Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 23 Mei 2019 21:30 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Suka Duka Liburan di Korea Selatan

Misbakhul Ulum
d'travelers
Foto 1 dari 5
Mengunjungi Gyeongbokgung Palace yang sangat indah dan megah arsitekturnya.
Mengunjungi Gyeongbokgung Palace yang sangat indah dan megah arsitekturnya.
detikTravel Community - Korea Selatan merupakan tempat liburan impian. Sebelum kamu ke sana, simak dulu cerita suka duka liburan di Korea Selatan ini.

Traveling ke Korea Selatan adalah pengalaman pertamaku pergi ke luar negeri. Sebelum keberangkatan pasti ada rasa deg-degan dan gugup karena memikirkan apa yang akan terjadi di sana nantinya sehingga harus mempersiapkan segala keperluan pribadi untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Saat aku tiba di Seoul, sedang berlangsung musim semi dengan suhu rata-rata tiap harinya 10-25 derajat Celcius. Untungnya baju hangat sudah aku siapkan sebelum keberangkatan sehingga tidak ada masalah apapun dengan suhu dingin di Seoul. Keseruan kami d'traveler sangat mengesankan selama 5 hari menjelajah Korea Selatan. Saya sangat beruntung bisa mendapatkan kesempatan ini.

Pertama kali melihat Kota Seoul, mataku sangat terkesan dengan keindahan kota ini. Banyak gedung-gedung tinggi yang tertata rapi, lingkungan bersih, modern dan teratur. Jalan raya di Korea Selatan berbeda dengan Indonesia, yang mana setir pengemudinya berada di sebelah kiri mobil, sedangkan di Indonesia berada di sebelah kanan. Hal itu yang membuat diriku salah menengok saat akan menyeberang jalan.

Warga Korea Selatan sangat jarang menggunakan kendaraan pribadi, mereka lebih suka menggunakan transportasi umum untuk bepergian. Sepeda motor di Seoul sangat jarang, hampir semuanya memakai mobil dan transportasi umum sehingga terlihat rapi jalan rayanya. Pengguna jalan raya di sini sangat tertib, mereka tidak asal menyerobot jalur transportasi umum (bis) meski tidak ada separator jalan. Hal ini yang membuatku terkesan dengan warga Korea Selatan yang disiplin sekali.

Selain hal mengesankan yang aku dapatkan di Korea Selatan, terdapat hal yang tidak aku suka atau membuatku shock saat traveling di sini. Pertama, toilet di Korea Selatan serba otomatis. Tidak ada jet shower di klosetnya membuatku harus memilih cara untuk bersih-bersih selain menggunakan tisu kering.

Beruntung aku selalu membawa tisu basah untuk mengatasinya. Selain itu, hampir seluruh toilet umum di Korea Selatan memiliki bau "Kimchi", hal ini sangat membuatku mual dan kapok untuk memakai toilet umum. Maklumlah karena orang Korea sangat suka makan kimchi di setiap makan berat dan selalu dihidangkan di setiap restoran.

Kedua, tempat ibadah atau mushola sulit dijumpai. Sebagai seorang Muslim aku tidak bisa meninggalkan salat, namun ini menjadi sebuah tantangan karena di setiap tempat wisata Korea Selatan masih sangat jarang yang menyediakan prayer room untuk umat Muslim. Tempat salat biasanya bisa aku temukan di restoran bersetifikat halal, sehingga aku harus mempersiapkan segala cara agar tetap bisa melaksanakan salat di sini.

Ketiga, remaja Korea pacaran di tempat umum sangatlah menjamur. Setiap berjalan-jalan di tempat wisata maupun di pinggir jalan pasti akan berjumpa sepasang kekasih Korea yang sedang dimabuk asmara bergandengan tangan dan saling merangkul

 Hal yang membuatku shock yaitu saat melihat sepasang kekasih yang berpelukan dan berciuman di pinggir jalan. Mungkin karena suasana yang dingin menusuk tulang, sehingga mereka tidak kuat menahannya dan butuh kehangatan. Itulah tiga hal yang membuatku agak shock saat traveling di Korea Selatan, sebagai wisatawan aku harus memahami dan menghargainya meski tidak sesuai dengan budaya di negeri sendiri.

Tantangan-tantangan itulah yang membuatku sangat suka traveling, banyak hal yang bisa aku dapatkan seperti belajar menjadi kaum minoritas, saling menghargai, dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Perjalanan lima hari di Korea Selatan sangat mengesankan, berbagai tempat wisata menarik sudah aku kunjungi serta mempelajari sedikit budaya dan kebiasaan masyarakat Korea Selatan.

Berkesempatan melaksanakan ibadah puasa di Korea Selatan adalah hal yang paling mengesankan. Berpuasa di Seoul tidak terlalu berat karena cuacanya sangat sejuk meski harus berpuasa selama 16 jam. Waktu maghrib atau matahari tenggelam di sini cukup lama yaitu pukul 19.28 KST yang membuat waktu puasanya menjadi lebih lama.

Selain itu, cuaca yang dingin membuatku mengalami radang tenggorokan akibat udara yang kering di sepanjang harinya dan tidak minum air selama puasa. Alhamdulillah aku bisa melaksanakan puasa saat berada di Korea Selatan. Pengalaman ini tak akan terlupakan yang bisa dijadikan suatu tantangan tersendiri untuk dicapai dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Oh ya, setiap aku traveling kemana pun, aku selalu pesan tiket lewat aplikasi tiket.com karena selalu ada promo menarik setiap harinya. Proses pemesanannya mudah dan cepat banget membuat travelingku ga ribet menyiapkan tiket pesawat, kereta api dan hotelnya. Liburan hemat bersama tiket.com semakin seru dan aku bebas pergi kemana aja. Tiket.com membantuku memesan tiket murah dan cepat tanpa takut kehabisan karena #Semuaadatiketnya di aplikasi tiket.com, itulah alasanku selalu pakai tiket.com saat melakukan perjalanan kemana pun. Mau kemana? Tiket.com Semua ada tiketnya!
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED