Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 21 Sep 2018 06:53 WIB

PHOTOS

Foto: Lonceng Hadiah Raffles Jadi Penanda Salat di Cirebon

Sudirman Wamad
detikTravel

Cirebon - Traveler yang berakhir pekan di Cirebon punya destinasi menarik untuk ditengok. Lonceng Gajah Mungkur di Keraton Kanoman jadi penanda salat di zaman dulu.

Gubernur Jenderal Inggris Thomas Stamford Raffles yang memerintahkan ekspedisi penemuan Rafflesia arnoldii, pernah berkunjung ke Keraton Kanoman di Cirebon. (Sudirman Wamad/detikTravel)
Gubernur Jenderal Inggris Thomas Stamford Raffles yang memerintahkan ekspedisi penemuan Rafflesia arnoldii, pernah berkunjung ke Keraton Kanoman di Cirebon. (Sudirman Wamad/detikTravel)
Raflles meninggalkan 3 benda kuno di Keraton Kanoman Cirebon salah satunya lonceng. Ketiga benda kuno peninggalan Raflles tersebut masih dirawat oleh Keraton Kanoman. (Sudirman Wamad/detikTravel)
Raflles meninggalkan 3 benda kuno di Keraton Kanoman Cirebon salah satunya lonceng. Ketiga benda kuno peninggalan Raflles tersebut masih dirawat oleh Keraton Kanoman. (Sudirman Wamad/detikTravel)
Dua benda kuno lainnya adalah mesin jahit, dan kacip atau alat pemotong tembakau sebagai hadiah kepada Sultan Kanoman VI Sultan Komarudin II. (Sudirman Wamad/detikTravel)
Dua benda kuno lainnya adalah mesin jahit, dan kacip atau alat pemotong tembakau sebagai hadiah kepada Sultan Kanoman VI Sultan Komarudin II. (Sudirman Wamad/detikTravel)
Dari tiga benda kuno peninggalan Raffles tersebut yang paling fenomenal adalah lonceng, yang diberi nama lonceng Gajah Mungkur. (Sudirman Wamad/detikTravel)
Dari tiga benda kuno peninggalan Raffles tersebut yang paling fenomenal adalah lonceng, yang diberi nama lonceng Gajah Mungkur. (Sudirman Wamad/detikTravel)
Lonceng Gajah Mungkur berada di Selatan Langgar Keraton Kanoman. Lonceng ini dulu difungsikan untuk penanda waktu salat. (Sudirman Wamad/detikTravel)
Lonceng Gajah Mungkur berada di Selatan Langgar Keraton Kanoman. Lonceng ini dulu difungsikan untuk penanda waktu salat. (Sudirman Wamad/detikTravel)
Namun sayang lonceng ini sudah rusak sehingga tidak difungsikan lagi. Namun lonceng ini tetap dirawat baik-baik (Sudirman Wamad/detikTravel)
Namun sayang lonceng ini sudah rusak sehingga tidak difungsikan lagi. Namun lonceng ini tetap dirawat baik-baik (Sudirman Wamad/detikTravel)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA