Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 04 Sep 2019 11:20 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Ini Cara Mengunjungi Beberapa Tempat Sekaligus dalam Waktu Singkat

Aisa Marisa
d'travelers
Foto 1 dari 5
Wisata malam di Malang Night Paradise
Wisata malam di Malang Night Paradise
detikTravel Community - Perlu keluar sejenak di tengah kesibukan? Kamu tetap bisa melakukan perjalanan singkat dalam waktu sehari dan berkunjung ke tiga tempat sekaligus.

Beberapa tahun ini saya tinggal di Kota Blitar berkaitan dengan urusan pekerjaan. Saat akhir pekan biasanya saya menghabiskan waktu dengan berkendara ke luar kota untuk sekedar bertemu teman, refreshing, hingga melakukan traveling singkat. Kali ini saya ingin menceritakan liburan pendek ketika berada di Malang.

Saat itu saya bersama dengan rombongan berencana menanjak ke Gunung Bromo. Akses untuk menuju kawasan wisata ini sebenarnya cukup banyak seperti dari Surabaya, Semarang,

Probolinggo, dan juga Malang. Kami memilih berangkat dari Malang karena jarak tempuh ke kota ini lebih dekat dibandingkan lainnya. Melihat matahari terbit dari dekat tentu‚ menjadi tujuan utama kami dan semua wisatawan.

Saat itu kami berangkat dari Blitar pukul 21.00 dan tiba di Malang sekitar pukul 23.00. Karena kami ber-sepuluh, kami menyewa Jeep untuk membawa kami menuju penanjakan Gunung Bromo. Tapi kalau kamu hanya berdua ada baiknya menyewa sepeda motor karena akan lebih hemat. Perjalanan dari titik penjemputan Jeep menuju tempat penanjakan tidak begitu menyenangkan karena medan yang dilewati berkelok dan jalannya tidak rata.

Perjalanan menggunakan Jeep ini memakan waktu kurang lebih 1,5 jam. Cukup lama karena jalan yang kami lalui di beberapa titik hanya bisa dilalui oleh satu kendaraan saja. Jadi jika ada kendaraan yang datang dari arah berlawanan, maka kami harus berhenti untuk membiarkan mereka lewat terlebih dahulu. Kondisi penerangan jalan juga terasa kurang sehingga perlu hati-hati sekali saat menyetir.

Jeep hanya bisa mengantar kami hingga ke tempat pendakian. Jadi setelah itu, kami harus menanjak ke atas untuk mendapatkan spot terbaik menikmati keindahan Gunung Bromo dan matahari terbit. Pendakian ini menjadi bagian paling seru karena kami harus terus naik dan naik di saat kaki berteriak minta berhenti. Sensasi berkeringat di tengah malam berbalut dinginnya udara juga menjadi satu tantangan. Jadi sebelum mendaki, pastikan kamu tidak dalam kondisi lapar.

Supaya tidak dehidrasi, bawalah air mineral untuk asupan cairan yang dibutuhkan. Selain itu, untuk menjaga tubuhmu tetap hangat pastikan perlindungan dari atas hingga ke bawah juga. Gunakan jaket atau sweater tebal, penutup kuping, topi rajut, syal, sarung tangan dan sepatu olahraga. Satu lagi, perlengkapan seperti senter juga perlu kamu siapkan. Karena sepanjang penanjakan tidak tersedia penerangan yang memadai ditambah terdapat beberapa jalan yang tidak rata. Jadi untuk keamanan dan lancarnya penanjakan gunakan senter untuk memandumu.

Jangan ragu untuk berhenti sejenak jika kamu perlu beristirahat. Kamu bisa numpang duduk di warung-warung kecil milik warga setempat. Biasanya mereka menjual mie instan dalam gelas dan juga minuman hangat. Lumayan kamu bisa isi tenaga dulu di sini.

Untuk melakukan penanjakan ini kamu bisa memilih ikut tur dari travel atau melakukannya secara mandiri. Perjalanan kami adalah petualangan mandiri sehingga ketika dihadapkan pada 2 jalan, kami kebingungan sendiri. Tidak ada pemandu jalan dan juga tidak ada orang yang bisa kami tanyai. Jadi saat itu yang bisa kami lakukan adalah coba-coba. Hal ini cukup menyita waktu karena kami sempat salah mengambil jalan namun momen ini menjadi cerita seru dari extraordinary traveling kami.

Rasa lelah, ngantuk, dingin, dan cucuran keringat terbayar dengan apa yang kami lihat di atas. Kombinasi keindahan Gunung Bromo dan sang matahari sungguh memesona. Kemegahan alam yang terbentang di depan mata tentu tidak boleh dilewatkan untuk diabadikan. Ambil foto sebanyak-banyaknya karena begitu golden hour lewat, semua akan terasa biasa saja.

Bromo memang terlihat indah saat matahari terbit. Karena setelahnya, semua wisatawan akan turun ke bawah dan melanjutkan perjalanan ke Pasir Berbisik dan Padang Sabana. Kami turun menuju tempat parkir Jeep untuk melanjutkan perjalanan ke Pasir Berbisik. Udara di Pasir Berbisik jauh erbeda dengan di atas tadi. Terasa panas sekali padahal belum tengah hari. Penggunaan tabir surya sangat direkomendasikan supaya kulitmu tidak gosong. Destinasi selanjutnya adalah Padang Sabana, sebuah tempat dengan hamparan rumput hijau. Umumnya yang wisatawan lakukan di sini adalah berfoto ria karena tempatnya yang instagramable.

Cuaca yang semakin panas membuat kami menyudahi petualangan di kawasan Bromo Tengger Semeru ini. Kami kembali ke tempat asal diantar dengan Jeep yang kami sewa. Kami melepas istirahat sejenak di Kota Malang karena di malam hari akan berkunjung ke Malang Night Paradise.

Sambil menunggu malam tiba, kami mengisi aktivitas di siang hari dengan berkunjung ke Kampung Wisata Jodipan atau yang dikenal dengan sebutan Kampung Warna Warni. Kampung ini merupakan wisata pertama di Kota Malang berupa sederetan rumah warga di tepi Sungai Brantas yang menampilkan dinding dengan aneka warna menarik. Ada biaya masuk yang perlu kamu bayar sebesar IDR 3.000 namun akan digantikan dengan souvenir berupa gantungan kunci. Tanda mata ini merupakan buatan tangan warga Jodipan, jadi kunjungan kamu ke sini sekaligus membantu perekonomian mereka.

Kamu bisa berkeliling menikmati deretan rumah yang dicat warna warni. Ada beberapa rumah dengan dinding seperti grafiti yang cukup instagramable. Berfoto dan menikmati hasil karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini bisa menjadi kegiatan yang kamu lakukan saat berada di Malang.

Sore pun tiba dan sesuai dengan rencana kami mengunjungi Malang Night Paradise. Tempat ini terletak di dalam komplek perumahan warga dan merupakan hiburan keluarga dengan tema glowing atau gemerlap. Di dalam Malang Night Paradise terdapat Hawaii Waterpark sebagai wahana bermain air anak-anak. Jadi kalau kamu berencana menikmati waterpark ini, ada baiknya datang lebih awal karena jam operasionalnya hanya sampai pukul 16.30 saja.

Tiket masuk Malang Night Paradise sebesar Rp 50.000 untuk weekday dan Rp 65.000 untuk weekend. Di wisata malam ini kamu bisa menikmati Taman Lampion dengan dekorasi khas dari negara yang ditampilkan. Selain itu terdapat Taman Dinosaurus yang menampilkan beberapa replika hewan purba tersebut. Malang Night Paradise bisa dijadikan ajang edukasi untuk anak-anak karena menurut saya cukup banyak yang bisa diajarkan. Wisata ini bisa dimasukkan ke dalam aktivitas untuk mengisi waktu di malam hari, karena jam operasionalnya dimulai pukul 18.00 hingga pukul 23.00.

Liburan singkat di Malang berakhir di sini karena kami harus kembali ke Blitar. Ini salah satu perjalanan saya yang sangat produktif selama satu hari penuh. Puas rasanya karena bisa berkunjung ke beberapa tempat sekaligus dalam sekali waktu. Cerita ini mungkin bisa jadi inspirasi kalau kamu hanya punya waktu singkat di Malang.

Extraordinary traveling sebetulnya tidak melulu harus dilakukan dalam durasi yang lama dan panjang. Sekalipun kamu hanya punya waktu yang singkat, selama bisa mengatur perencanaan dengan baik, kamu akan tetap bisa mendapat pengalaman yang luar biasa.

Di sisa 5 bulan tahun 2019 ini saya berencana traveling ke Thailand dan Dubai. Kenapa Dubai? Karena saya mau menambah pengalaman extraordinary traveling hingga ke Uni Emirat Arab. Saya ingin sekali mengeksplorasi Dubai From The Water, seperti mengunjungi Winding Canals at Madinat Jumeirah, Bustling Waterways at Dubai Creek, The Heart of The City at Dubai Water Canal, Modern Skyline Views at Dubai Marina and Sail along the Coast at Arabian Gulf.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA