Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 07 Jun 2020 11:17 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Serunya Caving di Gua Gudawang Bogor

Gema Bayu Samudra
d'travelers
Foto 1 dari 5
Ratusan Kelelawar yang Berterbangan
Ratusan Kelelawar yang Berterbangan
detikTravel Community -

Kamu pecinta caving harus coba berkunjung ke Guda Gudawang Bogor. Sensasinya beda dan asyik!

Bagi penggiat alam, aktifitas caving menjadi salah satu kegiatan wajib setelah hiking dan susur pantai. Menyusuri gua kali ini tidak disarankan bagi yang klaustrofobia. Fobia ini menyerang kepada siapa saja yang takut terhadap tempat sempit dan tertutup.

Bagaimana tidak takut, medan Gua Gudawang mempunyai tempat-tempat yang tergolong ekstrim. Saat memasuki lebih dalam harus melewati sudut-sudut sempit dan gelap.

Pada dasarnya medan gua adalah tertutup, namun Gua Gudawang ternyata juga sangat sempit. Bagi yang bukan klaustrofobia saja merasa ngeri-ngeri sendiri. Beda halnya dengan Goa Kiskendo di Kulon Progo yang cenderung lebar dan besar.

Sebutan Gudawang berasal dari "Kuda Lawang" yang artinya ekor kuda yang dikepang. Gua ini ada di Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Lokasi ini berjarak 1,5 jam dari kawasan Dramaga Bogor. Gua Gudawang terdiri dari 12 gua tapi yang dibuka hanya 3 yaitu: Gua Simenteng, Gua Sipahang, dan Gua Simasigit.

9 gua diantara lainnya adalah Gua Cielong, Gua Leguk Picung, Gua Sigoong, Gua Cigaraan, Gua Cikondang, Gua Sipaheng, Gua Ciparat, Gua Cimenteng, dan Gua Ciaul. Gua Simenteng dan Gua Simasigit saling berdekatan, lokasi Gua Sipahang sekitar 350 meter ke belakang.

Hal unik dari 2 Gua Gudawang adalah pintu masuk gua yang berbentuk kepala singa, seakan-akan kita dimakan singa tapi ingat setelah dimakan harus keluar lagi ya! Saat memasuki ketiga gua ini kita harus membawa senter, helm, dan kalo ada alat bantu pernapasan karena terbatasnya oksigen.

Keamanan menjadi prioritas utama, sebaiknya yang belum pernah kesini harus menggunakan Pemandu dengan mengocek harga sebesar Rp 10.000 per orang. Untuk harga masuk Gua Gudawang sebesar Rp 7.000 dan tarif parkir sebesar Rp 1.000. Fasilitas yang disediakan ada musola dan toilet.

Harga-harga itu ternyata tidak sebanding dengan view yang ada di dalam. Perjalanan jauh ini terbayarkan dengan melihat keindahan sungai di dalam gua. Stalagtit dan stalagmit yang menjulang tinggi bak kristal yang menggantung di dinding dan di lantai gua, serta ribuan kelelawar.

Stalagtit dan stalagmit merupakan batuan yang terbentuk dari kikisan air tanah gua. Stalagtit merupakan batuan yang menggantung di dinding gua dan stalagmit merupakan batuan yang ada di lantai gua. Gua ini terbentuk dari sedimentasi ratusan tahun yang lalu. Ada juga air yang ketinggiannya mencapai dada orang dewasa, perlu kehati-hatian apabila ingin menyusuri seluruh sudut gua.

Mulai dari Gua Sipahang yang jalannya sudah dilapisi semen, Gua ini tidak menggunakan kepala singa sebagai pintu masuknya. Sampai ke mulut gua sudah disediakan tangga, gua ini sedalam 700 meter. Apabila mengeksplor sampai dalam gua setidaknya kita harus jongkok dan merangkak.

Gua Simenteng yang bercirikan gapura berkepala singa, saat memasukinya langsung menjorok kedalam, namun disediakan anak tangga dan besi sebagai pegangan. Gua ini sedalam 300 meter, penerangan tersedia sampai 100 meter selebihnya harus menggunakan penerangan sendiri.

Sama halnya dengan Gua Simasigit yang pintu masuknya adalah kepala singa, gua ini tidak terlalu curam dan ekstrim. Medannya yang landai dan luas ini cocok bagi wisatawan yang tidak mau mengambil risiko lebih. Di sini juga terdapat stalagtit dan stalagmit berukuran besar.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA