Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 14 Agu 2019 11:20 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Ini Loh Panorama di Uang 2.000 Rupiah Baru

Foto 1 dari 5
Sejauh mata memandang, sejauh itu terlihat Panorama Ngarai SianokNgarai Sianok,
Sejauh mata memandang, sejauh itu terlihat Panorama Ngarai SianokNgarai Sianok,
detikTravel Community - Sadarkah kamu, terdapat pemandangan patahan lempeng bumi yang menakjubkan di uang kertas Rp 2.000? Ya, itulah satu-satunya Ngarai Sianok yang indah.

Berada di Bukittinggi, Kabupaten Agam, Ngarai Sianok memiliki dua dinding bukit yang menjulang tinggi dan jatuh ke dasar. Ngarai berarti lembah yang terjadi, sedangkan Sianok dalam bahasa Minangkabau artinya sungai, yang mengalir berliku-liku dengan air jernihnya mengikuti alur dari bentuk ngarai. Lembah terjal ini membentang hingga 15km dengan lebar sekitar 200 meter dan kedalaman sekitar 100 meter.

Kontur Lembah Sianok sendiri karena proses turunnya sebagian lempengan bumi, sehingga menimbulkan patahan berwujud jurang yang curam. Ngarai Sianok, biasa menjadi menu wisata utama saat mengunjungi Bukittinggi, Sumatera Barat. Keindahannya yang extraordinary membuatnya terkenal hingga ke mancanegara, bahkan bisa disebut sebagai Grand Canyon-nya Indonesia.

Bagaimana nggak makin cinta 2.000 kali ke tempat ini. Saat berkunjung ke sini, saya beserta teman-teman dari backpacker menggunakan bus untuk menuju ke lokasi wisata ini, saat tiba, terlihat dinding batu raksasa begitu saya menyebutnya. Wow berasa di suatu tempat yang penuh dengan petualangan, terlihat aliran sungai yang bagian tepinya surut, karena saya datang di saat kemarau. Karena berada di lembah, maka untuk melihat keagungan ciptaan Tuhan ini, maka diperlukan usaha untuk ke tempat yang lebih tinggi. Dari kejauhan terlihat jembatan yang cukup tinggi, dimana di bawahnya terdapat aliran sungai.

Setelah berjalan beberapa meter, dan sedikit mendaki, saya dan teman sampai di ujung jembatan, dan disinilah dimulai petualangan seru kami, saat mendaki, sayup terdengar 'uuk-aak' celoteh dari monyet. Saat akan menuju ke bagian tengah, terlihat monyet yang bergelantungan di tali jembatan mendekati kami yang masih diujung, ternyata teman saya Sarah cukup ketakutan. Saya sendiri meyakini diri, kalau satu masih bisa lah, masa karena monyet gagal foto di tempat keren. Mencoba meyakinkan teman saya, dan saat hari semakin sore ternyata monyetnya makin banyak. Saya yang awalnya berani, cepat-cepat melangkah ke tengah, tetapi monyet tetap menuju ke arah kami, lalu kami pun berlari kencang ke ujung lain dari jembatan, huaaaa.. dan bersembunyi di warung makanan yang terdapat di sana.

Kami diam beberapa menit di sana, karena para monyet masih di jembatan itu. Setelah agak lama, para monyet mulai masuk ke hutan, sepertinya mereka saling menunggu temannya untuk kembali ke peraduannya. Sungguh pengalaman yang menegangkan. Akhirnya kami bisa puas berfoto-foto ria, untuk melihat Ngarai Sianok selain dari sisi lembah, bisa juga dilihat dari Taman Panorama Sianok, jadi setelah puas berfoto dan berjalan-jalan, kami menuju ke Taman Panorama Sianok yang menawarkan panorama keseluruhan dari Ngarai Sianok, untuk masuknya biaya HTM cukup terjangkau Rp 15.000 untuk orang dewasa.

Curamnya lembah Ngarai Sianok, membuatku ingin merasakan ketinggian di Burj Khalifa, Dubai. Merasakan sensasi menggunakan lift supercepat 10 meter/detik dan sampai dalam 1 menit di lantai 148 gedung Burj Khalifa, merupakan pengalaman yang menguji adrenalin yang sangat ingin kurasakan, semoga melalui detik travel saya bisa Visit Dubai dan berkesempatan merasakan petualangan extraordinary lainnya.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA