Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 17 Jun 2020 10:32 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Berburu Minuman Legendaris khas Gresik, Tidak Bikin Mabuk

Lena Ellitan
d'travelers
Foto 1 dari 5
Mampir di warung seorang ibu penjual legen di Kecamatan Panceng.
Mampir di warung seorang ibu penjual legen di Kecamatan Panceng.
detikTravel Community -

Legen merupakan minuman tradisonal dari Gersik Jawa Timur. Legen banyak ditemukan di sekitar wilayah Kecapatan Panceng Gresik. Seperti apa minuman ini?

Minuman ini terbuat dari pohon siwalan atau lontar dengan bunga berbentuk sulur. Di bagian ini lah kemudian dipotong sedikit demi sedikit untuk disadap getahnya.

Bagi sebagaian orang Gresik atau sekitarnya kebanyakan pernah merasakannya. Kadang-kadang yang kita temui atau kita dapatkan bukan murni 100% air nira siwalan.

Namun yang dijual di daerah Gresik sebelah utara atau di sekitar kecamatan Panceng, sepertinya dapat dipastikan asli karena banyak pohon lontar yang dibudidaya oleh petani dengan melakukan penderesan langsung dari pohonnya.

Pohon siwalan bentuknya menyerupai kelapa yang ketinggiannya bisa mencapai puluhan meter. Pohon ini memiliki usia produktif yang mampu mencapai puluhan tahun. Pohon siwalan memiliki nama ilmiah yang keren menurut saya Borassus flabellifer.

Air hasil penderesan akan ditampung pada tabung yang biasanya terbuat dari potongan batang bambu. Waktu yang diperlukan untuk penderesan biasanya cukup lama sehingga semalaman. Satu manggar bunga biasanya menghasilkan sekitar tiga hingga enam botol Legen, begitu menurut cerita seorang ibU di mana kami membeli legen di area tengah persawahan Kecamatan Panceng. Legen biasanya juga dapat diolah menjadi gula atau sirup.

Legen bukan minuman yang tak tahan lama karena dalam waktu empat jam akan berubah rasa. Minum Legen akan terasa lebih nikmat saat cuaca panas. Harga minuman ini tidak mahal, hanya dijual sekitar 5000-6000 rupiah per botol Aqua 1,5 liter.

Membeli legen sebaiknya memang langsung dari penderes di sekitar wilayah kecamatan panceng ke barat pada pagi dan sore hari saat petani legen sedang menderes.

Namun jika kita membeli di jalan dari tangan ke dua dan seterusnya harus diperhatikan warnanya. Legen murni biasanya memiliki warna agak keruh dan lebih kental. Yuk kita lestarikan minuman legendaris sebagai budaya kita, lagipun memiliki khasiat yang menyehatkan.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA