Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 15 Mar 2020 14:21 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Keajaiban Tana Toraja, Makam Vertikal di Atas Tebing

Wayan Pai
d'Traveler
Tau Tau di Goa Londa
Tau Tau di Goa Londa
Makam Bangsawan Sangalla di Suaya
Makam Bangsawan Sangalla di Suaya
Peti mati , tengkorak  tulang jenazah yang di letakkan di dalam Gua
Peti mati , tengkorak tulang jenazah yang di letakkan di dalam Gua
Liang Pa makam batu berbentuk Oval di Sesehan
Liang Pa makam batu berbentuk Oval di Sesehan
Situs Megalitikum Kalimbuang Bori
Situs Megalitikum Kalimbuang Bori
detikTravel Community -

Tana Toraja menyimpan keajaiban yang mesti traveler lihat. Di sana ada makam-makam yang berada di atas tebing. Sudah pernah ke sini belum?

Melancong ke Sulawesi Selatan, ada satu destinasi lagi yang wajib traveler kunjungi. Sudah pernah dengar Tana Toraja tentunya bukan?

Kali ini kita mengajak wisata ke kuburan tua. Perjalanan via darat dari Makassar ditempuh selama 7 jam untuk sampai di ibukota kabupaten Toraja Utara Rantepao. Jangan takut bosan selama perjalanan.

Kami memang sengaja menyewa kendaraan bersama teman-teman tujuannya tentu supaya bisa rehat sambil menikmati kopi khas Toraja yang sudah terkenal dan pisang manis khas daerah Enrekang, sekalian mencoba kuliner khas Sulawesi yang berbeda dari daerah lain.

Saat Setibanya di kota Rantepao, terlihat gapura klasik yang dipenuhi ukiran khas Toraja yang bagian tengahnya terdapat patung kepala Kerbau dengan tanduknya yang panjang. Berhubung  kami sampai malam hari, jadi kami langsung ke hotel untuk beristirahat.

Tujuan pertama, kami memasuki kawasan tempat penyimpanan mayat yang diperuntukan bagi leluhur Toraja dan keturunannya di Gua Londa, dengan diantar oleh seorang pemandu yang juga warga desa Londa.

Cukup membayar Rp 10.000 dan sewa lampu petromax sebagai penerangan di dalam gua, kami pun segera memasuki gua-gua dalam tebing yang dipenuhi peti jenazah yang bertumpuk-tumpuk. Ada berbagai alasan mengapa jenazah tersebut disimpan di dalam liang-liang bukit.

Salah satunya adalah menunggu kerabat yang sedang merantau untuk memberi penghormatan kepada jenazah atau menunggu biaya terkumpul untuk membeli hewan korban yang banyak mengingat upacara  Rambu Solok memakan biaya cukup mahal. Masyarakat Toraja percaya bahwa semakin tinggi seseorang dimakamkan, semakin mudah jalan menuju nirwana atau surga.

Di tebing ini kita juga dapat melihat Tau-Tau berjejer. Tau-Tau adalah patung yang dibuat sebagai simbol orang yang sudah mati. Patung-patung ini hanya dibuat untuk orang-orang dengan status sosial yang tinggi, karena untuk membuatnya saja keluarga mendiang harus menyembelih beberapa ekor kerbau terlebih dahulu.

Berikutnya kita akan ke Suaya, ke tempat makam raja-raja Sangalla dan keluarganya. Kami diberi tahu tujuan selanjutnya adalah Daerah Sangalla terletak di sebelah timur Makale sekitar 10 km.

Pada tahun 1972, saat itu  Rambu Solo Puang Sangalla didokumentasikan oleh National Geographic sehingga menjadikan Tana Toraja mulai masyhur di dunia internasional. Semenjak itu, banyak wisatawan dari berbagai penjuru dunia datang ke Toraja dan menyaksikan upacara Rambu Solo.

Uniknya di tempat ini banyak Tau Tau tidak dipajang. Lho kenapa disimpan? Ternyata karena Tau-tau rawan dicuri. Banyak orang asing ingin mengoleksi Tau-tau, sehingga disimpan di bawah rumah Tongkonan oleh pihak keluarga yang berhak.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA