Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 19 Jan 2020 17:20 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Bokori, Pulau Surga dari Sulawesi Tenggara

Imas Siti Masitoh
d'travelers
Foto 1 dari 5
Sekitar Entrance Pulau Bokori
Sekitar Entrance Pulau Bokori
detikTravel Community - Di Sulawesi Tenggara, ada pulau yang disebut-sebut sebagai Pulau Surga. Pulau Bokori namanya. Wisata ke sini serasa liburan di pulau pribadi.

Ini cerita perjalanan akhir bulan Mei 2019 yang lalu ke Pulau Bokori yang berada di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Untuk bisa sampai di Pulau Bokori diperlukan waktu sekitar 1,5-2 jam dari kota Kendari. Pulau Bokori masuk ke dalam wiayah Tanjung Soropia, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.

Mengingat akhir Mei 2019 masih termasuk akhir musim hujan, maka ketika sampai di dermaga penyeberangan yang menuju Pulau Bokori, saya disambut dengan hujan yang cukup deras padahal hari masih pagi sekitar jam 10 WIT.

Sambil menunggu hujan reda dan cuaca cerah, mengabadikan pemandangan di sekitar dermaga tentu saja menjadi hal yang tidak membosankan. 1 (satu) jam kemudian hujan mulai reda dan cuaca beranjak cerah.

Akhirnya dengan menyewa perahu tradisional sebesar Rp 100.000 (tarif antar jemput), berangkatlah ke Pulau Bokori. Laut biru dan tenang menemani perjalanan ke Pulau Bokori. 10-15 menit kemudian sampailah kami di Pulau Bokori.

Karena pada saat berkunjung pada hari biasa, maka sangat sedikit sekali pengunjung yang terlihat. Tiket masuknya sangat murah sekal, hanya sebessar Rp 6.000 per orang, berasa berada di pulau pribadi. Suasana tenang dan hanya terdengar sapuan gelombang air laut di pantai dan sapuan semilir angin di pantai.

Pulau Bokori memiliki air laut yang jernih dengan hamparan pasir putih juga dikelilingi oleh hutan mangrove dan tanaman pantai lainnya seperti‚ pohon kelapa dan cemara. Pantai Bokori telah dilengkapi pula dengan villa-villa yang bisa disewa untuk umum, termasuk vila-vila yang berjejer yang terapung di atas laut.

Namun sayang villa-villa tersebut terlihat kurang terawat dengan baik, termasuk keberadaan toilet umum yang juga tidak terawat dengan baik. Hal ini sungguh sangat disayangkan karena Pulau Bokori memiliki pesona pemandangan yang sangat cantik, sayang apabla fasilitas pendukungnya tidak terawat dengan baik.

Hal ini harus menjadi perhatian khususnya dari instansi terkait dan pemerintahan setempat agar segera dibenahi sehingga Pulau Bokori bisa menjadi destinasi wisata yang tidak kalah dengan destinasi wisata lainnya di Indonesia.

Berjalan-jalan sepanjang pantai sepanjang Pulau Bokori sungguh tidak membosankan, selain menikmati pemandangan laut yang menenangkan juga sangat menyehatkan. Selain berjalan kaki yang bisa mencapai 11 ribu lebih langkah kaki juga‚ karena udara yang masih bersih dan menyegarkan dan tentu saja banyak spot  spot foto yang instragrammable.

Tak terasa, hari semakin siang dan matahari juga semakin terik, akhirnya kami kembali ke dermaga dengan perahu tradisional yang sudah siap menunggu. Sepanjang perjalanan kembali ke dermaga, terlihat dari kejauhan rumah  rumah suku Bajo yang berderet sepanjang pantai.

Menurut informasi bahwa suku Bajo adalah penduduk asli dan nenek moyang mereka orang-orang yang ulung dalam hal melaut.

Akhirnya‚ sampailah di dermaga dan langsung melanjutkan perjalanan kembali ke kota Kendari menuju hotel untuk check out karena harus segera kembali ke Jakarta dengan penerbangan pada sore harinya.

Alhamdullilah, meskipun kunjungan ke Pulau Bokori hanya beberapa jam saja, namun sungguh rasa penasaran akan indahnya Pulau Bokori bisa terpuaskan. Semoga pada waktu yang akan datang bisa kembali dan menginap di Pulau Bokori.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA