Masjid Agung Cirebon Dibangun Dalam Semalam, Percaya?

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Masjid Agung Cirebon Dibangun Dalam Semalam, Percaya?

- detikTravel
Rabu, 14 Agu 2013 09:16 WIB

- Masjid Agung Sang Cipta Rasa di Cirebon adalah destinasi wisata sejarah dan religi yang erat dengan Sunan Gunung Jati. Tidak hanya antik, masjid ini juga diyakini dibangun Wali Songo dalam waktu semalam saja.

Masjid Agung Sang Cipta Rasa letaknya dekat dengan Keraton Kasepuhan Cirebon. Masjid ini dibangun pada tahun 1489 oleh para Wali Songo. Konon, hiasan di puncak atapnya berpindah sendiri ke atap Masjid Agung Banten (Fitraya/detikTravel)
Kaligrafi di gerbang masjid. Setelah masuk dari gerbang, wisatawan bisa melihat masjid ini memiliki bangunan utama dari bata dan berdinding merah, dengan perluasan teras ke segala sisinya (Fitraya/detikTravel)
Nama lain masjid ini adalah Masjid Agung Kasepuhan. Atap di bagian pelataran dibuat cukup rendah seperti rumah Joglo. Ada tempat berwudhu tradisional berupa bak bulat dan kendi besar berisi air (Fitraya/detikTravel)
Fitur unik masjid ini adalah pintu masuk ke bangunan utamanya yang teramat kecil. Orang dewasa harus membungkuk masuk. Rupanya, pintu ini mengandung filosofi penghormatan (membungkuk-red) untuk masuk ke masjid yang menjadi rumah Allah (Fitraya/detikTravel)
Di dalam ruangan utama banyak tiang-tiang kayu yang ditopang dengan konstruksi besi modern sebagai upaya konservasi bangunan bersejarah. Dengan model tiang yang dirakit, masuk akal juga kalau masjid ini dahulu dibangun dalam semalam (Fitraya/detikTravel)
Mimbar salat Jumat berupa singgasana kayu yang antik. Tempat imam salat berupa batu putih dengan ornamen bunga teratai, dekorasinya seperti akulturasi dengan budaya Hindu (Fitraya/detikTravel)
Pada saf pertama dan saf terakhir masing-masing memiliki sekat berdinding kayu berukuran 2x2 meter. Ini adalah tempat salat keluarga keraton (Fitraya/detikTravel)
Pada saf pertama dan saf terakhir masing-masing memiliki sekat berdinding kayu berukuran 2x2 meter. Ini adalah tempat salat keluarga keraton (Fitraya/detikTravel)
Tiang yang terkenal di masjid ini disebut Saka Tatal. Sunan Kalijaga dalam membangun masjid ini menyambung potongan-potongan tiang (tatal-red) dan mengikatnya dengan lempeng besi menjadi satu tiang baru. Saka Tatal mengandung filosofi persatuan bangsa (Fitraya/detikTravel)
Gebyog ukiran khas Jawa tapi dengan motif kaligrafi. Dekorasi seni Islam lainnya di masjid ini adalah jejeran kaligrafi lukisan kaca dengan aneka ayat-ayat Al Quran (Fitraya/detikTravel)
Jam antik ini masih berfungsi dengan baik di dalam Masjid Agung Kasepuhan. Jam merek Junghans ini buatan Jerman Barat ketika Jerman masih terpisah dua (Fitraya/detikTravel)
Masjid Agung Cirebon Dibangun Dalam Semalam, Percaya?
Masjid Agung Cirebon Dibangun Dalam Semalam, Percaya?
Masjid Agung Cirebon Dibangun Dalam Semalam, Percaya?
Masjid Agung Cirebon Dibangun Dalam Semalam, Percaya?
Masjid Agung Cirebon Dibangun Dalam Semalam, Percaya?
Masjid Agung Cirebon Dibangun Dalam Semalam, Percaya?
Masjid Agung Cirebon Dibangun Dalam Semalam, Percaya?
Masjid Agung Cirebon Dibangun Dalam Semalam, Percaya?
Masjid Agung Cirebon Dibangun Dalam Semalam, Percaya?
Masjid Agung Cirebon Dibangun Dalam Semalam, Percaya?
Masjid Agung Cirebon Dibangun Dalam Semalam, Percaya?
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads