Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 15 Mei 2019 11:34 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Jalan Panjang Menuju Puncak Binaiya

Sunarto Heri K
d'travelers
Foto 1 dari 5
pemandangan pulau seram dari puncak bintang
pemandangan pulau seram dari puncak bintang
detikTravel Community - Gunung Binaiya jadi gunung favorit para pendaki beberapa tahun belakangan. Ada jalan panjang yang perlu dilalui traveler sebelum sampai ke Puncak Binaiya.

Binaiya menjadi gunung favorit para pendaki Indonesia beberapa tahun belakangan. Itu dikarenakan gunung-gunung di Pulau Jawa sudah mulai sangat ramai. Bahkan jika dianalogikan sudah seperti pasar pagi hari yang dikerumuni ibu-ibu.

Eksotisme dan kesunyian Gunung Binaiya yang benar-benar masih alami menjadi daya tarik utama yang diincar para pendaki. Namun untuk menggapai puncak Binaiya, diperlukan usaha yang cukup ekstra baik dari segi finansial maupun segi fisik sebab Binaiya berbeda dengan gunung pada umumnya.

Untuk orang-orang yang berasal dari luar Maluku, start perjalanan dimulai dari Kota Ambon, baik dari pelabuhan maupun dari bandara. Perjalanan dilanjutkan menuju Kota Tulehu untuk menyebrang ke Pulau Seram.

Akses yang lebih susah ketika sudah berada di Masohi, kota utama di Pulau Seram, karena untuk menuju Desa Pilliana, desa terakhir sebelum pendakian di Gunung Binaiya harus menggunakan carter mobil dengan melewati medan yang berat.

Sebelum melakukan pendakian setiap orang diwajibkan mengisi data diri dalam surat ijin mendaki yang disediakan oleh Balai Taman Nasional Manusela dengan tujuan untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah melakukan pengisian data maka perjalanan menuju Desa Pilliana pun dapat dilakukan.

Perjalanan dapat ditempuh dari Kota Masohi deangan jarak tempuh 3 jam. Perjalanan ini tidak akan terasa karena akses yang dilalui adalah wilayah pesisir pantai di Kepulauan Maluku yang terkenal keeksotisannya.

Sesampainya di Desa Pilliana pendaki akan disambut dengan hangat oleh masyarakat Desa Pilliana. Bagi mereka tamu adalah raja yang harus dimuliakan. Para pendaki dianjurkan untuk melaksanakan upacara adat dengan dipimpin oleh bapak adat.

Tujuan dari upacara adat ini agar para pendaki yang melakukan perjalanan naik Gunung Binaiya selalu dalam lindungan Tuhan dan terhindar dari hal-hal yang membahayakan keselamatan para pendaki Gunung Binaiya. Perlu diketahui pula di desa ini listrik tidak begitu bisa diandalkan dan hanya beberapa rumah saja yang menggunakan bantuan genset.

Setelah upacara adat selesai, para pendaki dipersilahkan untuk melakukan perjalanan yang harus didampingi warga lokal sebagai Guide agar tidak tersesat mengarungi rimbunnya hutan belantara Binaiya. Jarak tempuh dari desa Pilliana Menuju Pos 1 atau warga lokal menyebutnya dengan nama 'yamhitala' adalah sekitar 3 jam.

Medan menuju pos yamhitala dipenuhi tumbuhan berduri dan tanaman sagu dengan dibalut hutan yang rapat, sehingga keasrian alami itu benar-benar terasa dan berbeda dari Gunung Jawa. Di sekitar pos Yamhitala dikelilingi banyak sungai yang bisa juga digunakan untuk minum dan dibawa untuk bekal perjalanan menuju pos selanjutnya.

Perjalanan dari pos 1 menuju pos 2 memakan waktu 2-3 jam dengan medan naik turun dipenuhi dengan tanaman berduri tajam. Tanjakan menuju pos 2 ini lebih ekstrem karena banyak jalur licin. Masyarakat lokal menyebut pos 2 ini dengan sebutan 'Aimoto'.

Melihat medan yang menguras tenaga maka pendaki dianjurkan untuk beristirahat di Aimoto. Bahkan tempat ini bisa untuk bermalam sebelum melakukan perjalanan menuju pos 3 yang bernama Isilali. Istirahat di sini memang diperlukan karena untuk menuju pos Isilali membutuhkan jarak tempuh 6 jam dengan menaiki bukit dan menuruni lembah bebatuan yang berbentuk karst batu tajam.

Sedangkan jarak tempuh dari pos Isilali menuju pos Nasapeha (pos 4) adalah 3 jam ditambah 4 jam lagi untuk sampai Puncak Binaiya. Dari pos Isilali menuju puncak, pendaki akan benar-benar dibuat berdegup kencang jantungnya karena akan melewati medan ekstrem yang salah sedikit bisa tergelincir ke jurang.

Jalanan didominasi oleh karst batu tajam dengan kemiringan hampir 90 derajat membuat pendaki harus ekstra hati-hati. Belum lagi sebelum sampai puncak medan yang dilalui adalah telaga kecil bernama Ayimoto yang digunakan oleh rusa gunung untuk minum.

Di ketinggian 3000 meter di atas permukaan laut ini tumbuhan yang dominan tumbuh adalah pakis sampai menuju Puncak Binaiya. Mendekati puncak ujian yang dihadapi oleh pendaki adalah kencangnya angin yang membuat hawa menjadi dingin. Jaket windproof untuk mencegah hipotermia sangat diperlukan.

Saat tumbuhan pakis mulai habis itu menandakan bahwa puncak tinggal beberapa meter saja. Saat di puncak, pendaki akan pasti terkagum melihat eksotisnya Binaiya dengan view lautan di Pulau Seram. Dari atas puncak semua sudut Pulau Seram dan kepulauan kecil di sekitarnya sangat terlihat.

Itulah Binaiya, gunung eksotis yang sepi pengunjung, namun sangat menegangkan untuk didaki. Kekuatan mental, fisik dan finansial akan menjadi modal bagi para penikmat alam untuk menjelajahi eksotisme Binaiya. Belum lagi jika turun kita akan mendapat bonus kolam jodoh Ninivala yang begitu anggun dengan air birunya.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA