Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 07 Jun 2020 16:35 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Melihat Gemerlap Osaka di Malam Hari, Tidak Ada Duanya

Foto 1 dari 5
Di depan Ikon Glico Man, Dotonbori, Osaka
Di depan Ikon Glico Man, Dotonbori, Osaka
detikTravel Community -

Berkunjung ke Osaka sangat rugi jika kita melewatkan untuk berkunjung ke Kawasan Dotonburi yang terkenal dengan Ikon Glico Man dan kanal yang ada di tengahnya.

Pada November tahun lalu, saya bersama keluarga berkesempatan mengunjungi Dotonbori. Kami berangkat selepas Salat Magrib dari hotel kami yang berada di kawasan Hanazonokita, Nishinari Ward, Osaka.

Perjalanan menuju Dotonburi kami tempuh dengan kereta api Nankai-Koya Line dengan tujuan Namba dari Stasiun Shin-Imamiya yang hanya menyeberang jalan dari hotel kami. Diperlukan waktu sekitar 5 menit saja untuk sampai ke Stasiun Namba.

Sesampainya stasiun Namba kami hanya perlu berjalan sekitar 20 menitan untuk sampai ke pusat Dotonbori di seberang Ikon Glico Man. Di Dotonbori, gemerlap lampu-lampu neon disertai dengan riuh ramainya para pelancong berlalu lalang menambah semarak suasana.

Disarankan jika ingin mengunjungi Dotonburi adalah pada sore atau malam hari, karena lampu-lampu neon serta ramainya pengunjung baru ada ketika sore dan malam hari. Di Dotonbori hal pertama yang kami lakukan tentunya adalah mengambil foto di depan Ikon Glico Man.

Awalnya kami sempat bingung untuk meminta tolong orang untuk mengambilkan foto karena suasana sangat ramai dan dipenuhi pelancong dari berbagai negara, namun untunglah ada sepasang suami istri yang kami kira adalah turis dari Tiongkok, namun ternyata adalah sepasang pelancong dari Indonesia perawakan Tionghoa dengan aksen jawa yang kental menyapa kami dan menawarkan bantuan untuk memfoto kami.

What a coincidence! Serasa ketemu saudara sendiri pikirku. Setelah mengobrol sebentar kami juga akhirnya bergantian untuk memfoto Bapak dan Ibu yang rama tersebut.

Selepas berfoto di depan Glico Wings kami melanjutkan berkeliling kawasan Dotonbori yaitu ke Shinsaibashi Suji Market. Di Shinsaibashi banyak etalase berbagai jenis barang dari kosmetik, pakaian, souvenir, koper dan lain sebagainya. Harganya pun sangat bersahabat di kantong asalkan pandai-pandai mencari toko yang tepat.

Kami melihat penjaja koper yang menjual koper-koper besar dengan dengan bentuk yang sangat menarik dan terlihat tahan banting hanya dijual sekitar satu sampai dua juta untuk 2 kopernya. Saya sempat tertarik membeli, namun saya urungkan karena terpikir betapa repotnya membawa kedua koper tersebut sembari juga membawa anak balita dan barang-barang perlengkapannya.

Sesudah berkeliling cuci mata di Pusat Perbelanjaan Shinsaibashi, kami menuju sebuah restoran yang menyediakan ramen dan makanan ringan halal khas Jepang lainnya yaitu Restoran Halal Naritaya Osaka minami. Jaraknya sekitar 20-30 menit berjalan kaki dari Shinsaibashi.

Sesampainya di restoran tadi, kami langsung memesan signature dish mereka berupa Ramen Ayam. Rasanya luar biasa dan harganya sangat terjangkau. Sangat direkomendasikan untuk para pelancong muslim jika berkunjung ke daerah Dotonbori untuk mampir ke restoran ini.

Untuk makanan sebenarnya di Daerah Dotonburi sendiri banyak menjual jajanan kaki lima seperti takoyaki, okonomiyaki dan lain sebagainya. Namun, perlu lebih berhati-hati bagi pelancong muslim untuk memeriksa kehalalannya karena banyak juga bahan makanan yang tidak halal dicampurkan dalam jajanan tersebut.

Selesai menikmati ramen yang nikmat tersebut, kami pun pulang menuju hotel dengan menggunakan kereta api dari Stasiun Namba dengan tujuan Stasiun Shin-imamiya.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA