Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 07 Apr 2019 09:55 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Situ Gunung, Danau & Jembatan Gantung yang Eksis di Medsos

Imas Siti Masitoh
d'travelers
Foto 1 dari 5
Peta kawasan Situ Gunung
Peta kawasan Situ Gunung
detikTravel Community - Akhir pekan di Sukabumi, asyiknya ke Situ Gunung. Traveler bisa menikmati keindahan danau hingga menyeberangi jembatan gantung di tengah hutan.

Penjelajahan weekend kali ini adalah berkunjung ke kawasan wisata Situ Gunung yang berada di daerah Kadudampit, Cisaat, Kabupaten Sukabumi yang tentu sudah tidak asing lagi terutama di kalangan para siswa dan mahasiswa.

Situ Gunung menjadi salah satu tujuan wisata untuk berkemah dan kegiatan outdoor lainnya ketika liburan tiba. Kawasan Situ Gunung berada di bawah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Untuk bisa mencapai lokasi Situ Gunung, tentu saja bisa menggunakan berbagai moda transportasi, baik pribadi maupun umum dengan roda dua atau roda empat.

Dari jalan raya Cisaat bisa turun di perempatan Pos Polisi yang menuju Kadudampit. Kalau pagi sekali kendaraan umum yang bisa dipakai adalah hanya dengan ojek pangkalan ataupun ojek online. Namun ketika siang kendaraan umum yang bisa dipakai selain ojek pangkalan dan online bisa juga menggunakan angkot.

Tentu saja akan lebih nyaman menggunakan transportasi pribadi, namun akan lebih menantang dan menjadi sensasi sendiri jika dengan menggunakan transportasi umum di mana kita bisa bertemu dan berkomunikasi dengan orang baru dan masyarakat sekitar.

Jalan menuju kawasan Situ Gunung tentu saja semakin ke atas semakin menanjak dan udaranya semakin sejuk dan berkabut apabila kunjungan dilakukan pada pagi hari. Dari perempatan jalan raya Cisaat untuk sampai pada pintu masuk kawasan diperlukan waktu tempuh sekitar 30-45 menit.

Tiket masuk kawasan wisata Taman Nasional Gunung Gede Pangrango adalah sebagai berikut:
1. Tarif masuk mobil: Rp 10.000 dan motor Rp 5.000 (di luar parkir)
2. Tarif masuk pengunjung: Rp 18.500 per orang
3. Tarif berkemah: Rp 29.000 per orang untuk 2 hari 1 malam

Tarif tersebut di atas berlaku untuk akhir pekan dan hari libur, tentu saja tarif hari biasa lebih murah, untuk rombongan pelajar dan mahasiswa juga pengunjung asing dikenakan tarif tersendiri.

Tarif pengunjung yang tersebut di atas hanya berlaku untuk wahana air terjun dan danau, dan untuk wahana jembatan gantung dikenakan tarif tersendiri. Taman wisata Situ Gunung menawarkan berbagai fasilitas rekreasi seperti bumi perkemahan/camping ground, danau, air terjun, jembatan gantung dan ada juga villa yang disewakan.

Kawasan Situ Gunung tentu saja dikelilingi hutan tropis dan pinus yang menghijau, yang akan membuat siapapun yang melihatnya merasakan udara yang sejuk, segar dan menenangkan.

Akhir-akhir ini kawasan wisata Situ Gunung menjadi lebih terkenal karena dibukanya Jembatan Gantung atau Supension Bridge, yang telah dibuka sejak tahun 2018. Beberapa kali Gubernur Jawa Barat sempat mengunjunginya.

Menurut informasi Jembatan Gantung Situ Gunung ini merupakan jembatan gantung terpanjang di Indonesia bahkan di Asia yang mencapai sekitar 240 meter dengan lebar 2 meter dan ketinggian sekitar 120-150 meter di atas lembah.

Pembangunan dan pengelolaannya dilakukan oleh pihak swasta dengan tarif masuk Rp 50.000 per orang, sudah termasuk alat pengaman ketika melintas juga welcome drink dan camilan sederhana ala Sunda, teh, kopi, pisang dan dan singkong rebus.

Letak jembatan gantung ini sekitar 500 meter dari pintu masuk utama. Jembatan gantung Situ Gunung terbuat dari sling baja yang sangat kuat dengan kayu ulin yang terkenal kekuatannya disertai sabuk pengaman untuk setiap pengunjung yang melintasnya.

Berada di atas jembatan gantung Situ Gunung serasa di atas awan dengan latar belakang pemandangan hutan tropis yang lebat dan menghijau sejauh mata memandang. Berada di atasnya akan menjadi motivasi untuk menghilangkan rasa takut dari ketinggian.

Selepas keluar dari jembatan gantung, penjelajahan berlanjut menuju air terjun yang bernama Curug Sawer. Perjalanan cenderung menurun dan diperlukan waktu sekitar 20-30 menit untuk mencapainya. Pengunjung tidak perlu khawatir kehausan dan kelaparan karena sesampainya di lokasi menjelang air terjun, terdapat semacam foodcourt sederhana yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat.

Di sana dijual berbagai makanan dan minuman dengan harga yang sangat terjangkau, bahkan terdapat sudut yang menjual berbagai pernak-pernik aksesoris. Berada di Curug Sawer akan terasa seperti kehujanan karena terkena cipratan air yang begitu deras meluncur dari atas ke bawah, dan sesampainya di bawah seperti mengeluarkan asap putih.

Puas dari curung Sawer perjalanan kembali ke pintu utama untuk menuju danau. Tentu saja harus melewati jembatan gantung kembali, biar tidak bosan dan cari suasana lain, maka bisa melalui alternatif jalan lainnya yaitu melalui beberapa titik bumi perkemanan.

Dari pintu utama menuju danau diperlukan waktu sekitar 30 menit dengan berjalan kaki. Namun untuk yang ingin cepat sampai bisa menggunakan jasa ojek dengan tarif Rp 20.000. Tentu saja untuk kesehatan akan lebih baik dengan berjalan kaki, sepanjang perjalanan menuju danau di kiri kanan jalan akan disuguhi berbagai tanaman dan pohon-pohon yang tinggi.

Di tengah perjalanan akan ditemui satu wahana outdoor yang menantang yaitu wahana flying fox dengan tarif Rp 75.000 per orang. Sesampainya di danau rasa lelah akan hilang tergantikan dengan rasa yang segar begitu melihat danau yang tenang yang dikelilingi oleh pepohonan yang lebat dan menghijau, disertai dengan semilir angin sepoi-sepoi, sungguh merupakan pemandangan alam yang menawan.

Mengingat hari semakin siang dan panas, maka diputuskan untuk pulang dan kembali menuju pintu utama. Tidak terasa penjelajahan di kawasan Situ Gunung hari ini mencapai 12.662 langkah kaki.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA