Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 22 Feb 2019 11:25 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Replika Tembok Berlin dan Istana Buckingham Ada di Kota Batu

Bayu Fitri Hutami
d'travelers
Foto 1 dari 5
Replika bangunan istana Buckingham berikut taman artistik  yang menjadi kediaman ratu Elizabeth di Inggris.
Replika bangunan istana Buckingham berikut taman artistik yang menjadi kediaman ratu Elizabeth di Inggris.
detikTravel Community - Kamu yang berakhir pekan di Malang, jangan lupa mampir ke Kota Batu. Di Museum Angkutnya, ada replika Tembok Berlin dan Istana Buckingham lho!

Akhir tahun lalu saya bersama teman memutuskan mengunjungi sahabat dekat dan traveling ke Malang, Jawa Timur. Tujuan utama adalah berkunjung ke Museum Angkut yang terkenal ke seantero negeri.

Langkah awal adalah memesan tiket kereta api. Ada sedikit kekhawatiran tidak mendapatkan tiket kereta api karena kami pergi traveling pada akhir tahun dimasa peak season.

Ternyata kekhawatiran kami tidak terbukti. Berkat aplikasi tiket.com kami mendapatatkan tiket kereta api sesuai keinginan. Cara memesan di tiket.com sangat mudah.

Pertama jika sudah masuk ke aplikasi tiket.com kita memilih moda transportasi yang akan digunakan. Setelah itu pilihlah jadwal perjalanan, mengisi data penumpang dan jumlah tiket yang akan dibeli. Setelah itu kita mendapat kode booking pembayaran.

Jika sudah melakukan pembayaran, akan ada pengiriman bukti bayar dan kode booking tiket yang dikirimkan melalui email. Sangat mudah sekali. Dengan tiket,com #semuaadatiketnya. Terima kasih tiket.com.

Kami berangkat melalui stasiun Gambir dengan kereta api Gajayana pukul 17.40 WIB dan tiba di satasiun Kota Malang pukul 09.06.wib. Kami dijemput sahabat dekat dan menginap di kediamannya.

Setelah istirahat sejenak kami dengan sahabat langsung menuju museum Angkut. Museum Angkut terletak terletak 20 km dari kota Malang tepatnya di jl Terusan Sultan Agung, Kota Batu, Jawa Timur.

Akses ke sini bisa menggunakan angkutan umum maupun kendaraan pribadi. Museum yang terletak dikawasan seluas kurang lebih 4 hektare, menyajikan konsep wisata mengenai sejarah berbagai jenis transportasi berikut wujud transportasi aslinya.

Kabarnya juga museum ini menjadi yang terbesar di Asia. Inilah yang membuat Museum Angkut menjadi unik dan menarik untuk dikunjungi. Jam buka museum Angkut adalah pukul 12.00-20.00 WIB . Harga tiket masuk yang diterapkan sebesar Rp.100.000., per orang.

Museum Angkut terbagi menjadi beberapa arena. Arena pertama terdapat berbagai macam sarana transportasi dari yang paling sederhana menjadi yang termodern.

Seperti dokar, becak, sepeda, mobil uap, dan mobil antik dari berbagai negara, mobil mewah sampai transportasi udara seperti pesawat kepresidenan. Desain interiornya sangat mewah dan menjadi spot foto yang instagrammable.

Selanjutnya ada arena Batavia Pecinan dan Sunda Kelapa. Di sini kita akan melihat bangunan pertokoan pecinan jaman dahulu lengkap dengan nama toko dan transportasi kendaraan bernama bemo. 

Arena selanjutnya adalah Uni Eropa. Di sini terdapat miniatur Istana Buckingham yang terdapat di Inggris lengkap dengan desain taman bunga dan patung Ratu Elizabeth di dalamnya.

Selain itu mobil perjalanan dinas kenegaraan sang ratu ikut dipamerkan di arena ini. Kemudian ada arena Broadway di sini terdapat replika tembok Berlin.

Selanjutnya arena Hollywood yang memamerkan berbagai mobil seperti di film kartun, arena Las Vegas serta arena flight training untuk simulasi menjadi seorang pilot pesawat terbang.

Arena terakhir adalah pasar apung dan museum Indonesia. Di arena terakhir dipamerkan berbagai peninggalan budaya Indonesia seperti keris, patung, topeng dan  kain batik.

Untuk pasar apung tersedia aneka kerajinan tangan khas Indonesia dan jajanan pasar dengan harga yang sangat terjangkau. Karena luasnya arena museum Angkut, maka kami membutuhkan waktu setengah hari penuh untuk telaten berkeliling arena satu demi satu.

Uniknya museum ini mendesain alur pejalan kaki yang tidak terputus selama menjelajah berbagai arena. Pengunjung tidak bisa potong kompas ditengah arena untuk keluar museum.

Sehingga setiap pengunjung akan melewati setiap arena demi arena secara otomatis. Oiya, selain memperlihatkan koleksi kendaraan transportasi, pada waktu-waktu tertentu disetiap arena terdapat atraksi wisata. Atraksi tersebut berupa tarian dance, nyanyian secara live, parade kostum atau cosplay, sampai pertunjukan musik keroncong.

Sehingga pengunjung tidak lelah dan selalu mendapat kejutan. Tak terasa senja mulai datang dan kami sudah sampai di arena terakhir.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED