Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 12 Mei 2019 08:12 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Wisata Kuliner Halal di Negeri Ginseng, Bisa!

Bayu Fitri Hutami
d'travelers
Foto 1 dari 5
Korea Ginseng Chicken Soup legendaris yang sudah ada sejak tahun 1960
Korea Ginseng Chicken Soup legendaris yang sudah ada sejak tahun 1960
detikTravel Community - Meski bukan negara mayoritas Muslim, makanan Halal di Korea Selatan masih bisa ditemukan. Berikut berbagai jenis makanannya.

Sebagai salah satu pemenang dTraveler goes to Korea, saya berkesempatan berwisata sekaligus mencicipi aneka kuliner halal yang ada di negeri Ginseng. Dipandu dengan seorang guide lokal, saya diajak mencicipi ragam hidangan kuliner dengan konsep "halal food" yang ternyata banyak terdapat di Korea Selatan.

Pada kunjungan hari pertama saat jam makan siang, saya diajak mencicipi hidangan legendaris bernama Korea Ginseng Chicken Soup atau dalam bahasa Korea disebut "Samgyetang".Legendaris karena menu ini sudah ada sejak tahun 1960. Hidangan ini disajikan per porsi untuk satu orang berupa soup berisi satu ekor ayam utuh yang didalamnya berisi nasi pulen, ginseng serta kismis. Aroma soup ayam berempah menguar dari mangkuk tembikar yang mengepulkan asap panas. Soup ayam ini disajikan dengan kimchi, udon dan kue beras dilengkapi minuman soju satu sloki kecil. Rasanya enak dan segar. Lokasinya ada di tengah kota Seoul.

Setelah makan siang saya menuju Nami Island, setelah puas mengeksplor saatnya makan malam. Di seberang dermaga Nami Island, terdapat rumah makan halal food yang menyajikan Ayam Barbeque atau dalam bahasa Korea disebut "Dakgalbi". Di dalam rumah makan terdapat panggangan dengan briket yang berjejer pada setiap meja. Pelayan akan membawa potongan fillet ayam (dakgalbi) dan potongan jamur. Pengunjung dapat memasak sendiri hingga matang. Penyajian dakgalbi disertai dengan nasi putih, udon, kimchi, soup rumput laut, asinan lobak putih, daun selada serta potongan bawang putih dan jeruk nipis serta tumbukan saus cabe. Untuk rasa hidangan ini juara, terlebih di udara dingin karena posisi rumah makan berada di dataran tinggi. 

 Hari kedua pemandu wisata membawa saya menjelajah Gunung Sorak. Setelah selesai mengeksplor Taman Nasional Seoraksan saatnya santap siang. Oleh pemandu setempat saya di ajak mencicip hidangan khas kota Sokcho berupa seafood ikan makarel panggang atau dalam bahasa Korea "Gadeungeo gui". Kota Sokcho adalah daerah pantai, maka tidak heran jika hidangan laut menjadi sajian utama di rumah makan ini. Menu ikan panggang disajikan dengan nasi putih, soup labu siam, manisan kentang, kue beras(Tteok-boki), asinan jamur, tumis buncis wortel, kimchi dan nori panggang. Untuk cocolan saus disediakan kecap ikan dan irisan cabai hijau. Harga makanan sangat terjangkau dimulai dari 9000 won. Rasanya enak dan lezat. Yang unik, pengunjung diminta melepaskan alas kaki sebelum masuk kedalam rumah makan. Disediakan rak tempat alas kaki di pintu masuk. Kalau mau ke toilet disediakan sandal karet. Rumah makan ini menjual olahan nori dari rumput laut yang diproduksi secara rumahan.

Seusai santap siang saya menjelajah Korea House lalu menuju Seoul Central Masjid di kawasan Itaewon. Hari menjelang sore ketika tiba di kawasan Itaewon. Kawasan ini terkenal dengan pemukiman muslim terbesar di Seoul. Disekitar Central Masjid banyak rumah makan menyajikan masakan Asia dan Timur Tengah dengan konsep "Halal Food". Untuk makan malam, pemandu wisata membawa saya ke rumah makan bernama "Makan Halal Korean Restaurant". Menu yang disajikan adalah "Bulgogi" berupa irisan daging sapi dalam tembikar yang dimasak dengan bumbu khas bulgogi. Disajikan dengan nasi putih, nugget ayam kentang, kering teri kacang, kimchi, irisan omelet, rumput laut, dan tumis tauge. Jika dilihat cara penyajiannnya terasa sekali seperti masakan rumahan khas Indonesia. Rasanya enak dan lezat.

Hari ketiga berwisata ke negeri Ginseng memasuki bulan Ramadhan. Untuk menu berbuka puasa saya dibawa pemandu wisata ke kawasan Myeong Dong. Selain terkenal dengan street food nya, terdapat rumah makan yang menyajikan menu Korean Braised Chicken atau dalam bahasa Korea "Jjimdak". Menu ini terdiri dari potongan satu ekor ayam berwarna kecoklatan yang dipotong menjadi sepuluh bagian dengan soun didalamnya ditambah potongan daun bawang dan wortel yang ditaruh di pinggan besar. Satu porsi "Jjimdak" dapat dinikmati untuk empat orang. Penyajiannya disertai nasi putih dan kimchi. Rasa dari menu ini seperti semur ayam. Sangat enak dan yummy, serasa menikmati masakan ibu dirumah. 

Nah dTraveler semoga cerita pengalaman kuliner saya dapat menjadi gambaran bahwa kuliner di Korea Selatan sudah banyak yang mengusung  konsep"Halal food". Jadi selamat berwisata ke Negeri Ginseng...

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED