.

Apa yang ada di benak kalian tentang makanan Lombok? Kalau saya langsung terpikir cabai. Karena sebelum ke Lombok yang saya tahu makanan dari Lombok itu hanya Ayam Taliwang, dan pernah coba itu di Bandung yang rasanya sangat pedas! sampai saat makan pun nangis dan belikat pegal saking pedasnya.

Jadi terpikirnya cuma cabai tentang makanan Lombok. Nah sekarang saya sudah ke Lombok, NTB nih tepatnya ke ibu kotanya, Mataram, yang punya banyak pilihan tempat wisata kuliner. Bener gak sih citra cabai di otak saya ini tentang makanan di Mataram? Ini dia cerita dan 6 rekomendasi makanan Lombok versi saya:

6. Beberuk Terong

Di sini saya akan sebutkan dari tingkat rasa. Mulai dari yang tingkat akhir ya, yaitu Beberuk Terong. Beberuk Terong adalah terong bulat mentah dan kacang panjang yang dipotong kecil-kecil lalu dicampur aduk dengan sambal tomat yang segar dan juga pedas.

Bagi pencinta lalap harus cobain ini! Rasanya itu pedas asam dan segar sekali. Tingkat kepedasannya itu nikmat nggak bikin sakit lidah. Beberuk Terong ini sangat cocok jika dimakan bersama Ayam Taliwang. Nah untuk harga tenang saja, murah kok, cuma Rp 7.000 porsi.

5. Ayam Taliwang

Ayam paling terkenal nih, Ayam Taliwang. Pilihannya ada tiga, ayam bakar, ayam goreng dan ayam pelecing. Si Ayam Taliwang ini rasanya gurih, pedas dan ada rasa kencurnya. Tetapi, rasanya ternyata tidak sepedas Ayam Taliwang yang saya makan di Bandung.

Entah memang asli Lombok tidak terlalu pedas atau restoran yang penyajiannya tidak terlalu pedas. Harganya lumayan mahal Rp 50.000 per ekor.

4. Nasi Puyung

Nasi yang satu ini tidak boleh dilewatkan oleh pecinta pedas. Nasi Puyung adalah nasi putih dengan lauk pauk kacang goreng, ayam suir kering, telur bulat bumbu, sambal daging bebek (bebek mercon) dan kentang mustofa.

Rasa nasi campur ini sangat pedas! Pedasnya berasal dari bebek mercon. Jadi bebek mercon itu kayak bebek yang sudah diungkep lama, dagingnya sudah lunak dan disuwir kecil-kecil (hampir bubuk) lalu diberi bumbu sambal.

Rasanya enak, meskipun pedas tapi pedasnya bikin nafsu makan meningkat dan memang si Nasi Puyung terkenal dengan sambal daging yang pedasnya tingkat tinggi. Jadi yang suka pedas pasti kalian suka Nasi Puyung. Harganya cukup murah hanya Rp 25.000 porsi.

3. Sate Pusut Lombok

Nah yang satu ini sate idola saya, Sate Pusut! Sate ini terbuat dari daging cincang dan kelapa parut dicampur bumbu rempah-rempah lalu dikepal-kepal pada tusukan sate dan dibakar. Dari dulu penasaran sekali sama Sate Pusut ini kelihatannya lezat.

Ternyata benar, masyaAllah enaknya sate ini. Rasa gurih dari daging dan dari kelapa sangat terasa, bumbu rempahnya tuh pas. Ada rasa pedasnya juga sedikit. Teksturnya kenyal dan kasar dari kelapa parutnya bikin tambah mantap. Nggak akan kecewa sama Sate Pusut ini, harganya Rp 25.000 per 5 tusuk lumayan mahal, tapi worth it kok.

2. Plecing Kangkung

Buat pecinta lalap lagi nih. Plecing Kangkung adalah hidangan kangkung dan toge tebus lalu disiram sambal tomat yang pedas tentunya. Plecing Kangkung biasanya dimakan bersama Ayam Taliwang atau dengan sate.

Harganya sangat terjangkau cuma Rp 7.000 porsi. Rasanya pedas segar dan kangkungnya juga lebih renyah karena pakai kangkung air. Cocok sekali dimakan sama daging-dagingan. Murah tapi sehat, dan meningkatkan nafsu makan karena rasa pedasnya nggak terlalu berlebihan. Nah terakhir nih di bawah ini juara kuliner Lombok versi saya:

1. Sate Rembiga

Sate Rembiga ini adalah sate sapi, tapi rasanya beda dari yang lain. Menurut selera saya ini sangat enak. Pedas, manis dan gurih jadi satu di sate ini. Ada rasa ketumbarnya yang bikin berbeda.

Dagingnya empuk sekali dan manis satenya bikin nagih. Konon katanya sapi di NTB itu dagingnya manis-manis karena sapi dilepas di padang rumput tidak di kandang dan makan rumput langsung di padang rumput.

Selama saya di Lombok 3 hari 2 malam saya makan Sate Rembiga ini 3 kali saking enaknnya. Sate rembiga biasanya dimakan bersama Sop Bebalung dan Plecing Kangkung. Harganya cukup terjangkau kok cuma Rp 20.000 porsi.

Itu dia rekomendasi kuliner Mataram, Lombok versi saya. Juaranya adalah Sate Rembiga. Ternyata citra cabai di otak saya tentang Lombok memang benar, semua makanan di atas semuanya pedas. Oh ya, rasa pedas Lombok nggak akan bikin kamu sakit perut, tenang saja.

Dari cerita penjual Nasi Puyung katanya cabai Lombok diproses masak dulu, entah saya lupa dia bilang dipindang atau apa ya, karena proses tersebut cabai Lombok tidak akan bikin sembelit.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED