Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 01 Agu 2020 13:07 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Cerita Seharian Jelajahi Negeri Seribu Pagoda

riswihani
d'travelers
Foto 3 dari 5
Downtown Yangon
Downtown Yangon
detikTravel Community -

Negara Seribu Pagoda, Myanmar bisa kok dinikmati dalam sehari saja. Bisa kemana saja ya?

Pengalaman saya menjelajah Yangon, Myanmar hanya dilakukan dalam waktu satu hari. Untuk pergi ke Myanmar sebagai pemegang paspor Republik Indonesia kita dapat datang tanpa mengurus Visa. Menurut saya mengunjungi Myanmar dengan rute gabungan trip ke Thailand akan menghemat budget karena saya hanya perlu membeli tiket PP Bangkok - Myanmar hanya dengan IDR.700.000 saja.

Waktu di Jakarta lebih cepat 30 menit dari pada waktu Myanmar, beda waktu yang agak tak biasa tentunya. Tiba di Myanmar sebelum keluar dari Bandara saya menukarkan mata uang USD ke mata uang setempat "Burmese Kyat" untuk memudahkan transaksi di Yangon.

Tetapi saran saya jika kalian tidak berniat untuk berbelanja banyak, tukarkan sesuai kebutuhan selama berada disana saja, di Myanmar untuk pembelian di toko-toko besar dapat menggunakan metoda cashless berupa debit card & credit card.

Hal pertama yang membuat saya heran ketika tiba disini adalah ketika melihat hampir semua laki-laki disini menggunakan sarung, bukan celana panjang seperti pada umumnya. Ternyata pakaian resmi untuk laki-laki disini memang menggunakan sarung atau yang lebih dikenal dengan sebutan "Longyi".

Karena saya hanya sehari di Yangon maka saya putuskan untuk menyewa taxy dengan pertimbangan untuk memudahkan keliling Yangon dan juga efisiensi waktu, jangan lupa saat bernegosiasi dengan supir taxy, tawarlah dengan maksimal. Saya mendapatkan harga USD.45 untuk jasa keliling hingga jam 18.00 (included dengan BBM). Harga yang cukup reasonable menurut saya.

Dari bandara rute pertama yang saya tuju adalah Kaba Aye Pagoda yang terletak di Jalan Kana Aye, Kotapraja. Seperti pada umumnya, untuk masuk ke area Pagoda wajib menggunakan pakaian yang sopan dan melepas alas kaki. Tujuannya untuk menghormati yang sedang beribadah disini. Untuk masuk dikenakan tarif tiket 3000 kyat (IDR.36000 sesuai rate saat saya datang saat itu). Harga yang sangat terjangkau bukan..??

Berikutnya saya menuju ke Shwedagon Pagoda yang merupakan list utama dalam bucket list saya lokasinya di Singuttara Hill sebelah barat danau Kandawgyi dan menjadi Pagoda paling suci di Myanmar. Ada 4 pintu gerbang menuju bangunan utama Pagoda ini masing-masing dijaga oleh sepasang patung Leogryph (makhluk mitologi Burma yang menyerupai singa).

Sebelum masuk ke dalam pagoda kami membeli tiket di loket seharga 10.000 kyat (IDR 120.000). Area pagoda ini memang cukup luas, sehingga butuh waktu dan energy cukup besar untuk mengelilingi pagoda ini apalagi terdapat puluhan anak tangga untuk berpindah dari satu gerbang ke gerbang lainnya.

Bergerak dari Shwedagon, saya menuju ke destinasi selanjutnya Kandawgyi Lake. Hanya butuh waktu 15 menit saja untuk sampai dilokasi ini karena jaraknya tidak terlalu jauh. Untuk kalian yang lelah berkeliling dan ingin berisitirahat, tersedia banyak cafe tepi danau yang cozy untuk menikmati makanan dan minuman.

Ada Utophia Tower di sebelah utara, yang dilengkapi dengan bar, restoran, karaoke dan dari geladak lantai 5 kita bisa menikmati pemandangan keren. Sedangkan di sebelah selatan terlihat mengapung di permukaan bangunan Shin Upagot Temple (bentuknya unik seperti belibis berwarna gold).

Saya melanjutkan ke destinasi berikutnya Nga Htat Gyi Buddha Temple kuil Budha dengan patung Budha yang berukuran 45,5 kaki di atas alas, tinggi 30 kaki dan lebar 46 kaki. Kuil ini terlatak di Shwegondine. Sebelum hari beranjak sore saya melanjutkan perjalanan ke Maha Bandula Park yang merupakan taman umum, terletak di pusat kota Yangon yang dikelilingi oleh bangunan penting di kota ini seperti Balai Kota, Pengadilan dan juga Sule Pagoda yang berlokasi tepat di seberang taman ini.

Terdapat Independence Monument Obelisk yang tegak berdiri dengan warna putih di tengah taman dan menjadi pusat perhatian pengunjung yang datang kesini.

Kemudian saya berjalan ke Sula Pagoda yang merupakan salah satu stupa paling penting di Myanmar terletak di jantung kota Yangon. Dari jauh Sule Pagoda terlihat cukup tinggi dengan puncak stupa berlapis emas, berbentuk persegi delapan membuatnya cukup dikenali dari seluruh penjuru kota, buka dari jam 06.00 -18.00.

Sore mejelang senja menuju ke Downtown Yangon, selain berkeliling melihat deretan toko dan menjelajah area ini, saya juga naik ke JPO yang menghubungkan 4 persimpangan jalan utama. Yang menarik, dari atas JPO ini kita bisa melihat stupa keemasan Sule Pagoda dari kejauhan. Ketika hari mulai gelap, Sula Pagoda makin terlihat jelas dengan gemerlap lampu di sekitarnya.

Setelah puas berfoto saya menuju mall yang lokasi nya sekitar 600 meter dari JPO ini. Bangunan mall tidak terlalu besar, hanya terdiri 3 lantai saja tetapi arsitektur nya sudah cukup modern. Disini saja menikmati beberapa kuliner sekaligus dinner, menjelang jam 21.00 saya menuju ke hotel untuk beristirahat, karena keesokan paginya jam 06.00 sudah harus pergi ke bandara untuk flight kembali ke Bangkok.

Petualangan saya di Yangon pun berakhir disini. Senang dapat menginjakkan kaki di Yangon dan explore 10 atraksi wisata disini hanya dengan waktu sehari saja. Khususnya tentu pengalaman tak terlupakan bisa mengunjungi pagoda-pagoda yang sangat indah dan mengesankan disini, sesuai dengan julukannya : Negeri Seribu Pagoda.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA