Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 01 Sep 2019 10:59 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Pasar Kekinian di Banjarnegara Bayarnya Pakai Koin Kayu

Foto 1 dari 5
Gapura masuk Pasar Lodra Jaya. Sengaja dibuat menyerupai Candi Arjuna yang ada di dataran tinggi Dieng, untuk sekaligus mempromosikan lokasi wisata tersebut.
Gapura masuk Pasar Lodra Jaya. Sengaja dibuat menyerupai Candi Arjuna yang ada di dataran tinggi Dieng, untuk sekaligus mempromosikan lokasi wisata tersebut.
detikTravel Community - Ada yang menarik  di Banjanegara. Kota dawet ayu ini punya pasar yang menyatu dengan alam, cantik dan transaksinya unik, menggunakan koin kayu.

Banjarnegara merupakan salah satu kabupaten yang ada di Jawa Tengah. Wilayah yang terkenal dengan Dawet Ayunya ini, berbatasan langsung dengan Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Banyumas di sebelah barat, Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang di sebelah utara, Kabupaten Wonosobo di sebelah timur, serta Kabupaten Kebumen di sebelah selatan.

Jadi, untuk menuju ke Banjarnegara, bisa melalui berbagai jalur sesuai dengan jarak terdekat Traveler berada. Akses kendaraan umum juga cukup mudah di wilayah ini.

Perlu Traveler ketahui, jika ternyata, Banjarnegara tidak hanya memiliki pesona wisata dari indahnya pemandangan alam dataran tinggi Dieng. Kini, Banjarnegara sudah memiliki beragam destinasi wisata lain yang patut Traveler kunjungi ketika singgah di Kota Gilar-gilar ini. Salah satu yang kekinian dan instagrammable adalah Pasar Lodra Jaya. Cuma pasar? Tentu tidak!

Pasar Lodra Jaya merupakan salah satu destinasi digital yang ada di Kabupaten Banjarnegara. Lokasinya berada di Desa Winong, Kecamatan Bawang. Cukup sulit memang menemukan lokasi pasar ini. Namun, karena tempat ini sudah cukup terkenal, maka sudah banyak warga sekitar yang mengetahui lokasi pasti dari pasar satu ini.

Traveler hanya tinggal bertanya pada penduduk sekitar, atau mengikuti petunjuk jalan yang sudah tertera di beberapa persimpangan jalan menuju lokasi. Jika Traveler sudah menemukan keramaian dan melihat gerbang berbentuk candi buatan bertuliskan Pasar Lodra Jaya, maka artinya Traveler sudah sampai ke tujuan Traveler, yakni Pasar Lodra Jaya.

Pembukaan pasar Lodra Jaya ini digagas oleh Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Banjarnegara pada akhir 2018 lalu. Ini sekaligus menjadi destinasi digital pertama di Banjarnegara. Tujuannya? Apalagi kalau bukan untuk meningkatkan potensi wisata di Kota Dawet Ayu ini.

Berbeda dari pasar lainnya, Pasar Lodra Jaya mengusung konsep digital yang kekinian, sehingga lebih menarik dan unik. Di sini, Traveler dapat merasakan sensasi berbelanja yang menyatu dengan alam. Lokasinya dibuat sedemikian rupa, seolah Traveler tengah berbelanja di tengah hutan.

Rindangnya pepohonan di sekitar lokasi menambah kesejukan dan tentunya, menyegarkan pandangan serta pikiran. Dan tidak lupa, pasar ini juga mengusung konsep ramah lingkungan, yang mengimbau penjual dan pengunjung tidak menggunakan plastik saat berjual-beli.

Layaknya pasar pada umunya, Traveler dapat bertransaksi alias melakukan jual-beli di sini. Namun bedanya, untuk bertransaksi di pasar ini, Traveler terlebih dahulu diharuskan menukar pecahan rupiah dengan koin kayu bernama kethip. Satu kethip bernilai Rp 2.500,00 saja. Setelah itu, Traveler bebas berbelanja atau berburu kuliner tradisional yang ada di lokasi ini.

Di Pasar Lodra Jaya tersedia sejumlah stall pedagang yang menjajakan makanan dan jajanan tradisional. Ada beragam makanan tradisional yang dapat Traveler temui di sini. Ada pecel, gethuk, soto, dan banyak pilihan lainnya, termasuk tentunya, dawet ayu khas Banjarnegara yang manis dan segar.

Seperti yang sudah disebut sebelumnya, pasar kekinian ini mengusung konsep tradisional dan ramah lingkungan, sehingga mengurangi penggunaan plastik. Tempat atau wadah makanannya sebagian besar terbuat dari kayu, bambu, gerabah hingga daun pisang. Hal ini tentunya sangat ramah lingkungan. Nah, bagi Traveler yang ingin berbelanja dan membawa pulang belanjaannya, bisa membeli keranjang yang terbuat dari bambu sebagai pengganti plastik.

Untuk masalah harga, Traveler tidak perlu khawatir, harga di sini cukup bersahabat. Tidak menguras kantong. Untuk menikmati Soto Gobyos misalnya, Traveler cukup membayar 3 kethip, alias Rp 7.500 saja loh. Sehingga hanya dengan bermodal Rp 50 Ribu yang ditukar menjadi 20 kethiP, Traveler dapat mengisi perut hingga kenyang dengan beragam pilihan makanan lainnya yang dijajakan di sini.

Tidak ketinggalan, di sini juga terdapat spot permainan tradisional untuk anak-anak. Ada sejumlah permainan tradisional yang tersedia di bagian Dolanan Bocah, beberapa di antaranya congklak, egrang, kelereng serta gasing. Dengan mainan-mainan tradisional ini, anak-anak dapat lebih berinteraksi dengan teman-teman, orang-orang dan lingkungan sekitar. Jadi, anak tidak melulu berhadapan dengan gadget dan asyik dengan dunianya sendiri.

Di bagian tengah pasar juga terdapat panggung utama yg digunakan untuk memfasilitasi komunitas yang ingin menampilkan bakatnya. Jika Traveler atau komunitas seni Traveler ingin tampil di panggung ini, bisa menghubungi pihak GenPI. Di panggung ini, Traveler bisa menampilkan berbagai pertunjukan, seperti musik, tari atau bahkan teater.

Sesuai dengan konsepnya, destinasi digital, lokasi ini tidak mau kalah dengan destinasi digital pada umumnya, di sini juga tersedia banyak spot untuk berswafoto yang instagrammable bagi para pengunjung. Terdapat pula zona edukasi melukis yang menggunakan media keramik.

Keramik sendiri merupakan salah satu buah tangan khas yang terkenal dari Banjarnegara. Sentra pembuatan keramik yang terkenal berada di Kecamatan Klampok. Di sepanjang jalan dengan mudah Anda dapat menemukan toko-toko yang menjual keramik asli dari Banjarnegara.

Di pasar yang hanya buka seminggu sekali, yakni setiap hari Minggu, Traveler dapat menikmati suasana asri sekitar lokasi. Banyak pepohonan rindang, layaknya di tengah hutan.

Di pinggiran lokasi ini juga Traveler dapat menikmati pemandangan hijau dari sawah juga lahan pertanian warga. Perlu diingat ya Traveler, pasar ini hanya dibuka seminggu sekali di hari Minggu, mulai 07.00-12.00 WIB saja, jadi jangan sampai terlewat jika tetap ingin menikmati sensasi berwisata kekinian yang menyatu dengan alam sekaligus ramah lingkungan.

Setelah melihat sejumlah destinasi digital di Indonesia, sebagai orang yang selalu penasaran dengan tempat-tempat baru, saya juga ingin menjelajah berbagai destinasi menarik lain yang ada di seluruh dunia. Salah satu kota yang sangat ingin dikunjungi adalah Dubai, UEA. Yaa, kota dengan berjuta inovasi ini, pastinya akan menjadi extraordinary travel yang tak terlupakan.

Di kota yang begitu menawan ini, tentu ada banyak hal yang dapat dilakukan. Seperti berkunjung ke gedung-gedung dengan arsitektur unik yang menjulang tinggi, berkeliling dan berbelanja di pusat perbelanjaan modern, melihat panorama kota dengan inovasi yang luar biasa, hingga menikmati indahnya gemerlap lampu-lampu kota di malam hari. Salah satu gedung tertinggi di dunia juga ada di Dubai.

Siapa yang tidak mengetahui Burj Khalifa. Bangunan setinggi lebih dari 800 meter ini, menjulang dan mencolok di antara gedung-gedung lain yang ada di kota cantik, Dubai. Masih memendam penasaran bagaimana melihat pemandangan Dubai dari gedung tertinggi di dunia ini. Sepertinya akan lebih menakjubkan.

Tapi tidak hanya itu saja, kota yang terletak di sepanjang garis pantai Teluk Persia (Persian Gulf) ini juga memiliki pemandangan memesona yang indah dari pulau-pulau buatannya (reklamasi), termasuk di antaranya adalah Palm Island dan The World Islands (pulau-pulau reklamasi yang menggambarkan pulau-pulau yang ada di dunia, termasuk juga pulau-pulau yang ada di Indonesia).

Nah, beragam informasi menarik dari Kota Dubai tersedia di berbagai sumber, internet, buku, majalah dan sebagainya. Ini membuat para Traveler terpesona dan penasaran ingin berkunjung ke sana, termasuk saya. Selamat merencanakan liburan, Traveler!
BERITA TERKAIT
BACA JUGA