Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 08 Mar 2020 17:35 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Unik, Masjid Kayu Ini Tak Memiliki Jendela

Tedi Permana
d'travelers
Foto 1 dari 5
Masjid Tua Kasimuddin
Masjid Tua Kasimuddin
detikTravel Community - Salah satu sisa Kesultanan Bulungan yakni Masjid Kasimuddin. Letaknya di Tanjung Palas Tengah.

Masjid tua ini didirikan pada waktu pemerintahan Sultan ke-9 Kesultanan Bulungan yaitu Sultan Maulana Muhammad Kasimuddin. Ia bertahta pada periode 1901-1925.

Jika dilihat dari luar, masjid ini memiliki tiga tingkatan atap. Satu atap berukuran besar, satu atap berukuran lebih kecil dan satunya lagi adalah kubah masjid. Atap masjid ini terbuat dari kayu ulin yang membuat ruangan masjid menjadi lebih teduh.

Seperti masjid pada umumnya, Masjid Sultan Kasimuddin ini juga dilengkapi dengan beduk yang sudah sama tuanya dengan bangunan masjid. Beduk ini pun masih berfungsi dengan baik.

Ada cerita unik dengan beduk di Masjid Kasimuddin. Kayu yang dijadikan beduk ini hanyut dari hulu dan terdampar di parit dekat lokasi pembangunan masjid. Potongan kayu tersebut berongga seolah sudah disiapkan untuk menjadi beduk Masjid Kasimuddin.

Ruang utama masjid berbentuk bujur sangkar dan mempunyai empat tiang penyangga penopang kubah dan dua belas tiang pembantu mengelilingi tiang utama. Konon, tiang-tiang tersebut merupakan sumbangan dari 16 daerah di wilayah kekuasaan Kesultanan Bulungan tempo dulu.

Uniknya lagi, Masjid Kasimuddin tidak mempunyai jendela, namun memiliki 11 pintu yang terletak di sekeliling bangunan. Yang terdiri dari 3 pintu depan, 3 pintu di sebelah kiri, 3 pintu di sebelah kanan dan 2 dua pintu di samping mihrab persegi lima. Pintu itulah yang membuat Masjid Kasimuddin tetap sejuk.

Keunikan lain dari Masjid ini adalah penggunaan tegel motif eropa yang merupakan sumbangan Kerajaan Belanda kepada Kesultanan Bulungan. Itu jadi bukti bahwa Bulungan pernah mendapat predikat daerah istimewa.

Sultan Kasimuddin wafat pada tahun 1925 dan makamnya ada di bagian barat masjid bersama beserta beberapa anggota kesultanan lainnya. Selesai sudah menapaktilasi hegemoni Kesultanan Bulungan. Semoga dapat menjadi referensi wisata religi bagi traveler saat berkunjung ke Tanjung Selor.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA