Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 19 Agu 2019 13:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Liburan Hemat ke Singapura, Malaysia dan Thailand

FATMA ATIK MULYANI
d'travelers
Foto 1 dari 5
Masjid Putra Nan Mempesona
Masjid Putra Nan Mempesona
detikTravel Community - Singapura, Malaysia dan Thailand jaraknya cukup berdekatan. Inilah traveling hemat ke tiga negara tersebut.

"Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan berada diantara bintang-bintang," Ir. Soekarno.

Sepenggal kalimat motivasi dari sang Proklamator bangsa yang menjadi pendobrak semangatku mengelilingi dunia. Aku panjatkan setiap hari penuh dengan harap mimpiku akan terwujud. Aku adalah pemuda yang terlahir dari seorang petani di pelosok desa di pulau Jawa yang memilki sejuta mimpi mengelilingi dunia.

Berbagai lomba mulai dari lomba blog, essay, artikel dan lainnya aku ikuti agar mimpiku mengelilingi dunia terwujud. Sejak 2 tahun yang lalu, keinginanku mengelilingi dunia telah mengakar dalam dada dan ingin segera terwujudkan. Tepat 20 kali aku gagal dalam mengikuti berbagai lomba agar mimpi terbesarku terwujud.

Tapi entah mengapa meskipun sudah 20 kali aku gagal untuk bisa ke luar negeri dengan gratis, hati ini selalu berkata, "Ayo coba lagi, coba lagi, tak ada salahnya kamu mencoba selagi kamu masih muda." Thomas Alva Edison saja gagal 999 kali hingga ia berhasil menemukan lampu pijar pada percobaan ke 1000-nya.

Never ever give up on your dreams, you are the creator of your future. Memang benar, untuk menggapai sebuah mimpi tak semudah membalikkan telapak tangan, butuh proses panjang dan perjuangan yang mungkin orang lain tidak mengetahui perjuangan yang telah kamu lakukan.

Berkat kegigihan dan semangatku dalam meraih mimpi mengelilingi dunia, akhirnya Tuhan kabulkan mimpiku untuk bisa menginjakkan kaki ke Malaysia, Singapura dan Thailand dalam program pertukaran pelajar dengan gratis. Selama 1 minggu aku mengelilingi 3 negara sambil belajar sistem pendidikan, kebudayaan dan pastinya tempat wisata yang wajib dikunjungi. Dan inilah awal ceritaku mengelilingi Malaysia, Singapura, Thailand.

Tepat jam 12 malam pada tanggal 22 Juli 2019, aku berangkat seorang diri menggunakan travel dari Pare ke Bandara Juanda, Surabaya yang membutuhkan waktu sekitar 3 jam. Saat itu aku tak sedang berada di rumah karena aku sedang belajar di Kampung Inggris, Pare, sehingga aku pergi tanpa diantar orang tua.
 
Aku seorang diri memberanikan diri untuk mewujudkan mimpi. Sekitar pukul 03.00 wib aku sampai di bandara, ini kali pertamaku ke luar negeri, tanpa diantar siapapun. Aku bingung bagaimana alur check in pesawat? cara menimbang bagasi? aku tak tau apa-apa.

Akhirnya aku meminta bantuan satpam untuk membantuku untuk check in. Saat berada di pemeriksaan barang, aku tidak diperbolehkan membawa air minum dan tidak diperbolehkan membawa pasta gigi yang beratnya lebih dari 100 gram. Aku memaksa petugas untuk mengizinkanku membawa pasta gigi yang sudah berkurang setengahnya sehingga beratnya pasti sudah tidak 100 gram, tapi usahaku gagal. Aku tak diizinkan membawa pasta gigi.

Sesampainya di pemeriksaan imigrasi, aku ditanya beberapa pertanyaan mengapa aku ingin ke luar negeri seorang diri. Aku menjawab dengan tegas bahwa aku akan mengikuti student exchange. Tepat pukul 05.05 pesawatku terbang menuju bandara Kuala Lumpur. Pukul 9 pagi, kali pertamanya bagiku menginjakkan kaki di negeri orang. Hatiterasa melayang, jantungku berdegup kencang dan rasanya bibirku ingin berteriak, "Finally I'm Here...I'm so Delightful."

Bandara KLIA 2 sangatlah luas, banyak turis mancanegara yang berbondong-bondong mengunjungi Malaysia, banyak toko oleh-oleh yang menawarkan jajanan khas negeri jiran. Luasnya bandara membuatku menjadi bingung dan tersesat mencari tempat pengambilan bagasi.

Aku bertanya pada petugas bandara yang berasal dari India, ternyata dia tidak paham bahasa inggris, aku sangat bingung menemukan tempat bagasi. Akhirnya aku bertemu dengan seorang ibu dari Indonesia yang sangat baik hati menujukkan arah pengambilan bagasi dan alur imigrasi. Aku ditemani ibu itu mengurus segala proses imigrasi, kemudian aku janjian dengan peserta student exchange yang lainnya. Aku bertemu banyak pemuda hebat yang berasal dari seluruh penjuru negeri. Tepat pukul 5 sore waktu Malaysia, 20 pemuda dari seluruh penjuru Indonesia memulai perjalanan hebat menggunakan bus.

1. Malaysia, Negeri Tetangga dengan Sejuta Pesona

Hal pertama yang kami kunjungi adalah Putrajaya, pusat pemerintahan Malaysia sejak tahun 1999. Terdapat bangunan paling ikonik yang wajib kalian abadikan dengan jepretan kamera saat di Putrajaya yaitu Kantor Perdana Menteri. Bangunan dengan arsitektur perpaduan Islam, Melayu dan Moghul modern dengan kubah hijau yang sangat menawan. Kemudian, kami berfoto di depan Masjid Putra yang letaknya berdekatan dengan kantor perdana menteri.

Masjid yang berwarna Pink Rose dari susunan batu granit sangatlah memukau mata. Di samping Masjid Putra terdapat Tasik Putrajaya yang sangat indah. Kalian dapat sightseeing di danau putrajaya menggunakan Cruise Tasik Putrajaya. Kami menikmati indahnya matahari terbenam dari pinggir danau sambil menikmati lezatnya Nasi Kandar. Putrajaya begitu menawan, kami seakan berada di Sydney Harbour dengan suasana Timur Tengah. Kemudian, kami melanjutkan perjalanan menuju Johor Bahru untuk check in hotel dan melanjutkan perjalanan ke Singapura.

2. Singapura, Negeri Singa dengan Sejuta Cerita

Pukul 08.00 pagi, setelah kami breakfast dengan makanan Melayu yang memanjakkan lidah, kami melanjutkan perjalanan ke Singapura menggunakan bus. Di perbatasan Malaysia-Singapura jalanan begitu padat dan macet karena banyak penduduk Malaysia yang bekerja di Singapura. Kami mengantri cukup lama untuk melewati kantor imigrasi. Salah satu temanku ditahan di kantor imigrasi karena hanya mempunyai satu kata pada nama lengkapnya. Kami serombongan tertahan di kantor imigrasi karena menunggu temanku lolos. Sekitar 2 jam akhirnya kami bisa melanjutkan perjalanan.

Pertama, kami mengunjungi NUS (National University of Singapore) kampus terbaik di Singapura dengan arsitektur bangunan yang sungguh mempesona. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke tempat yang wajib di kunjungi saat di Singapura, Merlion Park, ikon Singapura yang dirancang oleh Mr. Fraser Brunner.
 
Kepala singa Merlion melambangkan singa yang dilihat Sang Nila Utama saat ia menemukan Singapura tahun 11 Masehi. Di Merlion Park, kalian akan melihat Marina by Sand, Esplanade dan lainnya. Betapa megahnya Singapura, negara kecil dengan bangunan pencakar langit yang begitu menakjubkan.

Tak lengkap rasanya ke luar negeri tanpa membawa buah tangan, kami menuju Bugis Market. Tempat terlengkap yang menjual pernak-pernik khas Singapura ini menjual dengan harga yang terjangkau. Kalian harus menyiapkan uang dollar agar dapat menikmati surga belanja di Bugis.

Bagi kalian seorang muslim, tak lengkap rasanya jika ke Singapura tanpa shalat di masjid tertua Singapura, Masjid Sultan namanya. Kami menunaikan shalat dzuhur di masjid dengan bangunan khas Melayu. Suasana Masjid Sultan sangat damai dan sejuk, kalian seolah-olah akan berada di arab karena arsitektur bangunan masjid yang begitu menawan.

Kami menghabiskan seharian penuh di Singapura, rasanya tak ingin hati ini meninggalkan negara kecil dengan sejuta pesona. Suatu saat nanti, aku akan kembali ke negara ini bersama keluarga untuk menikmati lebih banyak lagi wisata yang belum sempat kami singgahi seperti Garden by The bay, Sentosa Island, Universal Studio dan lain-lain.Segera kami bergegas ke imigrasi dan kembali ke negeri Jiran.
Sesuai dengan agenda kami, yaitu student exchange, Kami generasi muda melakukan studi tour di University Putra Malaysia, salah satu universitas terbaik di Malaysia. Di sana kami diberikan perkuliahan oleh Dekan Fakultas Ekonomi tentang entrepreneurship dan cara mendapatkan scholarship di UPM.

UPM merupakan kampus yang asri, banyak tanaman hijau menghiasi kampus. Semoga suatu saat aku dapat kembali kesini untuk mengenyam pendidikan pasca sarjanaku, Aaamin.
Selalnjutnya kami menuju Kuala Lumpur, pusat kota Malaysia yang dihiasi puluhan gedung pencakar langit yang begitu mempesona. Tak lupa kami membeli oleh-oleh di Pasar Seni, surganya shopping dengan harga yang begitu menggiurkan.

Kami juga menyaksikan Cultural Show in Malaysian Tourism Centre. Pengunjung akan disuguhkan tarian dan lagu daerah khas Malaysia. Pertunjukkan sangat indah dan menghipnotis setiap mata yang menyaksikan. Kami juga ikut menari diakhir pertunjukkan. Pengalaman ini sangat berharga, karena kami dapat mengenal kebudayaan Malaysia sebagai wujud toleransi keberagaman antarbangsa.

Bagai sayur tanpa garam saat di negeri Jiran tanpa mengunjungi Menara Petronas, menara kembar yang menjadi ikon Malaysia yang mendunia. Petronas dirancang oleh Adamson dan Cesar Pelli dengan ketinggian 452 m. Kedua menara dihubungkan dengan skybridge dan pada bagian bawah terdapat pusat perbelanjaan Suria KLCC yang menawarkan barang-barang branded yang memanjakan mata. Dibelakang KLCC terdapat fountain show dilengkapi warna-warni air yang menakjubkan.

3. Hatyai Surga Kuil di Thailand

Tepat pukul 21.00 waktu Malaysia kami melanjutkan perjalanan ke Thailand menggunakan bus. Kami membutuhkan waktu 8 jam untuk sampai ke Thailand sehingga sepanjang malam kami terlelap. Perjalanan begitu melelahkan tak terasa sang fajar telah menyapa. Kami bergegas mandi di perbatasan Malaysia-Thailand dan bergegas memasuki imigrasi.

Hatyai, suasana sangat berbeda dengan negeri jiran. Kalian akan disuguhi puluhan kuil berwarna emas di sepanjang jalan dilengkapi tulisan aksara Thailand yang entah apa artinya. Destinasi pertama yang kami kunjungi di Hatyai adalah Wat Hat Yai Nai (reclining budha).

Matahari begitu terik karena tepat berada di atas kepala, kami bergegas mengabadikan moment dengan jepretan kamera. Kemudian kami bergegas ke Songkhla Pharanon Laem Pho, Wat Hua Thanon, Tang Kuan Hill dan The Dragon Head. Jika kalian mengunjungi Singapura harus berfoto di depan Merlion, maka di Thailand kalian harus berfoto di depan The Dragon Head, kepala naga ini mengeluarkan air mancur ke laut yang hampir mirip dengan merlion. Saat di Hatyai wajib bagi kalian untuk mencicipi lezatnya es krim kelapa khas Hatyai, eskrim sangat cocok dinikmati dibawah teriknya mentari.

Kami melanjutkan perjalanan ke Klong Hae Floating Market, pasar terapung yang menjajakan makanan khas Thailand, surganya penggila makanan. Kalian akan menemukan Thai Tea, Manggo Sticky Rice, Sate Seafood dan masih banyak lagi. Wajib bagi kalian untuk mencicipi cita rasa khas Thailand yang begitu menggoda.

Kami bergegas kembali ke negeri Jiran menuju airport. Perjalanan yang begitu melelelahkan karena kami berjam-jam tidur di bus. Tapi rasa bahagia di dada mengalahkan segala penat yang ada, kami menikmati sepanjang perjalanan dengan bernyanyi bersama. Tepat pukul 05.00 sore kami sampai di airport. Akan tetapi aku mempunyai jadwal kembali ke Indonesia pukul 09.00 pagi, sehingga aku memutuskan menginap di bandara bersama ketiga temanku.

Sekuat tenaga kami menahan agar bola mata tak tertutup, kami takut karena banyak barang bawaan yang harus kami jaga sehingga kami memutuskan tidak tidur. Pukul 06.00 pagi waktu Malaysia, kedua temanku bergegas untuk check in pesawat untuk penerbangan pukul 08.00 akan tetapi petugas mengatakan bahwa kedua temanku ketinggalan pesawat.

Kami sangat syok karena kedua temanku harus membeli tiket pesawat lagi seharga 480 ringgit atau seharga Rp 1,5 juta, padahal mereka sudah tidak mempunyai uang ringgit dan disana tidak ada ATM Indonesia. Inilah pengalaman berharga bagi kedua temanku, mereka kebingungan dan entah apa yang harus dilakukan, untungnya saudara temanku bekerja di Malaysia sehingga mau meminjamkan uang untuk membeli tiket.
Aku yang mempunyai jadwal penerbangan yang berbeda, segera check in agar tak ketinggalan pesawat. Inilah perjalananku, perjalanan yang tak mungkin terhapus dari memori, perjalanan yang akan aku ceritakan kepada anak dan cucuku kelak bahwa dunia itu indah, dunia itu luas.

Maka pergilah, buka matamu, injakkan kakimu ke semua penjuru negara agar kau tau betapa indah dan hebatnya Tuhan menciptakan dunia.

Mimpi ini akan terus membara sampai akhir menutup mata. Aku seorang pemimpi, sangat ingin mengelilingi dunia dan Dubai menjadi negara dream destination yang sangat ingin kukunjungi. Kota termewah di Uni Emirat Arab yang memukau mata setiap insan akan kemegahan gedung pencakar langitnya. Jika aku dapat mewujudkan dream destinationku ke Dubai bersama detikTravel dan Visit Dubai akan kukunjungi berbagai ikon terkemuka di Dubai.

This is my bucket list in Dubai:

1. Burj Khalifa

Hal pertama yang wajib kukunjungi saat di Dubai yaitu melihat keeksotisan gedung tertinggi di dunia. Burj Khalifa merupakan gedung dengan 153 lantai, dengan berat beton setara dengan 100.000 gajah, jumlah baja setara dengan baja lima pesawat Airbus 380. Membayangkan serunya menginjakkan kaki di ketinggian 2.716,5 kaki melihat hamparan gedung-gedung pencakar langit tak lupa mengabadikannya dengan jepretan foto.

2. Dubai Fountain

Tak lengkap rasanya ke Dubai tanpa melihat air mancur terbesar di dunia. Air mancur yang terletak di Burj Khalifa dengan luas sekitar 30 hektar ini dapat meluncurkan air hingga setinggi 500 kaki. Saat malam hari, keelokan air mancur semakin menawan dengan kilauan cahaya lampu. Wisatawan dapat menikmati keindahan air mancur sambil bersantai ditemani lagu-lagu indah dengan gratis.

3. Dubai Mall

Mall terbesar di dunia yang merupakan surga bagi kaum hawa untuk shopping. Ingin sekali berkunjung ke mall yang dilengkapi akuarium besar dan ring es dengan kapasitas 2.000 orang untuk bermain ice-skating.

4. Miracle Garden

Sebagai pemuda yang suka berfoto, tempat wajib yang harus aku kunjungi adalah Miracle Garden di Dubailand. 45 juta lebih bunga akan memanjakan mata dilengkapi Aromatic Garden, Butterfly Park, Colorful Peacocks dan Floral Clock.

5. Burj Al Arab dan Palm Island

Ikon Dubai yang merupakan hotel bintang 7 dengan ketinggian 321 meter yang merupakan hotel paling tinggi ke 4 di dunia. Salah satu mimpiku adalah mengabadikan foto di depan Burj Al Arab. Selain itu, destinasi yang wajib aku kunjungi saat di Dubai adalah Palm Island, pulau buatan yang berisikan banyak atraksi, hotel terkenal, shopping mall dan fashion mewah yang akan membuat wisatawan terhipnotis.
Itulah Dream Destination yang ingin kulakukan di Dubai, negara Impian yang sangat ingin kudatangi. Hope I can go to Dubai with detikTravel and visit Dubai. Semoga Mimpiku terwujud menjadi nyata.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA