Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 23 Jan 2019 15:40 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Liburan ke Sumedang, Ini Destinasinya

Dewi Puspasari
d'travelers
Foto 1 dari 3
Kampoeng Wisata Ciherang
Kampoeng Wisata Ciherang
detikTravel Community -

Sumedang begitu lekat dengan wisata kuliner tahu. Bukan cuma kulineran, ini destinasi Sumedang yang wajib kamu jelajahi.

Menuju Sumedang, kami memilih melewati Tol Cipali dan kemudian keluar Gerbang Tol Cikedung. Kami kemudian melewati sebagian Indramayu sebelum kemudian memasuki wilayah Sumedang.

Sepanjang perjalanan menuju kota Sumedang kami disambut oleh pemandangan indah nan segar dari perkebunan jati hingga persawahan.

Sumedang termasuk dekat dari Jakarta dan Bandung. Waktu tempuh dari Jakarta dengan rute tol Cipali hanya berkisar empat jam. Sedangkan dari Bandung tentunya lebih dekat, hanya sekitar 2 jam..

Jalanan di pusat kota Sumedang rata-rata tidak lebar dan sarat akan kendaraan. Selama di kota kami bisa berwisata budaya, dari Alun-Alun Sumedang, Masjid Agung Sumedang, Taman Endog (Egg Park), hingga Museum Geusan Ulun.

Kami hanya melewati taman dengan Monumen Telur karena monumen tersebut sedang direnovasi. Monumen ini dibangun tahun 1990 dan menurutku merupakan ikon kota yang unik.

Aku bertanya-tanya kenapa telur yang dijadikan monumen? Sumedang tidak seperti Brebes yang terkenal akan telur asinnya. Eh ternyata hal ini berkaitan dengan konsep penciptaan. Monumen Endog ini memiliki tujuan agar warga Sumedang ingat akan konsep penciptaan alam.

Kami kemudian menuju Alun-Alun Sumedang yang bersebelahan dengan Masjid Agung Sumedang. Kedua tempat ini berada di jalan Prabu Geusan Ulun.

Daya tarik Alun-Alun Sumedang yaitu tempatnya yang asri, memiliki banyak bangku dan di tengah-tengah taman terdapat Tugu Lingga.

Monumen ini telah berusia sekitar satu abad untuk mengenang jasa Pangeran Aria Suriatmadja. Di monumen terdapat tulisan menggunakan aksara Sunda dan tulisan latin berbahasa Sunda.

Madjid Agung yang terletak di sebelah Alun-Alun juga merupakan bangunan bersejarah. Tempat ibadah ini memiliki menara yang indah dan berukuran cukup besar, sehingga bisa menampung banyak jamaah.

Masjid ini memiliki atap bertingkat dengan bagian atas seperti limas seperti perpaduan gaya bangunan Jawa, Islam, dan China. Ada banyak tiang penyangga di masjid yang dibangun sekitar tahun 1850 ini yang menambah kekhasan bangunan masjid.

Di seberang masjid terdapat banyak bangunan pemerintahan. Salah satunya adalah Gedung Negara yang masuk dalam kompleks Museum Geusan Ulun.

Tujuan utama kami di kawasan ini adalah museum Sumedang. Kami mendapat wawasan sejarah Kerajaan Sumedang Larang yang didirikan oleh salah satu keturunan Kerajaan Pajajaran.

Museum Geusan Ulun memiliki banyak koleksi bersejarah. Di sini pengunjung bisa melihat koleksi wayang dan gamelan. Di gedung sebelah terdapat kereta pusaka. Di bagian lain terdapat koleksi mebel seperti meja kursi dan tempat tidur.

Yang paling berharga ditempatkan di satu gedung dan wisatawan tidak diperkenankan merekam gambar dalam bentuk foto atau video. Di sini koleksinya terdiri atas senjata pusaka dan benda berharga milik sang raja.

Puas mendapat asupan ilmu sejarah, waktunya mendinginkan kepala dengan menikmati hal yang indah-indah. Ada banyak pilihan wisata alam di sini dari air terjun, hutan, pegunungan, atau danau.

Kami kemudian meluncur ke Kampung Wisata Ciherang. Tantangan menuju ke tempat ini adalah jalanannya yang sebagian kurang mulus dan tidak lebar. Kami harus ekstra hati-hati. Rupanya hal ini juga kami alami ketika menuju Curug Cigorobog dan tempat wisata alam lainnya.

Di Kampung Wisata Ciherang, pengunjung menikmati wisata alam berupa hutan pinus. Hawanya segar. Wisatawan dapat melakukan kegiatan outbound atau sekedar duduk-duduk dan berfoto di sini.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA