Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 14 Mei 2020 14:51 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Mengenal Kawah Sikidang, Wisata Unggulan Dieng

Reexy
d'travelers
Foto 1 dari 2
Kawah Sikidang Ttmpak atas
Kawah Sikidang Ttmpak atas
detikTravel Community -

Kawah Sikidang Dieng adalah salah satu objek wisata unggulan Dieng yang mudah dicapai dan dinikmati dibandingkan kawah-kawah lainnya di Dieng. Sebelum pandemi COVID-19, setiap minggu banyak wisatawan berkunjung ke Kawah Sikidang untuk menyaksikan aktivitas vulkanik yang dapat disaksikan secara langsung.

Dataran Tinggi Dieng adalah gunung berapi raksasa dengan telaga-telaga dan kawah-kawah bekas letusan yang ditempati penduduk. Kawah-kawah yang masih menujukkan aktivitas vulkanik ini menjadi daya tarik tersendiri, begitu juga dengan Kawah Sikidang Dieng.

Posisi Kawah Sikidang Dieng berbeda dengan kawah pada umumnya yang terletak di puncak gunung berapi dan susah untuk melihatnya. Sedangkan Kawah Sikidang berada di tanah yang datar sehingga pengunjung leluasa melihat lumpur panas meletup-letup dan gas atau asap yang berwarna putih pekat mengepul di udara. Fenomena alam yang benar-benar menarik perhatian.

Asal mula nama Kawah Sikidang

Kawah Sikidang terbentuk dari letusan gunung berapi di kawasan Dataran Tinggi Dieng bertahun-tahun lalu. Sampai sekarang kawah ini masih aktif.

Kawah ini sangat fenomenal. Pada waktu tertentu, rata-rata sekali dalam 4 tahun, kolam kawah akan berpindah atau seolah-olah melompat dalam satu kawasan seperti karakter hewan kidang (kijang dalam bahasa Jawa) yang suka melompat. Itulah yang menjadi asal-usul mengapa kawah fenomenal ini dinamakan Kawah Sikidang.

Letak dan tiket masuk Kawah Sikidang Dieng

Kawah Sikidang Dieng terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, walaupun masih banyak yang mengatakan letaknya di Wonosobo. Untuk mencapainya juga sangat mudah karena letaknya dekat dengan Kompleks Candi Arjuna dan Candi Bima.

Untuk memasuki kawasan wisata Kawah Sikidang Dieng, traveler dikenai harga tiket masuk yang merupakan tiket terusan dari obyek wisata Kompleks Candi Arjuna dan Candi Bima sebesar Rp10.000 (arga sewaktu waktu dapat berubah).

Ini artinya sebelum ke Kawah Sikidang, traveler juga bisa menikmati obyek wisata candi dengan satu tiket terusan. Harga yang murah untuk tiga obyek wisata sekaligus. Lokasi Kawah Sikidang dibuka setiap hari dari jam 07.00-16.00 WIB.

Pesona Aktivitas Vulkanik Kawah Sikidang Dieng

Seperti kawah-kawah yang lain, Kawah Sikidang juga tinggi akan kandungan sulfur ataupun belerang serta zat beracun lainnya. Oleh sebab itu bau gas yang keluar sangat menyengat dan beracun.

Untuk itu, jika berwisata ke Kawah Sikidang, traveler disarankan untuk memakai masker atau penutup mulut lainnya agar tidak keracunan gas. Traveler juga harus mematuhi rambu-rambu yang tertera di dekat kawah yang melarang pengunjung untuk menyalakan api atau membuang puntung rokok ke dalam kawah. Api yang mengenai zat-zat dari gunung berapi bisa memicu ledakan dan kebakaran.

Tanah di sekitar kawah pun ikut memutih karena kandungan sulfurnya. Itulah mengapa saat berada di kawasan Kawah Sikidang traveler akan melihat tanah tandus berwarna keputihan karena pepohonan mati akibat aktivitas kawah.

Selain itu terdapat lubang-lubang bekas kolam kawah di berbagai titik. Tanah di sekitar kawah juga sangat rapuh, jika tidak hati-hati tanahnya bisa ambrol dan traveler bisa tercebur ke kolam kawah yang sedang mendidih.

Untuk tujuan keamanan, pengelola obyek wisata ini telah memasang pagar pembatas dari bambu untuk menjaga jarak aman dari kolam kawah agar tidak terlalu terpapar gas beracun dan tercebur ke kawah.

Telor rebus Kawah Sikidang

Keberadaan Kawah Sikidang dengan segala keunikannya membawa berkah bagi masyarakat sekitar. Semakin banyaknya pengunjung semakin banyak lapangan kerja yang muncul.

Penduduk sekitar bisa berjualan makanan dan minuman untuk wisatawan. Biasanya penduduk menjual makanan khas Dieng atau berbahan dasar hasil pertanian utama Dieng, yaitu kentang.

Dan yang paling dicari pengunjung adalah telor rebus Kawah Sikidang. Masyarakat sekitar menjual telur mentah untuk kemudian direbus di sebuah kawah kecil yang airnya mendidih.

Traveler bisa langsung merebus sendiri telur di kawah kecil tersebut, dalam 5 menit akan langsung matang. Selain makanan, ada juga masyarakat yang menjual bongkahan-bongkahan belerang yang padat sebagai suvenir.

Dapat berfoto dengan burung hantu

Di sekitar kawah juga ada fotografer yang bisa traveler sewa untuk pengambilan foto wisata traveler lho. Tidak hanya itu, di sekitar Kawah Sikidang ada penduduk yang menyewakan burung hantu untuk berfoto. Burung hantu jinak yang disewakan akan membuat foto di Kawah Sikidang terkesan mistis.

Jika traveler berwisata ke Kawah Sikidang, traveler akan melihat ada yang unik dengan penduduk sekitar kawah.

Traveler akan melihat anak-anak asli Dieng yang berambut gembel/gimbal. Keberadaan anak-anak gimbal ini berkaitan dengan legenda Kawah Sikidang. Pada saat Dieng Culture Festival anak-anak ini akan mengikuti ritual pemotongan rambut dan ruwatan. Wah menarik sekali bukan?

----

Traveler Punya pengalaman Traveling di berbagai tempat menarik? Kirim Artikelmu di Link Ini



BERITA TERKAIT
BACA JUGA