Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 06 Sep 2019 11:06 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Melihat Masjid Unik Berbentuk Durian di Sudan

Faiz Alamsyah
d'travelers
Foto 5 dari 5
Masjid Nilein.
Masjid Nilein.
detikTravel Community - Ada satu bangunan menarik di Sudan. Bangunan itu bentuknya seperti buah durian. Inilah Masjid El-Nilein yang unik di negeri Sudan.

Masjid ini dikatakan menarik karena bentuknya seperti durian dengan kulit khasnya yang tajam. Menjadi hal wajib untuk berkunjung ke sana bagi kita yang memiliki kesempatan menginjakkan kaki di negeri Sudan, Afrika.

Masjid ini bernama Masjid El-Nilein atau Masjid Nilein. Kata nilein berasal dari bahasa Arab yang berarti dua Nil. Sudan merupakan negara yang dilintasi oleh dua sungai Nil, yaitu sungai Nil Putih, dan sungai Nil Biru.

Sungai Nil Putih bersumber dari danau Victoria di Uganda, danau yang merupakan salah satu danau terbesar di benua Afrika. Sedangkan sungai Nil Biru bermuara di danau Tana, Ethiopia.

Kedua anak sungai Nil tersebut bertemu di Negara Sudan, dan masjid Nilein berada di samping pertemuan dua sungai Nil tersebut. Selain Sudan kerap disebut negeri dua Nil, masjid ini pun diberi nama masjid dua Nil (dalam bahasa Indonesia).

Masjid ini terletak di lingkungan salah satu kampus negeri di Sudan, yaitu University of Holy Quran and Islamic Sciences. Masjidyang dibangun sejak tahun 1970 ini juga merupakan salah satu landmark Sudan, karena memang Sudan tidak memiliki begitu banyak bangunan unik.

Karena terletak di perbatasan dua kota besar Sudan, Khartoum (Ibu kota) dan Omdurman, akses kendaraan umum ke masjid ini cukup mudah. Selain kendaraan umum, kita juga bisa menggunakan transportasi lain, seperti Bajaj (disebut Riksyah di Sudan), Taxi, Amjad (mobil carterberukuran lebih besar dari Taxi), atau transportasi online.

Perjalanan dari tempat kami tinggal menuju masjid tersebut memakan waktu kisaran 30 menit menggunakan kendaraan umum.Ketika berhenti di depan lingkungan kampus Universitas Alquran, kami disambut pepohonan besar yang meneduhkan jalanan sekitar.

Perlu diketahui, pepohonan besar jarang sekali di Sudan. Hal yang patut disyukuri jika kita dapat menemukan pepohonan besar di Sudan, dapat kita gunakan untuk berteduh sesaat dari cuaca panas. Mengingat mayoritas suhu di Sudan, setiap harinya mencapai 40 derajat celcius.

Fakta uniknya, Sudan hanya memiliki dua musim. Musim panas, dan musim panas sekali. Hehehe.

Kami langsung masuk ke dalam masjid, untuk berteduh sekaligus melihat interior di dalamnya. Panas nya Sudan hilang dalam sekejap karena banyaknya pendingin ruangan di dalam masjid. Pengurus masjidsangat pahambagaimana membuat para pengunjung meraskan nikmatnya beribadah di dalamnya.

Masjid ini juga bisa dibilang salah satu masjid terbesar yang ada di negeri dua Nil ini. Untuk sekilas, kemegahan bangunannya terlihat mirip dengan masjid Al Jabbar di Gedebage, Bandung.

Kami tak lupa untuk mengabadikan momen di depan masjid ini. Di sekitaran masjid, kami melihat ada replika ka’bah untuk anak-anak kecil Sudan mempelajari manasik haji. Ada juga tempat air minum gratis, yang disediakan bagi siapa saja pengunjung masjid ini.

Berjalan ke dalam lingkungan, ada beberapa bangunan kampus Universitas Alquran. Beberapa mahasiswa Indonesia menempuh studinya di kampus ini. Jadi kalau sewaktu-waktu kita mengunjungi masjid iniketika waktu perkuliahan, kemungkinan bisa bertegur sapa dengan kawan-kawan Indonesia.

Salah satu ciri khas yang dimiliki masjid Sudan adalah suara sang Imam ketika membaca Alquran. Entah mengapa, langgam unik itu sudah menjadi ciri khas masyarakat Sudan. Kami sempat melaksanakan salat taraweh di masjid Nilein.

Mayoritas masjid besar di Sudan melaksanakan salat tarawih dengan 11 rakaat, dan pada satu malam itu sang imam membaca satu juz Alquran, tanpa ada ceramah. Salat tarawih yang lama menjadi tidak terasa lama karena langgam yang unik ini, membuat kami para jamaah menikmati betul salat kami.

Tentunya, pengalaman mengujungi masjid ini menjadi pelajaran bagiku. Allah swt. berfirman bahwa hendaknya kita berkelana di bumi ini. Aku ingin sekali melihat kemegahan masjid-masjid Allah di belahan bumi yang lain. Salah satu masjid yang sangat ingin aku kunjungi adalah masjid Syekh Zayid, yang terletak di Dubai.

Kemegahan bangunannya luar biasa. Konon masjid terbesar di Dubai ini dapat menampung lebih dari 40 ribu orang dalam sekali salat. Ini merupakan salah satu mimpi terdekatku, yaitu bisa menginjakkan kaki di Dubai.

Semoga suatu saat aku bisa berkunjung ke sana. Amiin.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA