Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 27 Okt 2017 09:20 WIB

PHOTOS

Foto: Gereja yang Dibangun di Atas 30 Kuburan Prajurit

Syanti Mustika
detikTravel

Ambon -

Gereja ini satu-satunya tempat ibadah umat Kristen di Banda Neira. Uniknya, gereja ini lantainya adalah 30 kuburan prajurit. Begini bentuknya.

Gereja ini bernama Gereja Tua. Berada di Desa Nusantara, Pulau Banda neira, Maluku Tengah (Syanti/detikTravel)
Gereja ini bernama Gereja Tua. Berada di Desa Nusantara, Pulau Banda neira, Maluku Tengah (Syanti/detikTravel)
Gereja ini unik, di pintu masuknya saja kita akan langsung menginjak batu nisan (Syanti/detikTravel)
Gereja ini unik, di pintu masuknya saja kita akan langsung menginjak batu nisan (Syanti/detikTravel)
Gereja ini memiliki lantai yang terdiri dari 30 nisan kuburan prajurit Belanda (Syanti/detikTravel)
Gereja ini memiliki lantai yang terdiri dari 30 nisan kuburan prajurit Belanda (Syanti/detikTravel)
Prajurit-prajurit ini adalah para tentara Belanda yang gugur pada saat perperangan menaklukan Kepulauan Banda. Kemudian Belanda membangun gereja di atas makam ini, karena para tentara yang gugur adalah orang yang memiliki jabatan, maka dibangunlah gereja ini di atas makam mereka  (Syanti/detikTravel)
Prajurit-prajurit ini adalah para tentara Belanda yang gugur pada saat perperangan menaklukan Kepulauan Banda. Kemudian Belanda membangun gereja di atas makam ini, karena para tentara yang gugur adalah orang yang memiliki jabatan, maka dibangunlah gereja ini di atas makam mereka  (Syanti/detikTravel)
Terdapat 30 batu nisan yang disusun menyerupai salib di dalam ruangan gereja. Kita dapat melihat dan membaca dengan jelas nama-nama serta identitas prajurit yang dimakamkan di situ (Syanti/detikTravel)
Terdapat 30 batu nisan yang disusun menyerupai salib di dalam ruangan gereja. Kita dapat melihat dan membaca dengan jelas nama-nama serta identitas prajurit yang dimakamkan di situ (Syanti/detikTravel)
Gereja ini dibangun pada tanggal 20 April 1873, dan diresmikan pemakaiannya  oleh dua pendeta Maurits Lantzius dan John Hoeke pada 23 Mei 1875 (Syanti/detikTravel)
Gereja ini dibangun pada tanggal 20 April 1873, dan diresmikan pemakaiannya  oleh dua pendeta Maurits Lantzius dan John Hoeke pada 23 Mei 1875 (Syanti/detikTravel)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA