Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 24 Mei 2019 11:48 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Menyepi Sejenak di Utara Ibu Kota

@allshal
d'travelers
Foto 1 dari 5
Pantai di Pulau Kelor
Pantai di Pulau Kelor
detikTravel Community - Traveler yang butuh menyepi sejenak dari kehidupan ibu kota bisa menuju ke utara. Jejalahi pulau-pulau indah di Kepulauan Seribu ini dulu yuk.

Tanggal 1 Mei 2019, kami pergi menuju Kepulauan Seribu dari Dermaga Biru Muara Kamal Jakarta Utara. Kami bertiga (Aku, Farida, dan Teh Erma) tiba di Dermaga Biru pagi buta, sekitar pukul 06.30 WIB.

Karena sebelum masuk ke pasar terjadi kemacetan, maka kami harus berjalan kaki dari titik poin kami diturunkan sampai ke dermaga sekitar 700 m. Kami disambut dengan banyak orang yang melakukan jual beli di pasar ikan.

Jujur, aku tidak suka bau ikan dan pasar ini penuh dengan bau ikan. Sebaiknya kamu membawa masker kalau tidak suka juga.

Tiba di dermaga kami harus menunggu 2 orang teman kami lagi. Sambil menunggu, kami harus mencium bau tidak enak dari kali yang hitam tercemar juga sebuah kulkas raksasa tempat pengepulan ikan yang cukup menusuk hidung jika pintunya dibuka.

Teman kami baru datang sekitar pukul 08.00 WIB, mereka dipanggil Rega dan Jani. Setelah mereka datang kami menghubungi Tour Guide-nya bernama Pak Heru untuk menuntun kami menuju perahu yang akan kami naiki.

Kami dituntun menuju tempat untuk menaiki perahu. Tapi ternyata kami harus menunggu rombongan orang lain juga yang sudah mendaftar pada Kili-Kili Adventure supaya bisa berangkat bersamaan. Alhasil, kami baru pergi sekitar pukul 08.30 WIB.

Sepanjang perjalanan, kami mengobrol sambil melihat lautan yang asalnya hitam pekat berbau sampai lautan yang bersih. Hidungku terlepas dari penderitaan. Destinasi pertama adalah Pulau Kelor.

Setibanya di sana, kami menemukan anak-anak kecil yang mencoba memperoleh uang dari koin yang dilempar turis di pantai. Anak-anak itu tampak senang dengan tubuh mereka yang hitam terbakar panasnya matahari. Yang kami lakukan adalah berfoto di reruntuhan benteng, bermain di pantai, dan memakan popmie seharga Rp 10.000 yang disediakan oleh warung.

Destinasi kedua adalah Pulau Onrust. Di sana kami mendapat pendidikan sejarah dari seorang Tour Guide. Pulau Onrust adalah saksi sejarah, ia pernah dipakai sebagai tempat karantina haji yang aku ingat, ia juga memiliki bangunan bersejarah seperti rumah sakit, juga makam bangsawan Belanda.

Dari ketiga pulau yang kami kunjungi, hanya onrust yang tidak memiliki pantai. Setelah kami mendapatkan pelajaran sejarah, waktunya kami makan yang sudah disediakan oleh travel agent kami. Kami mendapat nasi, ikan/ayam, kerang, bihun, tempe goreng dan air putih gelasan.

Jujur, aku sangat tidak menikmati makanannya karena teringat dengan orang yang membuat masakannya di pinggir kali hitam dermaga keberangkatan, haha.

Pulau Cipir adalah destinasi terakhir. Kami diberikan waktu 2 jam untuk eksplor sendiri. Di sana ada permainan banana boat dan donat (gak tahu permainan apa), tapi kami memutuskan untuk berfoto dan berdiam menikmati semilir angin yang membuat kami mengantuk. Tidak lupa minuman dan jajanan dari warung untuk membahagiakan perut.

Akhirnya liburan sedetik kami selesai, kami pulang pukul 15.30 WIB dengan menghabiskan waktu untuk tidur di perahu. Tahu-tahu kami tiba di dermaga kali hitam lagi dengan bau yang sangat menyengat. Padahal di pulau-pulau tadi tidak ada bau aneh. Ah.. Semoga bisa ke sana lagi di waktu yang santai dengan teman-teman lagi.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED