Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 14 Agu 2019 11:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Watu Kelir, Ikon Geopark Karangsambung-Karang Bolong Kebumen

Bambang Irwanto
d'travelers
Foto 1 dari 5
Watu Kelir Ikon Geopark karangsambung-Karang Bolong kebumen Jawa Tengah
Watu Kelir Ikon Geopark karangsambung-Karang Bolong kebumen Jawa Tengah
detikTravel Community -

Watu Kelir atau Batu Rijang Merah merupakan ikon Geopark Karangsambung-Karang Bolong Kebumen Jawa Tengah. Di sini ada batuan berusia ratusan juta tahun.

Awalnya saya tidak ada rencana ke cagar geologi Watu Kelir Kebumen. Hanya setelah selesai ke embung Selo Asri Kebumen, Mas Suparmin salah satu pengelolah embung menjelaskan, kalau wilayah utara ini masuk dalam wilayah geopark Karangsambung-Karangbolong Kebumen. Dan ikonnya adalah Watu Kelir.

Saya langsung bertanya pada Mas Parmin letak Watu Kelir itu. Dan saya suprais, saat mas Parmin mengatakan sangat dekat dari embung Selo Asri itu. Bahkan Mas Parmin menawarkan untuk menemani. Wow.. saya langsung setuju. Makanya saya pun mengikuti motor Mas Parmin. Ternyata letaknya memang sangat dekat. Bahkan sebenarnya, saat akan menuju embung Selo Asri, saya sudah melewati lokasi Watu Kelir. Hanya memang letaknya itu berada di bawah.

Jadi dari jalan raya, motor kami parkir. Selanjutnya turun ke bawah dan menyusuri jalan setapak sejauh 100 meter. Lalu menjelang lokasi, jalanan sedikit menurun. Harus ekstra hati-hati. Soalnya saya terpeleset dan hampir saja terperosok. Untung kaki saya masih punya cadangan rem cakram hahaha.

Tidak lama, sampailah saya dan Mas Parmin di lokasi Watu Kelir. Mata saya langsung tertuju pada batuan tegak mendatar sepanjang 100 meter pada dinding sebuah kali. Batu itu didominasi warna merah. Nah ternyata itulah Watu Kelir si Ikon Geopark Karangsambung Karang Bolong Kebumen. Saya terhenyak sebentar. Sebenarnya, sebelumnya saya pernah lihat videonya dan mebaca tentang Watu Kelir ini.

Di sinilah sekarang saya berdiri, di tempat yang dipercaya jutaan tahun lalu adalah dasar samudra, yang lempengannya patah, lalu menyeruak ke permukaan karena proses geologi. Masya Allah. Menurut Mas Parmin, sebenarnya Watu Kelir itu aslinya bernama Batu Rijang Merah. Hanya penduduk setempat menamakan Watu Kelir, karena bentuknya seperti kelir dalam pertunjukan wayang.

Mas Parmin juga menambahkan, kelir juga bisa berarti pembatas atau tirai. Dan memang, watu kelir adalah batas dunia fana dengan dunia alam gaib pada cerita-cerita kuno. Duh.. saya langsung merinding hehehe. Memang saat saya perhatikan baik-baik, batu tegak lurus yang merupakan dinding sungai Muncar itu, seperti sebuah layar dalam pertunjukan wayang.

Tidak hanya sampai di situ, ada keunikan lain di sini. Di atas Watu Kelir, ada batu-batu bulat yang mirip kenong di perangkat gamelan. Mas Parmin menjelaskan, kalau batu-batu itu sebenarnya namanya batu Lava basal. Jadi saat peristiwa menyeruaknya dasar samudra ke permukaan, keluar lava. Hanya karena di dalam air, maka langsung membeku dan membentuk bulat-bulat seperti bantal.

Masya Allah. Lagi-lagi saya terhenyak dengan peristiwa alam yang terjadi. Sambil menyusuri lokasi, Mas Parmin Kembali bercerita. Konon di malam-malam tertentu, dahulu penduduk sekitar sering mendengar suara pertunjukan gamelan. Lalu, ada terkadang juga terdengar suara tangisan. Duh.. duh.. bulu kuduk saya merinding. Untung saya datangnya tidak sendiri.

Tapi di balik cerita mistik itu, lokasi Watu Kelir ini jadi saksi bisu peristiwa alam, sekaligus pembentukan tanah jawa di Kebumen. Dan sampai saat ini, lokasi Watu Kelir banyak didatangi para ilmuan, juga para mahasiswa geologi dari berbagai universitas di seluruh Indonesia. Karena menurut Mas Parmin, di lokasi Watu Kelir inilah koleksi batu-batuannya paling lengkap di dunia. Bahkan ada batu yang hanya ada di Watu Kelir.

Perjalanan saya kali ini berkesan. Tidak hanya menambah pengetahuan, tapi juga mengenal kearifan lokal. Dan sudah seharusnya, semua pihak menjaga cagar geologi ini. Karena di sinilah, salah satu sumber ilmu pengetahuan, khususnya kebumian.

Semoga saya bisa terus menjelalah Indonesia. Saya pun juga ingin wisata ke luar negeri. Salah satunya ke Dubai. Kalau ada rezeki, saya akan menjelajah seluruh wisata kota Dubai. Semoga tercapai ya, amin.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA