Begini Ramainya Tahun Baru Ala Wae Rebo, Flores

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Begini Ramainya Tahun Baru Ala Wae Rebo, Flores

Faela Shafa - detikTravel
Rabu, 20 Nov 2013 18:18 WIB

- Bukan bulan Januari, masyarakat Wae Rebo yang tinggal di tengah pegunungan Flores merayakan Tahun Baru pada bulan November. Sepanjang hari, baik penduduk dan wisatawan sama-sama bergembira semalam suntuk.

Penti adalah upacara adat Tahun Baru bagi masyarakat Wae Rebo yang jatuh pada bulan November. Acara ini berlangsung sehari semalam dan padat dengan acara persembahan kepada leluhur dan juga kesenian (Shafa/detikTravel)
Acara pertama adalah mendatangi tiga titik yaitu sumber mata air, area belakang kampung dan area depan kampung. Di sana tetua adat memberikan sesaji untuk para leluhur sebagai bentuk permohonan untuk diterimanya acara mereka (Shafa/detikTravel)
Setelah memberi sesaji, acara dilanjutkan dengan Tari Caci. Para penari ini sudah berganti baju sejak di tiga titik tersebut. Sehingga saat sampai di kampung, tarian bisa langsung dimulai (Shafa/detikTravel)
Ada 4 penari, semuanya pria. Mereka akan berkumpul di dekat Compang (panggung utama) dan menari sambil ditonton seluruh desa. Ini adalah acara yang paling ramai dan seru (Shafa/detikTravel)
Tari Caci lebih mirip dengan tarian pertarungan yang melibatkan 2 orang. Mereka akan bergantian memecut sambil diiringi musik dan lagu. Tiap kali pecutan pasti akan mengundang teriakan dari para penontonnya (Shafa/detikTravel)
Acara kembali berlanjut pada sore hari yaitu pemanggilan arwah leluhur. Masyarakat berkumpul di leluhur masing-masing dan membuat upacara pemanggilan arwah. Nanti, arwah-arwah ini akan dibawa ke dalam rumah untuk bersuka cita bersama (Shafa/detikTravel)
Pada malam harinya, diadakan upacara persembahan babi untuk pemberkahan selama setahun ke depan. Setiap rumah memotong satu babi, dan rumah utama memotong dua babi.Setelah disembelih, perut babi akan dibuka untuk membaca ramalan (Shafa/detikTravel)
Setelah disembelih, babi langsung dibakar dan sebagian dagingnya akan dicampur nasi dan beras. Semua itu terbagi dalam 7 piring. Piring-piring tersebut akan dibagikan ke masing-masing rumah, ada juga sebagian yang ditaruh di compang (Shafa/detikTravel)
Inilah campuran beras, nasi dan daging babi yang dipanggang. Sebelum dibagikan, campuran ini didoakan terlebih dahulu oleh ketua adat (Shafa/detikTravel)
Acara terakhir yaitu Sanda, acara bernyanyi tanpa henti hingga pagi. Nyanyian ini dinyanyikan tanpa alat musik dan tidak boleh sampai putus hingga pagi. Masyarakat yang bernyanyi bisa bergantian (Shafa/detikTravel)
Begini Ramainya Tahun Baru Ala Wae Rebo, Flores
Begini Ramainya Tahun Baru Ala Wae Rebo, Flores
Begini Ramainya Tahun Baru Ala Wae Rebo, Flores
Begini Ramainya Tahun Baru Ala Wae Rebo, Flores
Begini Ramainya Tahun Baru Ala Wae Rebo, Flores
Begini Ramainya Tahun Baru Ala Wae Rebo, Flores
Begini Ramainya Tahun Baru Ala Wae Rebo, Flores
Begini Ramainya Tahun Baru Ala Wae Rebo, Flores
Begini Ramainya Tahun Baru Ala Wae Rebo, Flores
Begini Ramainya Tahun Baru Ala Wae Rebo, Flores
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads