Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 07 Feb 2019 13:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Surga Tersembunyi di Sumatera Utara

Almira Santoso
d'travelers
Foto 1 dari 5
Sarapan di Restauran yang menghadap ke sungai
Sarapan di Restauran yang menghadap ke sungai
detikTravel Community - Tangkahan, punya alam yang asri dan bikin betah siapapun yang datang. Inilah surga tersembunyi di Sumatera Utara. Seperti apa?

Tangkahan sering kali di sebut sebagai Hidden Paradise in Sumatera. Saya rasa sebutan tersebut tidak belebihan. Karena memang benar adanya, mulai dari lingkungan alam yang masih asri hingga pusat penangkaran gajah.

 Berlokasi di Desa Namo Sialang, kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat berjarak kurang lebih 124 km dari Medan. Kawasan Wisata Tangkahan berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Leuser. Butuh waktu sekitar 4 jam untuk sampai ke sini. Akses jalan masuk pun belum teraspal semua. Kanan kiri terdapat kebun sawit. Mata pencaharian masyarakat disini kebanyakan sebagai petani sawit.

Tangkahan kebanyakan dikunjungi oleh wisatawan asing. Bahkan disini ada sekolah yang didirikan warganya untuk memberikan pelajaran Bahasa Inggris loh. Pelajaran bahasa inggris ini yang mengajar kebanyakan adalah guide wisatawan atau bahkan wisatawan asing yang lama tinggal di sini. Suasana kekeluargaan yang hangat bisa kalian rasakan ketika datang kesini. Seperti tidak ada jarak antara wisatawan dengan penduduk sekitar.

Penginapan-penginapan di Tangkahan kebanyakan dikelilingi oleh sungai. Sungai yang mengalir di Tangkahan ini bernama Sungai Buluh dan Sungai Batang. Sungai ini dangkal dan memiliki air yang jernih, sehingga wisatawan bisa duduk-duduk santai hingga berendam di sungai ini. Suasana yang sepi dan asri bikin kamu malas beranjak. Jadi jika datang ke Tangkahan siapkan minimal 1 hari untuk sekedar berleha-leha dan bersantai di pinggir sungai ini yah.

Di Tangkahan anda bisa melakukan berbagai kegiatan alam yang menyenangkan. Salah satunya menunggangi gajah di hutan liar. Sambil menunggangi gajah ini, wisatawan akan di berikan edukasi mengenai hutan oleh para pawangnya. Kegiatan selanjutnya adalah memandikan gajah. Wisatawan akan diberikan satu buah sikat kecil untuk menggosok badan si gajah. Sesekali si gajah akan mengambil air sungai melalui belalainya kemudian iseng menyemprotkan airnya ke para tamu yang memandikannya. Seru!

Jarang sekali melihat sampah yang berserakan disini. Kebanyakan dari guide-guide lokal ini pun ikut membersihkan sampah-sampah yang di tinggalkan pengunjung. Maaf, kebanyakan pengunjung yang meninggalkan sampah plastik justru wisatawan lokalnya. Seingat saya terakhir saya berkunjung kesini sedang hari libur nasional, dan wisatawan lokalnya membludak. Mereka meninggalkan sampah plastik di pinggir sungai.

Tidak berdiam diri saja, saya dan teman-teman pun ikut turut ambil bagian dalam membersihkan sampah dan membuangnya di tempat sampah yang sudah disediakan pengelola pariwisata. Kalau bukan kita siapa lagi? Alam sudah memberikan kita banyak sekali manfaat,sudah sepantasnya kita terus menjaga kelestariannya.

Kami pun melanjutkan perjalanan dengan menyeberang sungai dengan tubbing. Tubbing disini dilakukan dengan menyatukan ban-ban kemudian guide akan mengarahkan ke arah mana kita berlayar dengan menggunakan dayung seadanya dari batang pohon. Ini pengalaman pertama saya untuk merasakan benar-benar dekat dengan alam. Matahari kembali ke peraduannya, kami pun bermalam di dalam gua malam itu. Gua ini bernama gua kambing. Terletak di belakang air terjun. Ditemani cahaya bulan dan api unggun yang telah disiapkan oleh guide-guide kami. Sesekali kami pun ditemani cahaya kunang-kunang.

Benar-benar pengalaman tidak terlupakan. Suasana yang hening, hanya terdengar suara air terjun. Kami pun memasak makan malam seadanya, ngobrol sampai terlelap, siap menyongsong kejutan apalagi yang akan kami dapat esok hari. Penginapan di gua ini telah disediakan oleh guide sebelumnya. Jadi didalam gua di pasang kasur angin. Kamar mandi berada di luar gua, jangan takut yah gaes, walau kamar mandinya terbuka di alam, tapi cukup memberikan privasi. Dijamin orang lain tidak akan bisa melihat kalian dari luar. Toiletnya pun sudah memakai toilet duduk loh.

Matahari kembali ke singasana dan kami pun terbangun. Setelah selesai sarapan dengan bekal yang sudah kami bawa, kami pun melanjutkan perjalanan. Hari ini agenda kami menuju salah satu air terjun terbesar di kawasan wisata Tangkahan. Air Terjunnya jernih dan deras. Letaknya tersembunyi dan hanay bisa d jangkau dengan menyebrangi sungai. Kami pun berenang, bermalas-malasan bahkan makan siang dekat air terjun tersebut.

Pulang dengan pengalaman baru dan sejuta kenangan. Dengan berwisata ke Tangkahan saya merasakan kedamaian. Belum pernah saya merasa sedekat ini dengan alam!
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED