Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 07 Mei 2020 18:26 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Merayakan Waisak dengan Bertemu Buddha di Thailand

Aisa Marisa
d'travelers
Foto 1 dari 5
WAT PHRA KAEW ATAU THE TEMPLE OF THE EMERALD BUDDHA MERUPAKAN IKON DI KOMPLEK GRAND PALACE
WAT PHRA KAEW ATAU THE TEMPLE OF THE EMERALD BUDDHA MERUPAKAN IKON DI KOMPLEK GRAND PALACE
detikTravel Community -

Hari ini bertepatan dengan Hari Raya Waisak. Bertemu dengan Buddha di Thailand jadi salah satu cara untuk merayakannya.

Ada banyak destinasi di Bangkok yang bisa kamu kunjungi namun pastikan Wat Phra Kaew masuk dalam daftarmu! Ini adalah salah satu kuil yang berada di dalam komplek Grand Palace yang terletak di jantung Kota Bangkok.

Bertemu dengan Emerald Buddha adalah tujuan utama para turis ketika datang ke sini. Dulunya, Grand Palace adalah tempat tinggal raja-raja Siam (sebelum berganti nama menjadi Thailand).

Namun sejak pemerintahan King Rama V, keluarga kerajaan tinggal di Dusit Palace yang berjarak sekitar 4.4 km dari Grand Palace. Hingga saat ini, komplek Grand Palace masih sering digunakan untuk acara resmi kenegaraan dan merupakan tempat kerja beberapa anggota kerajaan.

Meskipun begitu, istana ini terbuka untuk publik dan termasuk atraksi populer para turis. Komplek ini terbagi ke dalam 4 bagian dan yang paling mencuri perhatian adalah The Temple of The Emerald Buddha atau Wat Phra Kaew.

Kamu akan banyak belajar sejarah Thailand di Grand Palace karena setiap kuil dan bangunan yang ada di dalamnya memiliki cerita masing-masing. Hari itu, saya menggunakan jasa pemandu tur untuk membantu saya memahami tempat megah ini.

Sebenarnya bisa saja kalau kamu ingin menjelajah sendiri tanpa bantuan pemandu namun kamu tidak akan tahu secara detil cerita setiap bangunan. Sejarahnya cukup seru untuk dipelajari karena siapa sangka Indonesia juga tercatat di dalamnya.

Semua bangunan di dalam komplek Grand Palace ini memiliki arsitektur yang unik dan mengandung maknanya sendiri-sendiri. The Temple of The Emerald Buddha atau Wat Phra Kaew merupakan salah satu ikonnya. Bangunan ini berarsitektur Rattanakosin yang merupakan gaya jaman dulu Bangkok dengan dekorasi emas pada bagian interiornya.

Di Thailand, Emerald Buddha sangat dipuja dan dimuliakan karena dipercaya menjadi pelindung negara. Bentuknya berupa patung setinggi 66 cm, berwarna hijau gelap, dan diperkirakan terbuat dari batu Jade. Patung Buddha ini terlihat indah dengan kilauan baju emasnya namun juga terlihat sangat kecil karena diletakkan cukup tinggi dan jauh dari jangkauan pengunjung.

Semua pengunjung pun dilarang untuk mengambildokumentasi dalam bentuk foto atau video. Saya sempat menanyakan alasanlarangan ini dan pemandu tur menjelaskan bahwa tujuannya untuk menghindari duplikasi Emerald Buddha. Karena jika Buddhha diletakkan dalam jarak dekat, dapat disentuh oleh pengunjung, dan diijinkan untuk difoto, maka akan terjadi plagiasi. Kerajaan menjaga orisinalitas Emerald Buddha agar tidak ditemukan di tempat lain.

Emerald Buddha digambarkan dalam postur sedang bermeditasi dan dibalut denganpakaian yang terbuat dari emas. Buddha memiliki 3 set pakaian dengandesign berbeda dan akan berganti kostum saat pergantian musim panas, hujan, dan dingin.

Hanya Rajalah yang berhak menggantikan pakaian sang Buddha selaku Kepala Tertinggi upacara keagamaan. Ritual ini penting dan wajib dilakukan oleh Raja karena diyakini membawa peruntungan yang baik untuk negara setiap pergantian musim.

Pengunjung diijinkan untuk bersembahyang, menaikkan doa, dan membakar dupa di hadapan Emerald Buddha. Jika kamu mau melakukan ritual ini tanpa banyak distraksi, ada baiknya datang berkunjung di hari biasa. Karena sudah dapat dipastikan, tempat ini ramai dan padat di akhir pekan seperti yang saya alami.

Ada aturan yang perlu dipatuhi ketika kamu berkunjung ke sini dan inijuga berlaku saat kamu mendatangi kuil-kuil lainnya di Thailand. Pastikan kamu berpakaian sopan dan tertutup mengingat tempat ini adalah suci.

Kamu juga harus melepas alas kaki sebelum memasuki kuil sebagaibentuk penghormatan kepada Buddha. Jika kamu mau berdoa di depan patungatau gambar Buddha, pastikan kamu duduk dengan kaki dilipat ke dalam. Jangan sampai telapak kakimu menghadap ke arah Buddha karena ini dianggap sebagai penghinaan.

Pada bagian luar, The Temple of The Emerald Buddha diapit oleh 2 pusara berwarna emas yang berbentuk seperti kuil. Dua pusara ini dibangun oleh King Rama I untuk menyimpan abu ayah dan ibunya sebagai bentuk warisan nenek moyang. Mendirikan pusara untuk menyimpan abu leluhur merupakan hal umum yang dilakukan oleh keluarga kerajaan sebagai bentuk penghormatan.

Walaupun Grand Palace termasuk dalam wisata sejarah namun kegiatan ini tetap memiliki pesonanya sendiri dan merupakan salah satu kuil yang harus kamu kunjungi selain Wat Arun dan Wat Pho. Jadi kalau kamu sedang di Bangkok, agendakan bertemu dengan Emerald Buddha di Grand Palace!

BERITA TERKAIT
BACA JUGA