Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 30 Mar 2020 10:40 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Mengenal Festival Kampung di Kaki Gunung Sumbing

Elyandra Widharta
d'travelers
Foto 1 dari 5
Panggung Festival Kampung
Panggung Festival Kampung
detikTravel Community -

Festival Kampung digelar di 3 dusun di Kabupaten Temanggung. Memiliki ciri khas dan keunikan di tiap dusun, seluruhnya ada di kaki Gunung Sumbing.

Kabut pekat mulai turun perlahan malam itu, hembusan aroma tembakau sempat melintas mendiami sebentar bersama dingin bulan Juni di mana musim kemarau di Temanggung Jawa Tengah. Kabupaten Temanggung sebuah kota kabupaten kecil di barat laut Jawa Tengah memang menyimpan kekayaan luar biasa.

Hampir semua penduduknya adalah petani tembakau. Tanahnya subur seperti tidak salah Tuhan memilih Temanggung sebagai tanah yang menghasilkan tembakau Srinthil. Tembakau dengan harga mahal ini konon hanya bisa tumbuh didataran tinggi tertentu dengan hawa dingin dan sinar matahari yang semuanya pas.

Selain bertani tembakau dan tanaman pangan lainnya, petani di Temanggung juga merawat budaya peninggalan leluhur yaitu kesenian yang berbasis tradisi. Mereka masih menggelarnya di sela aktivitasnya bertani.

Selain dataran tinggi dan Gunung Sumbing yang menjadi lanskap menawan, daerah Temanggung juga menyimpan mutiara yang abadi. Di sana ada seni tradisional seperti Singa Barong, Topeng Ireng, Kubra Siswo, Jathilan, Karawitan, Ketoprak dan masih banyak lagi.

Dusun Jragan misalnya, warga di sana memiliki sistem Regon. Yakni, masyarakat mengerjakan pekerjaan borongan pertanian bersama yang dikoordinir warga dan kelurahan.

Namun hasil dari pekerjaan borongan itu sisanya disisipkan untuk menghidupi kesenian tradisi di daerahnya. Semua berangkat dari kesadaran murni bahwa seni tradisi harus juga dihidupi bersama dengan aktivitas ekonomi mereka.

Dusun lainya yaitu Tlogo, sebuah Kecamatan yang luasnya meliputi berbagai dusun. Memiliki anak muda yang kreatif dan bersemangat, mereka peduli dengan keberlangsungan kesenian Topeng Ireng di mana sempat lahir dan memiliki eksistensi namun pernah vakum karena gejolak zaman.

Tapi di tangan anak muda bernama Intan dan Fajar kesenian ini mulai dihidupkan kembali dari mati surinya dibawah dukungan seorang bapak bernama Mas Bagus. Intan seorang perempuan biasa saja, usianya masih muda, dia juga seorang pekerja disektor swasta.

Sebagai seorang anak muda ia merasa terpanggil untuk terus mengkreasikan Tari Topeng Ireng menjadi semakin inovatif. Memiliki nuansa berbeda dengan Topeng Ireng dari daerah lain. Ia menambahkan sentuhan gerak, cerita, komposisi, dan narasi yang disematkan agar Topeng Ireng semakin lebih dinikmati warga sekitar Tlogo khususnya anak-anak muda seusia Intan dan Fajar.

Upaya anak muda ini adalah terobosan baru. Semangat mereka seperti kuda troya yang siap menghadapi perang di medan laga. Di samping aktivitasnya sebagai seorang pekerja mereka masih menyisakan waktunya untuk kesenian, sebagai keberlangsungan dinamika budaya meskipun mereka masih muda belia dengan cita-cita panjang membentang di depan sana.

Dari rangkaian semangat dan kegelisahan warga Jragan, Logede dan Tlogo inilah kemudian diramu menjadi satu dalam sebuah Gelaran Budaya. Seperti sebuah pesta panen kebudayaan yang mereka menanam sendiri kemudian memanen bersama berbagi bersama yang lainya.

Festival Kampung mengambil tajuk Silaturahmi Pentas digelar berapa waktu lalu berturut-turut tanggal 15, 17, 19 Juni 2019 mulai pukul 19.30 wib. Festival Kampung atau Silaturahmi Pentas ini digelar di tiga tempat berbeda yaitu Jragan, Logede dan Tlogo.

Festival Kampung dengan kesenian asli dari ketiga wilayah Jragan, Logede dan Tlogo yang akan tampil antara lain Topeng Ireng Sekar Mulya Asri, Kuda Lumping Wahyu Turangga Manunggal, Topeng Ireng Rimba Manunggal, Jathilan Turangga Manitis, Hadroh Sirojul Ghofrun, Duo GG Tuban Cak Tuko Gendut dan Cak Jay Gendut.

Selain itu juga akan tampil Wulan Gatho, Kubro Siswo Setyo Manunggal, Idakep Turangga Seto, Tari Soreng Wahyu Putra Manunggal, Kuda Lumping Ngesti Budaya Singa Barong, Karawitan Cinde Laras, dan akan dimeriahkan juga oleh Bazar Makanan Kampung sekaligus Syawalan Kampung karena masih dalam suasana Syawalan.

Festival Kampung ini sebenarnya juga menjadi bagian dari Tlogo Bergerak#3 sebagai inisiasi forum kreatif antar dusun yang dimulai dari anak-anak muda Tlogo. Tujuannya untuk kembali menggeliatkan potensi seni dan budaya dari wilayah desa di Kecamatan Tlogo dan sekitarnya.

Tentu saja dampak yang diharapkan dari kegiatan ini adalah kesenian yang tumbuh secara organik dan regenerasi kaum muda kembali peduli dengan daerahnya akan terus bermunculan secara positif. Harapan ke depan tentu saja Festival Kampung ini bisa menjadi agenda tahunan dan mendapat respon yang baik dari Pemerintah Kabupaten Temanggung. Sehingga bisa menjadi agenda wisata budaya bahwa Dusun Jragan, Logede dan Tlogo layak menjadi destinasi wisata seni dan budaya.



BERITA TERKAIT
BACA JUGA