Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 19 Nov 2019 11:45 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Mengenal Titik Nol Kilometer, Persimpangan Istimewa di Jogja

Ria Rahmawati
d'travelers
Foto 1 dari 5
Persimpangan Titik Nol Kilometer, tampak lampu-lampu cantik dan gedung klasik menghiasi
Persimpangan Titik Nol Kilometer, tampak lampu-lampu cantik dan gedung klasik menghiasi
detikTravel Community - Menikmati Yogyakarta wajib merasakan bagaimana bersantai di salah satu sudut kota istimewa ini. Bagaimana warga Jogja dan pengunjungnya bersantai menikmati suasana syahdu? Datanglah ke persimpangan titik nol kilometer.

Ketika berkunjung ke Jogja, Malioboro dan Persimpangan Titik Nol Kilometer merupakan tempat wajib untuk didatangi. Belum ke Jogja kalau belum kesini. Kalau ke Malioboro kita bisa memuaskan hasrat berbelanja dan mencicipi kulinernya.

Puas berbelanja, datanglah ke persimpangan yang tidak jauh dari Malioboro. Titik Nol Kilometer namanya, ini bukan persimpangan biasa. Berbaur dengan warga dan pengunjung lainnya, kita akan merasakan suasana Jogja yang sesungguhnya.

Lokasi strategis di depan alun-alun utara, menjadikan tempat ini sebagai salah satu tempat paling tepat menikmati suasana Jogja yang bikin kangen. Jika anda beruntung, anda bisa menyaksikan suguhan seperti tarian ataupun atraksi budaya.

Area pedestriannya yang luas mampu menampung banyak orang. Beberapa kursi taman pun tersedia, menambah kenyamanan pengunjung. Dihiasi pula oleh lampu hias dan gedung-gedung tua peninggalan kolonial Belanda.

Jika anda menghadap ke selatan, terlihat gedung Bank Indonesia, Kantor pos dan Gedung BNI mengapit jalan menuju keraton. Ketiga gedung klasik dan eksotik ini selalu dijadikan obyek foto para pengunjung.

Jika menghadap ke utara, anda akan melihat jalan Malioboro sebagai jalan utama. Anda akan mendapati Istana Negara, Benteng Vendeburg dan Monumen Serangan Umum 1 Maret.

Monumen ini merupakan bukti bahwa persimpangan ini memiliki nilai historis tinggi. Monumen ini didirikan untuk menghargai jasa pahlawan. Dipimpin oleh Jendral Soedirman, serangan besar dilakukan untuk mengusir Belanda dari Yogyakarta.

Tidak jauh dari Monumen Serangan Umum 1 Maret, terdapat beberapa patung khas abdi dalem. Patung berbentuk tambun nan ramah ini bernama Bedjokarto. Dalam bahasa jawa Bedjo berarti untung dan Karto berarti aman. Patung ini memberikan pesan dan harapan aman, adem dan tentram untuk Yogyakarta.

Bila anda berkunjung ke persimpangan istimewa ini sempatkanlah berfoto dengan Bedjokarto. Dan jangan lupa menjaga kebersihan.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA