Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 09 Agu 2019 10:24 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Menjelajahi Turki dengan Budget Mahasiswa

kharirotul suhaila
d'travelers
Foto 1 dari 5
Masjid Al Fatih di kala senja
Masjid Al Fatih di kala senja
detikTravel Community - Turki punya banyak destinasi menarik untuk dijelajahi. Meski budget pas-pasan, kamu bisa tetap bisa menikmati keindahan negara ini dengan destinasi populer.

Bhosporus mulai menampakkan pesonanya ketika kapal perlahan-lahan berangkat menyusuri selat. Di sisi kanan dan kiri dapat disaksikan beragam landmark dan bangunan berasitektur khas Eropa, Asia hingga Mediterania. Sejauh pandangan, bergantian panorama menyejukkan mata disuguhkan.

Tak hanya indah, tempat ini penuh sejarah. Selat Bhosporus menjadi saksi bisu perjuangan Al Fatih menaklukkan konstantinopel bertahun silam dan juga teman setia Istanbul selama ribuan tahun ketika menjadi ibu kota Turki sebelum dipindahkan oleh Ataturk ke Ankara.

Bhosporus cruises terasa sempurna menjadi penutup setelah seharian penuh mengelilingi Istanbul. Setiap jengkal tempat di Istanbul memiliki kekayaan historis tersendiri mulai dari Galata tower, Istana Topkapi, Blue Mosque, Basilia Cistern, Grand Bazaar, dan Hagia Sophia. Ya, pada akhirnya aku dapat singgah di Hagia Sophia, satu-satunya museum di dunia yang menjadi saksi bahwa simbol-simbol agama yang berbeda dapat berdampingan dengan mesra di dalam satu rumah ibadah.

Aku menghela nafas panjang sembari melihat burung galtik beterbangan di langit Bhosporus. Keindahan Turki seakan membayar lunas perjuanganku untuk bisa sampai kesini.

Flash back H-1 sebelum keberangkatan, pukul 22.00 di Bandara Soekarno-Hatta. Malam itu, kami sengaja mengambil penerbangan paling cepat dari Yogyakarta ke Jakarta karena pukul 00.40 dijadwalkan terbang menuju Turki, transit via Bahrain.

Tetapi, kami terkejut bukan main ketika membaca notifikasi email yang menjelaskan bahwa pesawat dibatalkan dengan alasan full booked. Mediasi dengan pihak travel pun dilakukan tetapi tidak mengubah keadaan dan uangpun tertahan. Melihat tiket penerbangan hari itu harganya selangit, kami menciut.

Apalah daya, kami hanya dua orang mahasiswa yang berjuang untuk mengikuti event internasional sekaligus mewujudkan perjalanan impian. Saldo di ATM 0 alhasil bertahan di Tangerang terlebih dahulu menjadi alternatif paling baik.

Bayangan lelah setelah berbulan-bulan mengerjakan project inovasi demi lolos dalam event dan berpuluh kali tolakan sponsor menghantui. Kami stuck tetapi masih memiliki keyakinan meskipun di nalar secara logika adalah mustahil mendapatkan uang tiket Rp 25 juta dalam sekejab. Tuhan Maha Baik, 2 hari kemudian kami benar-benar berangkat. Momen mengharu biru pun terjadi ketika roda pesawat berhasil mendarat di tanah Turki.

Marhaba Turkiye!! Semua rintangan yang membawa kami sampai di tempat ini menyulut jiwa traveling untuk menjelajah lebih banyak, tentunya setelah event selesai. Puas dengan Istanbul, kami memberanikan diri untuk mengunjungi Uludag, pegunungan yang dipenuhi oleh gumpalan salju sepanjang tahun.

Untuk mencapainya, perjalanan paling efektif adalah dengan menyeberangi laut dari Istanbul menuju Bursa kemudian dilanjutkan dengan menaiki teleferik hingga tiba di puncak Uludag. Pemandangan salju sejauh mata memandang dari atas teleferik sangat menawan. It was my really first snow.

Budget terbatas tak lantas menghalangi kami untuk berjumpa Cappadocia. Tak bisa pesawat, bus pun jadi. Cappadocia merupakan daerah bersejarah di sebelah barat daya kota besar Kayseri.

Setelah melalui 8 jam perjalanan, pemandangan berupa lembah dan perbukitan yang terbentang, lengkap dengan kerucut ukiran menyambut kami. Di daerah ini kami juga berkesempatan menyusuri gua-gua, lorong dan kota bawah tanah bekas era Hittite 1800 SM.

Menjelang fajar, kami mengendarai mobil meluncur ke arena balon terbang. Sungguh, memang cerita yang terkenal tentang keindahan balon udara di tempat ini adalah benar. Aku tidak bisa lupa, momen ketika balon-balon itu mulai diterbangkan, ia membumbung tinggi ke arah langit menutupi sinar matahari yang menggeliat mulai muncul.

Rasanya aku terhipnosis oleh pemandangan spektakuler siluet sunrise langit dengan balon udara berwarna-warni melayang lembut diantaranya. Meskipun belum bisa ikut terbang bersama balon tersebut, momen itu sangat luar biasa.

Tak kalah menarik dalam setiap perjalanan adalah menguji kemampuan adaptasi. Menerima kenyataan bahwa sebagian besar penduduk Turki kurang bisa menggunakan bahasa Inggris menjadi tantangan tersendiri. Momen kebingungan, salah menaiki transportasi hingga nyasar pun tak terelakkan. Tapi bonusnya, kami belajar mandiri dan lebih cepat menyesuaikan diri. Bonus lainnya adalah membangun relasi.

Siapa sangka, momen nyasar dan kebingungan mempertemukan kami dengan traveler dari Mesir. Relasi lain kami dapatkan ketika menggunakan Airbnb untuk menghemat budget penginapan. Malah, mereka dengan senang hati menceritakan tentang Turki secara gratis, dan kamipun sharing tentang Indonesia.

Banyak kejadian sulit lainnya yang terjadi di sepanjang perjalanan, tapi memang itu pembelajaran berharganya. Perjalanan Turki hanya berawal dari mimpi yang meraung-raung untuk diperjuangkan. Perjalanan ke Turki membuktikan kepadaku bahwa kekuatan mimpi dan kesungguhan adalah nyata. Aku semakin terpacu untuk mengunjungi banyak negara lainnya.

Traveling with purpose bagiku bukan hanya sekedar jalan-jalan tetapi membuka pengetahuan baru tentang dinamika peradaban di suatu wilayah, yang dapat memperluas cakrawala tentang keanekaragaman dan perbedaan.

Dubai menjadi salah satu bucketlist selanjutnya untuk diwujudkan. Selain ingin mengunjungi semua destinasinya, aku begitu tertarik dengan peradaban Dubai selama 50 tahun terakhir dimulai dari yang hanya negara miskin menjadi salah satu negara paling mewah di dunia. Tentunya, selama di sana banyak kisah yang dapat dipelajari, serta informasi yang dapat dibagi dan cara terbaik untuk mendapatkannya adalah mengunjungi negaranya secara langsung.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED

Mural di Kanada Keren Banget!

Senin, 26 Agu 2019 06:56 WIB

Lupakanlah grafiti yang asal-asalan, sekarang zamannya mural yang keren menghias kota. Di Quebec, Kanada mural bisa jadi keren banget.