Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 06 Feb 2019 11:20 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Liburan di Melaka, Wajib ke Aneka Tempat Ini

Feti Habsari
d'travelers
Foto 1 dari 5
Melaka
Melaka
detikTravel Community - Mau wisata ke Melaka, banyak objek wisata yang bisa traveler kunjungi. Mulai dari wisata sejarah hingga kuliner.

Malaysia nggak cuma punya Kuala Lumpur, tapi juga terdiri dari banyak daerah yang menarik untuk dikunjungi. Selain wisata belanja, Malaysia juga kaya akan wisata sejarah. Terbukti bahwa Melaka dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 2008.

Melaka atau yang juga dikenal sebagai Melaka Bandaraya Bersejarah ini wajib banget dieksplor saat berkunjung ke Malaysia. Kawasan bersejarah yang pada abad ke-15 sempat menjadi salah satu pelabuhan perdagangan terbesar di Asia Tenggara. Hampir semua bangunan di Melaka masih asli dengan gaya bangunan era Portugis.

Semenjak dinobatkan UNESCO menjadi Situs Warisan Dunia, Melaka berhasil menarik minat para turis lokal hingga mancanegara. Menikmati suasana tenang di antara bangunan-bangunan bersejarah serta melihat keindahan arsitekturnya yang cantik dengan aneka kuliner yang wajib dicicipi.

Sebenarnya Melaka punya bandara internasionalnya sendiri, tetapi kemarin saya menggunakan penerbangan ke Kuala Lumpur dan melanjutkan dengan perjalanan darat. Untuk tiba di Melaka melalui jalur darat membutuhkan waktu sekitar dua jam dari Kuala Lumpur menggunakan bus.

Dari Bandara Internasional Kuala Lumpur menuju Melaka Sentral menggunakan bus Star Mart Express seharga RM 24,30 (Rp 82.900) dengan jadwal yang sangat teratur dan cukup nyaman untuk perjalanan darat.

Mulanya saya menuju spot foto dengan tulisan Melaka Heritage World yang terletak tepat di depan Gereja St Francis Xavier. Letaknya yang hanya beberapa ratus meter dari hotel, memaksa kaki sata untuk lebih aktif berjalan. Baru tempat pertama saja sudah banyak spot foto yang keren. Seusai dari tempat ini, kaki berjalan kembali lurus menuju Red Square.

Kawasan yang lebih dikenal dengan Red Square ini merupakan tempat yang seolah menjadi titik pusat berkumpulnya para turis. Dikelilingi oleh bangunan berwarna merah, di kawasan ini memiliki beragam tempat dan bangunaan bersejarah.

Red Square berlokasi di hadapan Melaka River yang juga digunakan sebagai starting point untuk mengelilingi Melaka via sungai. Melaka River cantik dan rapi dengan bangunan-bangunan di tepiannya. Sebenarnya menyusuri sungai ini juga wajib banget dicoba saat berkunjung ke Melaka. Atau kita bisa berjalan menyusuri sisi Melaka River ini.

Ada beberapa museum yang tutup saat itu. Saya hanya masuk dan mengelilingi History and Ethnography Museum. Di dalam sini ada beberapa lokasi yang juga ditutup. Di Museum ini kita bisa mempelajari sejarah Melaka dari tahun 1400-1957. Di sini kita bisa melihat langsung budaya dan gaya hidup berbagai masyarakat di Melaka.

Terdapat pula patung Laksamana Cheng Ho yang berdiri dengan gagahnya. Laksamana Cheng Ho merupakan Seorang kasim muslim yang juga dihormati dan dikagumi oleh banyak orang. Penjelajah dengan armada kapal terbanyak sepanjang sejarah dunia yang pernah tercatat. Memiliki kapal kayu terbesar dan terbanyak sepanjang masa hingga saat ini.

Merupakan pemimpin yang arif dan bijaksana, sebab mengingat armada yang begitu banyak, beliau dan para anak buahnya tidak pernah menjajah negara atau wilayah mana pun tempat para armadanya merapat.

Setelah puas berkeliling dan pastinya berfoto di titik pusat ini, saya berjalan menaiki bukit St Paul. Di tempat ini terdapat puing Gereja St Paul dengan patung St Francis Xavier di hadapannya. Gereja yang terletak di Bandar Hilir, Melaka ini mulanya dikelola oleh Kapten Portugis yang kemudian ditukar oleh pihak Belanda. Di bawah bukit inilah terletak A Famosa.

A Famousa merupakan benteng Portugis yang dibangun pada tahun 1511 dan sempat diambil alih oleh Belanda dan Inggris. Menurut orang Melaka, nama A Famousa diambil dari bentuk mulut gerbang bangunan yang menyerupai huruf A.

Bangunan ini menjadi sisa sejarah arsitektur Eropa paling tua di Asia. Pemerintah setempat tetap menjadikan bangunan ini orisinil tanpa pembaruan, renovasi, ataupun penghancuran. Katanya, benteng ini sering dijadikan lokasi foto prewedding dengan harapan hubungannya bisa seawet benteng ini.

Malamnya, setelah makan dan istirahat sejenak di hotel, saya menuju Masjid Selat Melaka. Masjid terapung yang terletak di selat terpanjang di dunia ini cantiknya bikin kamu berdecak kagum banget deh. Waktu yang tepat untuk mengunjungi masjid ini sebenarnya saat sore hari menuju sunset. Sebab di waktu tersebut akan semakin terlihat kecantikannya.

Seusai dari Masjid Selat Melaka, lokasi yang dituju selanjutnya adalah Jonker Walk Night Market. Layaknya pasar malam, di sepanjang jalan ini berjajar pedagang suvenir, barang antik, hingga camilan khas. Berlokasi di Jalan Hang Jebat, jalanan bersejarah ini merupakan area China town milik Melaka. Jonker Walk Night Market ini hanya ada di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Di sini banyak jajanan yang menggoda untuk diicip. Beragam aksesoris dan barang antik pun tak ketinggalan menggoda untuk dibeli.

Ada satu yang katanya wajib dicoba yaitu es cendol durian. Perpaduan antara es serut, cendol, santan, gula merah, dan pastinya durian, bisa lumer sekaligus di dalam mulut dengan nikmat.

Tidak jauh dari Jonker Walk, ada Masjid Kampung Keling. Berada di lorong Harmoni atau Temple Street, rasanya semua agama terwakili di kampung ini. Selain Masjid Kampung Keling, di sini juga berdiri Kelenteng Cheng Hoon Tseng dan Kuil Hindu Sri Poyyatha Vinayagar Moorthi serta gereja yang letaknya bersebelahan

Di Melaka, sangat dikenal becak dengan aneka hiasan lucu dan lampu-lampu cantik. Kalau Indonesia seperti yang ada di alun-alun Kidul Jogja atau pun Simpanglima Semarang. Sepertinya cukup seru untuk berkeliling Melaka menggunakan becak tersebut dengan soundtrack lagunya yang seru.

Sejarah Melaka memang tak kalah menarik untuk dieksplor. Kotanya yang tidak begitu luas memiliki daya tarik tersendiri bagi para turis. Arsitektur bangunannya yang cantik dan tata kotanya cukup nyaman untuk disinggahi. Inilah secuil sejarah yang dimiliki dunia.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED