Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 28 Apr 2020 20:15 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Suasana Malam Nan Syahdu di Pecinan Kuching

Lena Ellitan
d'travelers
Foto 1 dari 5
Berfoto di Gerbang Chinatown Kuching Sarawak
Berfoto di Gerbang Chinatown Kuching Sarawak
detikTravel Community -

Kota Kuching di Sarawak, Malaysia, begitu kental dengan nuansa pecinan. Suasananya pun makin syahdu di malam hari.

Seperti lazimnya setiap kota yang memiliki kawasan Chinatown, demikian juga di Kuching, Sarawak di Malaysia. Meskipun memiliki ciri khas yang hampir sama dengan kawasan-kawasan Chinatown lainnya di Malaysia, suasana China Town di Kuching menurut saya sangat cantik dan bersih. Kawasan ini sangat ramai di siang hari, tapi kali ini saya lebih memilih menyusuri kawasan Chinatown Kuching di malam hari.

Menjelang malam yang syahdu, lampu-lampu mulai menerangi Kota yang merupakan ibu kota Negara Bagian Sarawak, Malaysia. Malam itu sekitar pukul 20.30 waktu setempat, saya mulai menyusuri loron-lorong Chinatown Kuching. Kawasan yang siang harinya sangat ramai sebagai pusat bisnis menjadi sunyi saat hari mulai gelap.https://wtf2.forkcdn.com/www/delivery/lg.php?bannerid=0&campaignid=0&zoneid=4565&loc=https%3A%2F%2Ftravel.detik.com%2Fdestination%2Fd-2228390%2Fchinatown-cantik-dan-bersih-di-kuching-malaysia&referer=https%3A%2F%2Fwww.google.com%2F&cb=5162189afc

Setelah melintasi kawasan Waterfront tepat di pinggir yang ramai di tepian Sungai Sarawak, saya berbelok menuju gerbang Chinatown. Gerbang ini sangat cantik di malam hari dan saya mengabadikan momen sebelum mulai menyusuri lorong-lorongnya.

Salah satu gerbang Chinatown ada di Jalan Padungan. Sementara gerbang satu lagi ada di dekat Carpenter Street. Di malam hari saya sempat memotret Carpenter Street yang mulai sepi dan hanya tampak jajaran mobil yang diparkir di sepanjang jalan. Rumah-rumah dua tingkat berderet di sisi kiri dan kanan jalan. Di malam hari memang kita tidak dapat melihat jelas ornament-ornamen khas China yang ada di kawasan ini.

Malam semakin pekat, angin sepoi-sepoi membawa atmosfer yang damai. Toko-toko makanan, suvenir, minimarket, sampai rental sepeda tersedia di sepanjang jalan semuanya sudah tutup. Hanya satu atau dua pub yang masih melayani pelanggan yang ingin rileks dan menikmati suasana malam di sini.

Di siang hari di kawasan Carpenter Street terdapat hotel bujet, resto kaki lima, juga kelenteng-kelenteng China lengkap dengan pagoda dan tempat sembahyang.

Tidak terasa malam semakin larut. Perjalanan menyusuri Chinatown berakhir sudah. Kaki saya pun mulai pegal, lalu saya kembali menuju ke hotel yang tidak jauh dari Kuching Waterfront.



BERITA TERKAIT
BACA JUGA