Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 22 Agu 2019 13:14 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Gerobak Pengusung Rezeki di Kawah Ijen

Barid sophia
d'travelers
Foto 1 dari 5
Gerobak ijen
Gerobak ijen
detikTravel Community - Mencari rezeki halal bisa dengan cara apa saja. Termasuk salah satunya menarik gerobak yang mengangkut wisatawan menuju ke Kawah Ijen.

Berlelah lelahlah dahulu, manisnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang. Pepatah tersebut agaknya cukup cocok untuk orang-orang yang punya jiwa pendaki. Tetapi untuk jiwa non pendaki, jangan terlalu khawatir untuk dapat menikmati indahnya alam.

Kawah Ijen terletak di Gunung Ijen di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur dengan ketinggian lebih dari 2400 mdpl. Sebelum pendakian, pastikan sudah membawa peralatan perang seperti jaket, tudung kepala, masker mulut hidung dan juga masker mata karena semakin keatas udara semakin dingin dan bau belerang tidak hanya mengganggu hidung tapi juga pedih di mata ketika terbawa angin. Semua bersatu dalam sensasi keindahan.

Waktu tempuh yang dibutuhkan untuk pendakian dari pos Pal Tuding atau dari loket tiket sekitar 3 jam untuk sampai di kawah ijen. Bahkan waktu tempuh bisa menjadi 4 jam jika kebanyakan beristirahat mengingat kondisi kecuraman perjalanan dan medan yang tidak mudah.

Nah, waktu tempuh ini sesungguhnya dapat dihemat dengan cara memberikan rejeki kepada bapak-bapak penambang belerang. Gerobak yang biasanya berfungsi untuk mengangkut belerang dari atas ke bawah, dimanfaatkan untuk mengantar pengunjung kawah ijen dari bawah ke atas dan sebaliknya.

Untuk tarif membawa ke atas memang tidak murah, berkisar 400 sd 600 ribu di hari biasa dan saat musim libur bisa mencapai 1 juta rupiah. Untuk tarif menuju ke bawah sangat berbeda, hanya sekitar 100 sd 200 ribu rupiah.

Gerobak ini ditarik oleh tenaga manusia sehingga bisa dipahami jika tarifnya tidaklah murah mengingat tenaga untuk sampai ke atas terkadang butuh 3-4 orang untuk menarik gerobak. Sedangkan saat turun cukup hanya 1 orang saja. Dan satu gerobak dapat di isi satu orang dewasa dan satu anak.

Jangan khawatir, tarif tersebut bukanlah harga yang pasti, tetap bisa melakukan tawar menawar. Akan tetapi, pendapatan tersebut akan sangat menyenangkan untuk para penambang mengingat apabila gerobak dipakai untuk mengangkut belerang, pendapatan yang di dapatkan hanya sekitar 60 ribu rupiah dalam sekali pengangkutan sekitar 50 kg belerang. Belum lagi risiko kesehatan yang harus ditanggung.

Tidak hanya akan menikmati pemandangan yang indah, tetapi juga perjalanan menjadi lebih barokah.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA