Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 22 Jun 2019 15:28 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Gunung Poppa, Tempat Para Dewa Bertahta di Myanmar

Muchamad Irfan
d'travelers
Foto 1 dari 5
Gunung Poppa dilihat dari kejauhan
Gunung Poppa dilihat dari kejauhan
detikTravel Community - Myanmar punya salah satu atraksi wisata yang unik. Inilah Poppa, gunung tempat para roh tinggal.

Masyarakat dimasa lalu memiliki kepercayaan bahwa gunung adalah tempat suci contohnya Bangsa Yunani yang menganggap Gunung Olympus sebagai istana Zeus, Apollo, Hera dan dewa-dewa lainnya maka bangsa Myanmar menghormati Gunung Poppa tempat dimana para nat (roh penjaga mirip dengan Dewa tinggal.

Lalu apakah nat ?Dan mengapa mereka dipuja bahkan warga mendirikan kuil khusus  untuk mereka. Nnat dalam bahasa Myanmar nat berarti roh penjaga. Jauh sebelum kedatangan Agama Hindu dan Budha ke Myanmar masyarakat Myanmar saat itu sudah memiliki kepercayaan atas kekuatan gaib yang berada di luar manusia.kekuatan ini ada yang baik dan ada juga yang tidak baik kekautan ini disebut Nat.

Nat dianggap memiliki kekuatan besar dan pendudukpun meminta berkah dan keselamatan kepada nat yang mereka puja sebagai balasannya warga memberikan persembahan dan mengadakan perayaan untuk nat.yang sering dikenal adalah 37 nat yang dipuja masyarakat Myanmar namun secara keseluruhan lebih besar karena ada nat yang dipuja di etnis tertentu namun tidak di etnis lainnya.

Nat Berasal dari manusia biasa yang dihormati rakyat mereka bisa merupakan seorang raja,jenderal,permaisuri dan putri raja,bangsawan,biksu dan profesi lainnya yang umumnya meninggal secara tragis.

Dari bandara kami butuh waktu sekitar 2 jam untuk tiba di mount poppa di gerbang menuju gunung poppa terdapat chinthe besar  bersama para peziarah lainnya kami memulai menaiki anak tangga menuju keatas perjalanan keatas sangat melelahkan dalam perjalanan kami menjumpai beberapa kuil yang didekasikan bagi para nat namun yang utama tetap ada di puncak sama seperti di tempat wisata lainnya di kiri-kanan jalan tangga menuju keatas banyak pedagang yang menjual barang dagangannya baik berupa bunga,hio untuk persembahan,kacang untuk kawanan monyet maupun souvenir berupa lukisan,ukiran,patung.

Sebagai tempat suci pengunjung yang hendak naik keatas harus menitipkan sepatu maupun sandal mereka di tempat penitipan atau bila membawa plastik sendiri dapat memasukkannya kedalam plastik yang dibawa.gunung poppa juga dihuni banyak kera para pengunjung dapat memberikan mereka kacang yang dijual para penjual umumnya kera-kera ini bersahabat dan tidak mengganggu namun ada baiknya pengunjung tetap memperhatikan barang yang mereak bawa.

Sebagai tempat suci bersemayamnya nat ada banyak nat yang dipuja disini.namun figur nat yang paling dipuja disini adalah Me Wunna dan putranya Min Gyi dan Min Lay, Suami Me Wunna Byatta serta Mahagiri Nats dikenal juga sebagai Thagyamin yang merupakan raja seluruh Nat. Di gunung poppa kita akan menemukan patung dan kuil yang didedikasikan untuk nat-nat tersebut.

Bagi pengunjung yang datang ke mount poppa dilarang mengenakan pakaian berwarna merah,hitam maupun hijau dan membawa daging karena hal tersebut dianggap melawan nat dan dapat membawa petaka bila dilanggar

Setiap tahun terdapat festival di gunung poppa dimana warga myanmar beramai-ramai datang dan memberikan persembahan kepada nat.di gunung poppa dalam setahun akan ada 2 festival untuk nat festival pertama diadakan pada bulan purnama di bulan nayon(kalender Myanmar) yang bila di sesuaikan dengan kalender barat jatuh di bulan mei atau juni sedang festival kedua berlangsung saat bulan purnama di bulan nadaw (kalender Myanmar) atau di bulan November atau desember.selain festival ini terdapat juga festival menghormati nat namun skalanya lebih kecil seperti festival saat bulan purnama di bulan wagaung (kalender Myanmar) atau bulan juli atau agustus di kalender barat dan tagu di bulan maret atau april yang merayakan keberangkatan Min Gyi dan Min Lay.

Dalam perjalanan menuju puncak kami juga mengujungi beberapa kuil untuk nat disana kami melihat Nat-Nat mengenakan pakaian adat Myanmar sayang kami tidak bisa mengetahui nama-nama Nat tersebu.Meski ada keterangan namun tertulis dalam Bahasa Myanmar sehingga kami tidak mengetahui untuk nat siapakah ruang pemujaan ini dibangun.dalam ruang pemujaan ada khusus untuk satu nat ada juga beberapa nat dalam satu ruangan selain patung nat kami juga melihat patung-patung budha disini.

Saat mengunjungi ruang pemujaan kami bertemu umat yang sedang berdoa.selesai berdoa mereka memberikan persembahan berupa uang kertas yang dilipat ke patung nat tersebut.uang kertas tersebut ada yang diletakkan dalam keranjang kayu berisi persembahan untuk nat yang berisi buah kelapa hijau serta setandan pisang hijau ada juga yang diletakkan di sela-sela jari patung budha atau nat tersebut bahkan di tempat bunga yang terletak dekat patung uang-uang kertas tersebut juga ada bisa dikatakan hampir disekitar patung budha maupun nat di gunung poppa penuh dengan uang baik mata uang kyat, yuan, bahkan USD juga ada.kotak-kotak kaca tempat menaruh sumbangan juga penuh dengan uang kertas bahkan hinga tempat tidur penjaga tempat pemujaan itupun penuh uang.

Dipuncak teratas terdapat biara Budha dan pagoda berwarna kuning keemasan berdiri dengan anggun di tempat ini kita dapat melihat seluruh wilayah gunung poppa. Pagoda yang ada disini memiliki pagoda-pagoda yang lebih kecil yang berdiri disekitarnya.banyak wisatawan yang sekedar duduk-duduk atau bersandar di pagar besi yang membatasi kawasan ini.dari tempat ini ada beberapa tangga turun kebawah namun lebih baik bila kita turun mengikuti jalan kita naik tadi karena lebih aman dibanding jalan turun lainya.

Dari Gunung Poppa kami menuju Kota Tua Bagan yang merupakan obyek wisata paling populer dimana terdapat ribuan candid an pagoda yang dibangun di masa Kerajaan Bagan.bial ingin mengunjungi seluruh candid an pagoda di Kota Tua bagan tentunya akan membutuhkan waktu berhari-hari. Dari Gunung Poppa menuju Kota Tua Bagan kami menempuh perjalanan selama 1,5 jam kami tiba di kota tua bagan

BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED