Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 26 Jan 2020 13:12 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Melepas Penat di Objek Wisata Waduk Pacal

Foto 1 dari 5
Waduk Pacal diresmikan Tahun 1933
Waduk Pacal diresmikan Tahun 1933
detikTravel Community -

Wisata Waduk Pacal di Bojonegoro mungkin belum traveler ketahui. Angin sejuk dan pemandangan hijau bisa jadi tempat untuk melepas penat.

Apa yang kalian ketahui tentang Kabupaten Bojonegoro? Kebanyakan orang hanya mengetahui Bojonegoro sebagai salah satu kota penghasil gas dan minyak bumi terbesar di Indonesia. Tetapi tidak hanya itu yang dimiliki Bojonegoro, Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah ini juga memiliki banyak potensi wisata yang sangat menjanjikan, salah satunya Waduk Pacal.

Waduk Pacal ini terletak di Desa Kedung Sumber Kecamatan Temayang atau sekitar 30 km arah selatan Bojonegoro. Waduk ini dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1924 dan diresmikan Tahun 1933.

Waduk yang memiliki luas sekitar 3,878 km persegi dan kedalaman 20 meter ini awalnya hanya difungsikan untuk pengairan persawahan di Bojonegoro. Namun berjalannya waktu waduk Pacal ini dibuka untuk objek wisata.

Selain menggunakan kendaraan pribadi, untuk menuju ke waduk ini wisatawan juga bisa menggunakan kendaraan umum, yaitu bus, karena memang letak waduk ini dekat dengan jalan raya Bojonegoro-Nganjuk sehingga bis jurusan tersebut melewatinya.

Pengunjung yang datang di Waduk Pacal memang didominasi oleh kaum muda, namun tidak sedikit juga pengunjung yang datang bersama keluarga. Angin sejuk yang berhembus dan suasana pemandangan pohon-pohon hijau disekitar waduk menjadikan objek wisata ini cocok untuk sedekar melepas penat piknik bersama kelaurga. Menikmati makanan bersama keluarga dan ditemani suasana tenang waduk pacal adalah momen yang sangat istimewa.

Datang ke waduk Pacal kurang nikmat kalau belum mencoba kuliner yang sangat terkenal disana, yaitu penyetan iwak gloso. Perpaduan ikan gloso goreng, sambel, daun kemangi, dan nasi jagung hangat memberikan cita rasa yang sangat nikmat.

Apalagi ikan gloso yang dihidangkan langsung diambil dari waduk pacal, sehingga ikan masih dalam keadaan segar. Kita bisa tambah nasi sendiri dan hanya dengan membayar satu kali saja. Untuk masalah harga sangat murah, ikan gloso, nasi sepuasnya, es teh, dan lalapan hanya dihargai Rp 15.000  saja, harga yang sangat sebanding dengan rasanya.

Dengan eksisnya waduk pacal ini, diharapkan pihak pengelola terus berusaha memperbaiki dan memperbarui semua yang ada di waduk, karena dengan hal-hal yang baru dan tentunya baik akan mengundang wisatawan lebih banyak.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA