Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 25 Feb 2020 10:25 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Awas Hati-hati, Banyak Monyet Nakal di Curug Nangka

Masiatun Abdulhadi
d'travelers
Foto 1 dari 5
Air terjun mengering di musim kemarau
Air terjun mengering di musim kemarau
detikTravel Community - Ingin suasana berbeda, liburan weekend ini rencanakan pergi ke Curug Nangka. Tapi awas hati-hati, ada banyak monyet nakal di sini.

Tempat wisata air terjun yang terletak di Ciapus ini dapat dijangkau dengan mudah menggunakan angkot dari Bogor. Pukul 06:30 pagi kami berangkat naik KRL ke Bogor.

Keluar dari stasiun berjalan keluar ke arah taman topi lurus terus sampai lampu merah. Di Lampu merah ambil kanan menuju BTM (Bogor Trade Malll). Jaraknya kurang lebih 15 menit berjalan kaki.

Perlu diketahui dan dicatat, Mall BTM bukan berada di depan Stasiun Bogor. Saya sarankan tidak menggunakan angkot dari Stasiun Bogor ke BTM karena akan jauh memutar Kebun Raya serta macet pula. Waktu kita akan terbuang sia-sia.

Dari BTM kami naik angkot nomor 03 jurusan Bogor-Ciapus, bilang pada pengemudinya turun di Curug Nangka. Harga yang harus kita bayar adalah 10,000/orang.

Setelah turun dari angkot, kami naik ojek untuk menuju Curug Nangka, sebenarnya bisa berjalan kaki karena jaraknya kurang lebih hanya 700 meter. Karena kami baru pertama kali berkunjung, jadi belum tau

Kami harus melewati 2 gerbang, gerbang pertama kami harus membayar 10,000/orang, dan kemudian di gerbang kedua harus membayar 12,500/orang.

Begitu masuk banyak terdapat warung tempat makan, dan juga ada yang berjualan baju dan celana. Jadi jika kita basah dan tidak membawa ganti bisa beli pakaian di sini.

Anda juga harus hati hati dengan rombongan monyet yang menghampiri, karena jika anda terlihat membawa jinjingan, mereka akan merampasnya ber ramai ramai. Lebih aman saya sarankan masukan bekal ke dalam ransel.

Lokasi air terjun berada di ketinggian dengan jalur berliku dan menanjak. Namun sudah terdapat jalan setapak dengan medan yang sudah dibuat senyaman mungkin.

Untuk menuju kesana kita berjalan menyusuri sepanjang tebing sungai, dan kita harus berhati hati agar tidak tergelincir ke semak semak dan masuk ke sungai.

Sesampainya di atas dan melihat begitu jernihnya air, rasa lelahpun hilang dan ingin rasanya berendam seharian. Apalagi pemandangan hijau di kanan kiri, sesekali ada mata yang mengintip di balik rimbunnya pepohonan. Si ekor panjang sedang mencari orang yang membawa jinjingan makanan.

Jika lelah di kiri dan kanan sungai ada warung yang menyediakan kopi atau mie instant panas untuk di nikmati, bahkan terapi ikan pun tersedia.

Di sini juga menyediakan area untuk berkemah. Sebuah camping ground terdapat di sisi kanan dekat anak sungai. Tak terasa matahari sudah mulai turun di barat, kami memutuskan untuk kembali ke Jakarta.

Perjalanan pulang ini kami mencoba berjalan kaki sampai pemberhentian angkot, ternyata memang so much fun.
Perjalanan ini kami akhiri dengan tertidur di angkot menuju BTM.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA