Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 06 Okt 2019 09:05 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Mendaki Wayag, Ikonnya Raja Ampat

fahmi salama
d'travelers
Foto 1 dari 5
Puncak Wayag
Puncak Wayag
detikTravel Community - Inilah Wayag, gugusan pulau karang yang dikenal sebagai ikonnya Raja Ampat. Panorama di sana sungguh menakjubkan!

Ada yang tahu apa ikon utama Raja Ampat? Benar sekali, Wayag. Wayag adalah wajah utama dari kecantikan Raja Ampat. Pemandangan gugusan Pulau dengan gradasi air laut berwarna hijau biru jadi daya tarik utama Wayag. Perjalanan ke Wayag dari homestay kami di Mansuar ditempuh dengan waktu 3 jam dengan Speedboat.

Wait, what? 3 jam? Ia, kurang lebih 3 jam. Kepulauan Wayag terletak di bagian utara Waisai. Tergantung ombak dan kecepatan kapal, perjalanan ke Wayag bisa ditempuh dengan waktu kurang lebih 3 jam. Jadi bagi kalian yang punya riwayat mabuk laut, ya siap-siap saja karena ombaknya lumayan 'menyenangkan'.

Sekitar 1 jam perjalanan, kami singgah dulu di Sebuah perkampungan bernama Kampung Selpele. Semua kapal yang menuju ke Wayag harus berlabuh dulu ke Kampung ini.

Perjalanan dilanjutkan, Speedboat yang kami tumpangi kembali melewati derasnya ombak lautan papua. Sekitar 2 jam dari Kampung Selpele, ombak mulai reda. Pertanda kami sudah mendekati tujuan terakhir. Gugusan pulau sudah mulai terlihat dari jauh. Di tengah perjalanan kami melihat penyu yang lagi kawin.

Awalnya saya pikir itu batu karang, tapi setelah didekati guide kami berteriak kalau itu adalah penyu yang lagi kawin. Sayangnya kami tidak sempat mengambil gambar demi menjaga privasi hubungan mereka, hahahaha.

Sebelum ke Wayag, kapal singgah sekali lagi di sebuah pulau untuk pemeriksaan Pin. Oh ia guys, jika kalian ingin naik ke puncak Wayag, diwajibkan untuk membeli Pin Raja Ampat seperti gambar di atas. Harganya 500 ribu rupiah untuk wisatawan lokal dan 1 Juta untuk wisatawan mancanegara.

Kalian juga akan memperoleh kartu identitas dengan nama kalian tertera di atasnya. Kartu ini berlaku untuk setahun. Agak mahal memang, tapi uang hasil penjualan pin dan kartu Raja Ampat ini digunakan untuk keperluan operasional dan konservasi Raja Ampat. Jadi jatuhnya kita ikut menyumbang untuk pelestarian di daerah tersebut.

10 Menit dari pulau sebelumnya, kami mulai memasuki gugusan pulau Wayag. Air di bawah kami sudah berubah warna menjadi hijau.

No Pain No Gain, kerja keras mendaki Wayag akhirnya terbayar dengan pemandangan indah dari puncak. tak cuma dari satu sisi, tapi dari sudut manapun, pemandangan dari puncak Wayag benar-benar memanjakan mata.

Puas berfoto Ria, kami beristirahat sejenak sebelum kembali turun ke kapal. Ternyata turunnya lebih susah guys, tapi ini menurut saya loh ya. Tak tau kalau yang udah biasa naik gunung. Disarankan untuk turun perlahan dan tidak tergesa-gesa supaya gak terpeleset. Kalau capek ya istirahat sebentar, habis itu dilanjutkan lagi. Jangan jadikan pohon atau ranting sebagai pijakan dan pegangan, lebih aman kalau kalian berpegang pada karang, agar posisi kalian lebih kuat.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA