Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 20 Okt 2019 11:40 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Kisah Pendakian Gunung Kembang, Adiknya Gunung Sindoro

Lukas Dhanur
d'travelers
Foto 1 dari 5
detikTravel Community - Akhir pekan memang waktu yang cocok buat mendaki gunung. Di Wonosobo, para pecinta alam bisa coba mendaki Gunung Kembang, 'adiknya' Gunung Sindoro.

Horee.. Musim kemarau sudah datang. Setelah menunggu hampir 6 bulan penuh, akhirnya bisa naik gunung lagi. Kali ini kita mau ke Gunung Kembang, adeknya Sindoro.

Setelah pembahasan detail logistik dan peralatan di WA Grup, kami masing-masing dari rumah berangkat sendiri dan baru berkumpul di Basecamp Blembem.

Gunung Kembang setinggi 2340 mdpl ini secara administratif berada di Kaliurip, Desa Kembarkasian, Kecamatan Kretek, Wonosobo.

Basecampnya sendiri berada di tengah kawasan kebun teh yang ijo adem, dan katanya bangunan Basecamp dulunya adalah tempat penampungan hasil panen kebun teh.

Meski dulunya kental dengan aura mistis, tahun 2018 Jalur Pendakian Gunung Kembang Via Basecamp Blembem resmi dibuka.

Info Penting:

DI BASECAMP BLEMBEM SEMUA LOGISTIK PENDAKIAN DIDATA DETAIL!

Berapa batang rokok yang dibawa, berapa jumlah sachet yang dibawa, berapa bungkus sayuran yang dibawa dan bahkan berapa butir permen yang dibawa.

INI SERIUS!

Jadi nanti, saat pengambilan ID, sampah dan puntung rokok akan disesuaikan dengan data yang sama-sama ditandatangani antara ketua team dan auditor.

Pendaki DILARANG KERAS membawa botol air mineral dan tisu basah.

Sebagai gantinya kita bisa sewa jerigen 5 literan @ 2K.

Don't event think to break this rule!

Satu, karena memang bagus biar para pendaki jadi disiplin menghargai alam.

Dua, dendanya bikin lemes dengkul broo.

Setiap pelanggaran akan didenda sebesar Rp 1.025.000.

BASECAMP- ISTANA KATAK - KANDANG CELENG

Setelah semua beres. Jam 7 malam kami berangkat. Bersebelas kami menyusuri kebun teh dengan jalur yang masih nanjak tipis. Bingung juga nyari dimana Istana Katak.

Entah terlewat atau memang tidak melewati, kami lanjut jalan hingga sekitar jam 9.30 malam kami baru sampai di POS KANDANG CELENG. Yang juga menandai batas Kebun teh dengan hutan.

KANDANG CELENG - LILIPUT


Jam 10, kami berangkat mengarah ke Pos Liliput. Kondisi hutan yang masih rapat dan trek yang mulai nanjak harus kami lalui. Konon di hutan ini masih banyak Celeng.

Jadi tidak disarankan untuk ngecamp di hutan antara Kandang Celeng dan Sabana. Sekitar 40 menit kemudian kami baru sampai di Pos Liliput.

LILIPUT - SIMPANG 3

Berupa area datar yang ditandai dengan adanya persimpangan tiga arah yang dulu dipakai untuk pembukaan jalur. Ambil jalur lurus nanjak. Kondisi hutan semakin lebat. Pos ini berjarak sekitar 30 menit jalan santai dari Liliput.

SIMPANG 3 - AKAR


Jalur semakin menanjak dengan hutan yang masih lebat. Bintang tidak tembus di sini saking rapetnya hutan. Ditambah dengan banyaknya lumut dan akar pohon yang melintang, menjulur cukup untuk membuat kita lebih waspada. Berjarak sekitar 20 menit jalan santai dari Simpang 3.

AKAR - SABANA


Jalur semakin menanjak. Bintang mulai terlihat, pertanda Pos Sabana sudah dekat. Disini, beberapa dari kami mulai kepayahan. Kondisi ini mengharuskan kami untuk ngecampdi pos Sabana.

Selain di Puncak,Camp Arealain yang disarankan di Gunung Kembang hanya di Area Sabana.

Kami sampai di Sabana sekitar jam 00.10 dini hari. Dengan kondisi trek yang lumayan curam, sangat sulit menemukan lokasi ngecampyang memang sangat terbatas.

Dengan suhu yang sangat dingin, kami masih harus bertarung dengan kantuk untuk mendirikan 3 tenda. Bagi tugas masak air dan set tenda, sekitar jam 1 tepat kami sudah siap istirahat.

Satu tenda keburu kebawa team yang langsung summit dan ngecamp di pucuk.

SABANA - TANJAKAN MESRA


Dingin menyapa kami bersama cahaya matahari pagi yang menyinari area kejauhan. Apes, ternyata kita pas di posisi umbra Gunung Sindoro. Sinar matahari otomatis kehalang body Gunung Sindoro.

Dingin juga belum beranjak, masih setia nunggu sinar matahari untuk pergi. Prepare dan masak air untuk segelas teh panas, baru sekitar jam 7 kami berangkat naik.

Mulai dari depan tenda, trek terlihat horor nanjak. Dan benar saja, sampai sekitar setengah jam berikutnya kami baru tiba di Pos Tanjakan Mesra yang ditandai dengan jalur menanjak dengan tali terpasang sebagai pegangan.

TANJAKAN MESRA - PUCUK


Tanjakan semakin menanjakn dan gak mesraa. Teringat kembali jalur Engkol-engkolan gunung Sumbing. Beruntung, Kembang tidak setinggi Sindoro - Sumbing kakaknya.

Baru setengah jam kemudian, sekitar jam 8.10 akhirnya kami sampai di Puncak Gunung Kembang 2340 mdpl.

Tepat berada di sebelah Gunung Sindoro. Tersaji pemandangan kawah Gunung Kembang mengarah ke timur, ke Kak Sindoro.

Setiap lekukan lembah dan badan Sindoro keliatan jelas. Sampai uap aktivitas Sindoro di area puncak pun jelas kelihatan. Di sebelahnya, jauh dikit ke selatan, Sumbing, angkuh berdiri nantangin nyali.

Di tengah-tengahnya, Merbabu, Andong Cs bersabuk awan di kejauhan menenangkan pikiran.

180º di barat, Dieng Plateau terlihat berkabut tipis dengan landmark Gunung Prau menjadi titik tertingginya. Gunung Slamet seolah hanya diam memandang kami dengan senyum provokatif.

Area Puncak yang datar dan sangat luas bisa menampung kira-kira 150 tenda. Jadi tidak perlu khawatir soal lokasi camp. Terlebih setiap hari pendakian dibatasi hanya untuk 500 pendaki. Pasti muat kok.

Puas foto-foto, kami masak bersama, makan bersama di tenda Mas Satrio yang semalam langsung summit. Sampai jam 10.30 kami baru start turun.

Perjalanan dari puncak (+ bongkar tenda) sekitar 4 jam jalan santai. Hingga kami sampai di Basecamp sekitar jam 3 sore. Ngingetin sekali lagi, semua detail sampah di note ya gaess. Asli diaudit satu-satu di Basecamp!

Setelah packing, bersih-bersih dan ganti seragam, kami bubar jalan masing-masing, pusing mikir share cost.

See you!
BERITA TERKAIT
BACA JUGA