Jalur Darat yang Menantang di Pulau Lembata

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Jalur Darat yang Menantang di Pulau Lembata

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Selasa, 26 Feb 2013 18:44 WIB

- Pulau Lembata di Nusa Tenggara Timur belum dilirik banyak wisatawan. Di Lembata, pariwisata memang belum terfasilitasi penuh. Menjelajah pulau ini, Anda harus siap menghadapi jalur darat menantang dan menggoncang isi perut.

Jalan di Pulau Lembata, kecuali ibukotanya yakni Lewoleba, masih didominasi trek tanah dan bebatuan. Kontur pulau yang berbukit-bukit menjadikan treknya naik-turun, longsor di beberapa titik (Sastri/ detikTravel)
Saat musim kemarau, kendaraan akan lebih mudah melintas. Namun saat musim penghujan, jalanan 'becek' di sana-sini. Genangan air bercampur tanah, menghasilkan lumpur yang seringkali sulit dilewati (Sastri/ detikTravel)
Tak jarang kendaraan harus melintasi sungai. Namun tampaknya warga lokal sudah terbiasa. Tak hanya mobil dan truk yang jadi transportasi umum di sana, motor pun bisa melintas! Anak-anak kecil yang sedang mandi cengar-cengir saja dari pinggir sungai (Sastri/ detikTravel)
Pulau Lembata punya panorama yang luar biasa. Ini adalah jalan dari Desa Adat Lewohala yang berlokasi di atas bukit, dengan trek menurun drastis ke pinggir pantai. Matahari bersinar terik, namun beruntung waktu itu sedang musim penghujan. Hijaunya tanaman liar menyatu apik dengan birunya lautan (Sastri/ detikTravel)
Lanskap Pulau Lembata didominasi hutan hujan tropis yang lumayan rapat. Benny Langoday, pemandu kami selama di Lembata, berkata masih banyak ular dan rusa yang berkeliaran di pulau ini. (Sastri/ detikTravel)
Satu-satunya jalan mulus yang kami temui adalah saat melipir pulau dari Desa Lamalera menuju ibukota Lembata yakni Lewoleba. Tapi rupanya, jalan sangat ekstrim dengan tanjakan dan turunan tajam. Berbelok curam persis di ujung tebing yang tak berpagar, langsung dihadapkan pada jurang. (Sastri/ detikTravel)
Kira-kira seperti inilah jalanan tanah sehabis hujan. Beberapa saat sebelumnya, sebuah truk (yang merupakan transportasi umum warga Pulau Lembata) terjebak hampir 1 jam lamanya. Para pengendara mobil-mobil offroad ini tentunya harus tahu trik melibas jalanan seperti ini! (Sastri/ detikTravel)
Pulau Lembata dikaruniai banyak potensi perkebunan: jagung, kopi, umbi, kacang-kacangan. Di salah satu sisi tak terjamah Pulau Lembata, panorama hijau membentang di depan mata. Kami berhenti untuk istirahat dan 'membetulkan isi perut' yang sedari tadi digoncang-goncang (Sastri/ detikTravel)
Di dataran rendah, mayoritas treknya lebih 'manusiawi'. Jalannya datar, hanya sedikit tanjakan dan turunan, dan lebih kering. (Sastri/ detikTravel)
Seperti inilah Pulau Lembata dari ketinggian. Kerumunan bangunan itu adalah Lewoleba, ibukota kabupaten pulau ini. Hutan masih mendominasi pandangan. Pantai-pantai yang mengelilingi Pulau Lembata, bisa dijamin, masih banyak yang belum terjamah! (Sastri/ detikTravel)
Jalur Darat yang Menantang di Pulau Lembata
Jalur Darat yang Menantang di Pulau Lembata
Jalur Darat yang Menantang di Pulau Lembata
Jalur Darat yang Menantang di Pulau Lembata
Jalur Darat yang Menantang di Pulau Lembata
Jalur Darat yang Menantang di Pulau Lembata
Jalur Darat yang Menantang di Pulau Lembata
Jalur Darat yang Menantang di Pulau Lembata
Jalur Darat yang Menantang di Pulau Lembata
Jalur Darat yang Menantang di Pulau Lembata
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads