Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 05 Des 2018 10:22 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Wisata Kuliner di Penang, Siapa Mau Coba?

Almira Santoso
d'travelers
Foto 1 dari 5
Kek Lok Si Temple
Kek Lok Si Temple
detikTravel Community - Malaysia bukan cuma Kuala Lumpur. Ada kota Penang yang menyimpan berbagai keindahan, kuliner salah satunya.

Untuk pecinta kuliner belum sah jika belum menginjakkan kaki di Penang. Mulai makanan tradisional hingga modern ada disini. Begitu juga dengan kotanya yang unik. Budayanya yang masih kental bergandengan dengan berkembangnya kota sebagai kota yang modern. Banyaknya rumah sakit yang kompeten dengan harga relatif murah juga membuat Penang menjadi alternatif berobat penduduk Indonesia teruatama yang berada di Pulau Sumatera karena jaraknya yang relatif dekat. Mural-mural di jalanan Georgetown juga manis pemandangan kota. Penang mempunya banyak alasan untuk di kunjungi.

Bagi kalian yang ngaku pecinta kuliner belum sah rasanya jika belum berkunjung ke Penang, Malaysia. Penang terletak di bagian barat laut Malaysia berbatasan dengan Selat Malaka. Selain makanannya yang enak tahukah kalian kalau Penang juga terkenal untuk berobat? Bagi masyarakat yang tinggal di Pulau Sumatera, Penang menjadi salah satu alternatif tempat untuk berobat. Diantaranya karena jarak yang dekat dari Pulau Sumatera dibandingkan harus ke Jakarta,sehingga harga tiket pesawat ke Penang jauh lebih murah.Tenaga ahlinya lengkap dan kompeten, beberapa rumah sakit di Penang juga dikelola organisasi non profit sehingga harganya lebih terjangkau, bukan itu saja bahkan ada beberapa rumah sakit memiliki fasilitas penjemputan gratis dari bandara Penang International Airport menuju rumah sakit. Untuk komunikasi dengan dokter jangan khawatir, karena kebanyakan dokter bisa berbahasa Melayu, Inggris, dan Mandarin. Selain itu peninggalan-peninggalan sejarah juga ada disini. Penang memang mempunyai banyak alasan menggoda untuk dikunjungi.

Georgetown merupakan kawasan paling sibuk di Penang. Georgetown berjarak 16 km dari Penang International Airport. Di kawasan Georgetown ini, kita bisa melihat bangunan-bangunan tua jaman dahulu yang masih terawat dan dibiarkan seperti aslinya. Mural-Mural unik yang ada di sudut-sudut jalanan Georgetown pun ikut menambah daya tarik wisatawan yang datang. Kawasan kulinernya jangan ditanya, mulai dari makanan tradisional hingga cafe pun ada di sini.

Bangun dan bergegas ke Komtar. Komtar adalah salah satu bangunan tertinggi yang ada di Penang. Di bawahnya merupakan stasiun bus. Kek Lok Si Temple adalah tujuan saya hari ini. Kek Lok Si adalah Kuil Budha terbesar di Malaysia. Tanpa menunggu lama saya pun menaiki bus jurusan Air Itam. Begitu sampai, anda akan diturunkan dekat pasar. Nah waktunya kulineran dalam hati saya, sebelum naik ke atas untuk melihat Kek Lok Si, tidak ada salahnya sedikit mengganjal perut yang mulai keroncongan ini, akibat belum sarapan. Melihat kanan dan kiri akhirnya mata saya tertuju kepada Asam Laksa Ait Itam. Antrian yang panjang tidak membuat rasa penasaran saya pupus untuk mencoba rasanya. Benar saja rasanya benar-benar nikmat. Setelah kenyang dan saya pun siap melanjutkan perjalanan. Untuk mencapai kuil,lumayan dibutuhkan stamina karena jalanan yang menanjak. Bagi kalian yang tidak ingin melalui jalan yang menanjak ini bisa langsung menyewa taksi yang langsung membawa kalian ke atas. Karena baru saja makan pikir saya, tidak ada salahnya jalan sambil melihat pedagang-pedagang yang menajajakan barang dagangannya di sepanjang jalan menuju kuil.

Kebanyakan dari mereka menjajakan suvernir khas Penang. Kuilnya besar dan megah. Didalam komplek kuil ini, kalian bisa melihat Pagoda yang memliki 7 tingkat dan terdapat juga patung Dewi Kuan Yin setinggi kurang lebih 36 meter. Dewi ini sering disebut sebagai Goddess of Mercy atau dewi welas asih.Setelah puas melihat-lihat dan berfoto saatnya saya melanjutkan perjalanan. Penang Hill tujuan saya selanjutnya. Kek Lok Si dan Penang Hill hanya berjarak 13 km. Menunggu bus jurusan Penang Hill di Air Itam cukup menguji kesabaran, dikarenakan jarangnya bus yang lewat dengan tujuan Penang Hill dan tempat menunggu yang tidak nyaman. Setelah lama menunggu akhirnya saya putuskan untuk menyewa taksi saja demi menghemat waktu dan tenaga. Penang Hill juga sering disebut sebagai Bukit Bendera. Untuk melihat pemadnagan Georgetown bisa dengan berjalan kaki atau lebih mudahnya dengan naik kereta. Tiket pulang perginya sekitar 30RM atau sekitar Rp. 105.000. Matahari kembali ke peraduannya, siang pun berganti malam. Lampu-lampu Georgetown mulai dinyalakan, dari sinilah anda akan melihat pemandangan Georgetown. Pemandangan yang sangat indah nan romantis untuk menutup hari.

Wisata kuliner sambil berburu foto di mural-mural seru juga pikir saya. Sengaja saya memesan hotel tanpa paket makan pagi, supaya bisa mencicipi kuliner di kota ini. Baiklah kita mulai. Dim Sum! Harga Dim Sum yang relatif murah dengan porsi yang banyak memang sudah menjadi incaran saya sebelum pergi. Sebut saja Leong Kee Restaurant dan Taitong Restaurant. Perlu diingat Restaurant ini tidak halal yah. Untuk anda yang ingin berburu breakfast halal ada Nasi Lemak Ali dekat dengan Fort Cornwallis. Fort Cornwallis merupakan Benteng terbesar di Malaysia. Atau mungkin anda ingin mencicipi Nasi Kandar Line Clear, nah Nasi kandar ini buka 24 jam loh. Jangan tertipu dengan tulisan nasi kandar yang berada di depan gang Line, karena nasi kandar yang asli berada di dalam gang. Patut di coba bukan?

Selesai sarapan mari kita melanjutkan perjalanan dengan berburu mural. Salah satu mural yang terkenal ada di Beach Street, yaitu dua anak sedang bersepeda. Banyak turis yang berfoto disini jadi harap sabar mengantri demi hasil foto yang bagus yah gaes. Mural selanjutnya ada di Lebuh Ah Quee, yaitu mural Bruce Lee sedang menendang kucing. Satu lagi mural yang keren menurut saya ada di Lorong Lumut, mural wanita India bersimpuh seolah-olah berada di bawah akar pohon besar. Street Art Penang memang perlu di acungi jempol.

Saatnya makan siang. Cari tempat makan yang komplit yuk, yang menyediakan makanan sekaligus dessert. Cuaca yang terik bawaannya pengen makan yang segar-segar dan dingin. Lebuh Kweng Kwee (Penang Road) menjadi pilihan saya untuk siang ini. Di jalan ini terkenal dengan Penang Road  kwetiauw dan cendolnya. Antri untuk dapat tempat duduk dan antri untuk memesan cendol dan kwetiauwnya menambah perut yang sudah lapar ini berbunyi. Mari makan!

Jangan makan terlalu kenyang kalau di Penang. Masih ada lagi beberapa tempat kuliner yang wajib di coba yaitu Mie Udang Hokkian 888. Restaurantnya buka sekitar jam 5 sore. Terletak di Lebuh Pesgrave. Disini juga dijual cendol yang rasanya menurut saya tidak jauh berbeda dengan cendol yang tadi siang baru saya makan.

Karena terakhir makan jam 5 sore tadi, sekitar jam 9 malam saya kelaparan. Kenapa bawaannya lapar terus yah kalo di Penang? hahaha. Menurut informasi dari penduduk setempat ada kuliner malam lezat lainnya , yaitu Nasi Kandar Beratur dekat tempat saya menginap. Dilihat dari namanya pasti sudah tahu kenapa disebut beratur, karena waktu membelinya harus mengantri dan membuat barisan yang teratur. Sebelum jam 10 antrian sudah terlihat, padahal mereka baru saja beres-beres untuk mulai berjualan. Tapi antriannya sudah lumayan panjang. Nasi kandar beratur ini bersebelahan dengan Mesjid Kapitan Keling . Mesjid ini dibangun di abad ke 19. Jadi sambil mengantri sekalian melihat salah satu mesjid tertua disini.

Selain bangunan tua bersejarah, rumah sakit dengan dokter-dokter handal, kuliner yang lezat, Penang juga memiliki pantai. Jika anda mempunyai waktu luang sempatkan diri ke kawasan Batu Ferringhi.

Jadi jangan ragu lagi untuk berkunjung, segera beli tiket dan berangkat ke Penang!

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED